Seputar Raya Kurban

Sapi Shena (1)
“Huhuhu…”
Sepulang main, Shena masuk rumah dengan tangis, seperti habis bertengkar dengan temannya.
“Kenapa?” tanya saya.
“Sapi kesayanganku disembelih, huaaa, kasihaan. Padahal dia sapi yang baik, gak kayak sapi yang lain.”

Saya pengen ikut sedih, ketawa, senang, entahlah. Jadi saya cuma nemenin dia menangis, diem, lalu nanya lagi.
“Nanti kalau ada pembagian daging kurban dari masjid, Shena makan gak?”

Continue reading Seputar Raya Kurban

Spideromance

Kebanyakan orang akan sepakat bahwa pemeran karakter Spiderman paling pas adalah Tobey Macguire, performa terbaik disajikan Tom Holland, dan romansa terbaik dipamerkan Andrew Garfield. Iyalah, mereka juga pasangan kekasih 😀

Emdrew Stonefield. Emma Stone. Andrew Garfield.

Sekian belas purnama, akhirnya saya bisa nonton The Amazing Spiderman sampai habis. Padahal dulu waktu anak-anak masih belum sekolah, saya udah seneng sama mas Andrew yang ganteng. Trus pasangannya si Gwen yang blonde dan smart. I think, he’s too pretty to be Peter Parker 😎

Baca: Spidey

Continue reading Spideromance

“Mama Moldy…” (3)

Zen pindah dan saya baru tahu ketika melewati rumahnya yang kosong dan berdebu. Saya baru tahu kalau ternyata selama ini keluarganya mengontrak dan sering berpindah.

Apakah itu semua karena Zen yang (terduga) autis?

Siang itu, sambil menunggu anak-anak berenang, saya ngobrol dengan tetangganya. Males sih sebenarnya ngobrol sama emak yang overproud sama prestise sekolah anaknya 😁, tapi karena obrolannya menarik ya ayok lah.

Gosipnya apa?

Continue reading “Mama Moldy…” (3)

Penjualan Kelas

Di kelas 3 SD, saya pernah sekelas dengan anak yang seharusnya sudah SMP. Di kelas 5, ada teman yang jadi temannya kakak saya, yang beda 4 tahun dengan saya. Jadi, saya biasa lihat anak tidak naik dan tak ada seorang pun dari kami yang mengejeknya. Semua anak berpotensi tidak naik jika dia tak berusaha. Tak ada pengkatrolan, semua murni kerja sendiri. Tak ada sogokan, tidak naik ya tetap tidak naik 🙂

Ada juga seorang teman cowok yang hobinya emoh ngerjain PR. Tiap hari dicuwowo sama bu guru dan dia tak pernah menangis, cuma meringis kesakitan. Ndablegnya minta ampun. Karena terlalu sering, ortunya dipanggil, akhirnya mereka pindah sekolah.

Baca: Violence To Violate

Seorang teman perempuan menangis karena peringkatnya hampir selalu di bawah, PR jarang mengerjakan, dan hampir selalu lambat pada tiap mata pelajaran. Tak kuat juga, dia pindah sekolah. Saya dengar kabar, dia jadi juara pertama di sekolah keduanya 😎

Sekolah saya: cari deh di tulisan sebelumnya 😉

Sekolah itu masih ada sampai hari ini, semoga kualitasnya masih sama.

Sekarang?

Continue reading Penjualan Kelas

Lahan Basah

Lahan basah itu bernama difabilitas, disabilitas, kebutuhan khusus, special needs.

Banyak ortu yang super duper kaya raya, dikasi anugerah anak disable yang kompleks. Butuh banyak biaya demi merawat kekhususannya dan menjadikannya lebih baik/mandiri. Para orang tua ini punya pilihan untuk menyembunyikan anaknya di dalam tembok rumah yang kedap suara dan terasing dari peradaban manapun, atau mengusahakan semaksimal mungkin sampai anak mampu mencukupi kebutuhannya sendiri.

Saya, atau anda, yang kemampuannya standar, pastinya akan amazed dengan aliran dana yang begitu masyaallah. Horang kayah yang duitnya gak habis-habis, meski pengeluaran untuk satu anak aja bisa mencapai belasan juta per bulan 😎 Kalau anaknya sebanyak Gen Halilintar, dengan bapak yang punya koneksi bisnis di 100 negara, tak perlu heran yaa…

Saya pernah ketemu seorang ibu yang anaknya autis. Dia seorang dokter umum yang menikah dengan dokter spesialis bedah tulang ternama. Untuk tes rambut dan feses, perlu dikirim ke Amrik, dengan biaya jutaan rupiah sekali tes. Berbagai jenis terapi, minimal 100 ribu per datang. Berapa terapi dan berapa kali dalam sebulan, sila dihitung sendiri 🤔 Belum termasuk bahan makanan khusus, semisal garam seharga 300 ribu untuk sekitar 50gr saja. Bahan pakaian tertentu, karena kebanyakan anak autis sensitif, dengan harga yang tak murah pula. Biaya pengasuh, dan lain-lain; yang membuat ibunya berkesimpulan dengan anggun, “Semua anak membawa rejekinya masing-masing.” 😚

Continue reading Lahan Basah

Cucu Jowo

Kata pakdhenya, Moldy adalah cucu Mamak yang paling Jowo. Sebenarnya saya kurang suka istilah rasialis begini, tapi karena meninggikan anak saya, ya harus terima dong 🤣

Waktu saya bilang kalau Bapa meninggal, Moldy menghibur saya supaya sabar dan sangat kooperatif dalam perjalanan pulang ke Batu. Yang kemudian dia datangi pertama adalah Mamak, dielus rambutnya lalu dadanya pertanda Mamak harus sabar. Itu bukan cuma sekali, dia selalu melakukannya tiap kali ketemu Mamak. Saya tidak mengajarinya, dia yang berinisiatif sendiri 😘

Baca: Bergaul

Bantu bawa belanjaan

Continue reading Cucu Jowo