Our Anger Management-ADHD Suspect (2)

Dari seminar ke seminar. Dari terapi ke terapi. Dari obat ke stop. Dari diet lalu malas. Dari bingung sampai bingung bangeeet, kadang teori tak setara dengan praktek. Masih terus berjalan dan mencoba. Kali ini, kami diperkenankan mendapat tambahan ilmu yang lebih kooperatif. Racikan antara kasih sayang dan sentuhan.

Ini tentang sejumlah penanganan bagi yang (tercurigai) ADHD. Untuk jenis dan detailnya, anda mesti tetap menghubungi ahli terkait ya. Tulisan ini hanya berbagi sedikit pengalaman ☺

Baca: ADHD, Ya Sudahlah

Minggu 29 Juli, saya berkesempatan menghadiri seminar dengan pembicara Octorina Basushanti, penemu teknik Octo Touch, HTHT (how to handle them). Libatkan hati, yuhuuu, seperti tujuan awal pembuatan blog ini, jangan lepaskan hati dalam setiap langkah. Anak difabel dikenal akan sensitivitasnya. Mereka akan dengan mudah membedakan mana orang yang tulus melayaninya dan mana yang tidak.

Baca: Di Balik Nama

Materinya bu Octo secara lengkap saya tulis terpisah ya. Ini yang penanganan (tercurigai) ADHD saja. Saya genapkan penanganan versi bu Octo, dengan tambahan beberapa sumber lain dan sejumlah pengalaman yang sudah saya jalani.

Continue reading Our Anger Management-ADHD Suspect (2)

Advertisements

Terbuai Tere Liye

Buku pertama TL yang saya baca adalah Moga Bunda Disayang Allah, menceritakan mengenai kehidupan anak difabel. Lupa-lupa ingat bagaimana ceritanya, tapi masih ingat jelas bagaimana kesannya. Bagus dan inspiratif, sangat mirip dengan kisah hidup Helen Keller. Sayang agak membosankan buat saya waktu itu, karena sangat panjang dan tidak penuh hal yang tak terduga seperti beberapa novelnya saat ini. Sebagai pembaca jenis omnivor, saya merasa harus menyelesaikannya sampai tuntas. Waktu itu masih ikut Republika, belum Gramedia. Ssstt, pilihan penerbit sangat berpengaruh terhadap ‘rasa’ bacaan lho 😉

Sejak itu, saya butuh alasan kuat untuk membeli bukunya TL. Bukan karena bukunya jelek, tapi tak cocok aja. Baca tetep, tapi maunya pinjem, hehe… Untuk seorang yang produktif tiada tara sekaligus aktif di media sosial, karyanya cukup stabil. TL terus melakukan sejumlah riset demi mewujudkan tiap karya yang berbeda, meski beberapa kejadian dia buat sangat mirip dengan inspirasi aslinya. Helen Keller di buku Moga Bunda Disayang Allah dan The A-Team versi terbaru dalam buku Negeri Para Bedebah.

Continue reading Terbuai Tere Liye

2018: Manfaat Puasa Bagi Anak

Puasa bagi anak sebelum mereka baligh adalah puasa hore-hore. Belum wajib, tak ada dosa, wallahualam soal pahala.

Buat Moldy dan Shena manfaat puasa antara lain:
🌞 Menambah napsu makan, kan jam makannya dimundurkan, dipindah, sehingga perut butuh asupan lebih.

🌞 Melatih kesabaran. Heran, mereka jadi lebih tenang dan tidak mudah marah dibandingkan hari biasanya. Mungkin begini ya, kalau anak belum punya dosa atau dosanya masih sedikit, efek sampingnya cepat bekerja 😊

Continue reading 2018: Manfaat Puasa Bagi Anak

Gawai Di Bawah Kaki Anak

Kisah mengenai anak yang mencoret mobil ayahnya dengan benda tajam, sudah baca kan ya, dalam berbagai versi 😉 Versi positif, mengabarkan betapa hebatnya si ayah yang tak marah, bahkan memuji anak sebagai karya terbaiknya. Versi negatif, menggambarkan kemurkaan si ayah yang memukul anaknya sampai si anak lumpuh 😢

Nah, kalau itu terjadi pada kita, bagaimana sebaiknya kita bersikap? Sudah jelas mobil bukan barang murah, apalagi kalau nyicilnya ngos-ngosan bertahun lamanya. Sementara menahan diri untuk tidak marah juga bukan perkara menjentikkan jari dan taraa…hati bisa seluas hatinya mimiperi, eh… 😁

Karena tidak dan belum ada niatan punya mobil, kita obrolin yang mobile aja, mobile phone 😀 Bagi anda yang punya anak super aktif, baik yang normal maupun yang difabel, pasti tahu dong rasanya kehilangan gawai. Dicemplungin got atau sumur, dipakai buat mandi, dibanting sampai pecah berkeping-keping, diinjak-injak, dibikin percobaan pantulan, ditindihin dan tak boleh diambil sama sekali. Hahaha, anda yang mana? 😂

Continue reading Gawai Di Bawah Kaki Anak

Emon dan Cimor

Beberapa bulan lalu, saya memutuskan bahwa saya akan bersahabat dengan kucing. Penyebab utamanya, anak-anak terus memohon agar mereka dibolehkan memelihara kucing. Saya dan Jemi berusaha ‘masuk’, karena kami berdua tak terlalu menyukai binatang, meski juga tak suka jika mereka disakiti.

Hadirlah Emon dan Cimor, begitulah nama yang diberikan Shena pada mereka. Dua kucing persia campuran (bulunya tak terlalu lebat) ini, dengan cepat mengambil hati saya 😍 Padahal saya baruuu aja belajar menyukai. Mengelus syahdu bulu panjangnya, yang bisa membantu menurunkan tekanan darah. Mereka pun beradaptasi dengan cepat. Suka menggelung pada kami bertiga, menjilat, menggigit, dan mencakar dengan mesra. Hihihi, gini ya rasanya berurusan sayang dengan binatang 😊

Continue reading Emon dan Cimor

Memadatkan Kenangan

Kalau ketemu teman ngobrol yang asik, saya lupa sama gawai. Lupa dan tak kepikiran selfie, demi mengabarkan di medsos bahwa kami baru ketemuan. Dianya mau mengabarkan sih, ya silakan aja. Tapi kayaknya rata-rata jadi pelupa kalau ketemu saya (ups, lebay) karena biasanya kami ngobrol tanpa henti, bahkan hingga lupa makan dan tidur 😂

Di tempat wisata pun, saya dan suami cuma sibuk mengabadikan anak-anak. Jika spotnya bagus dan sepi, barulah dia mengajak wefie. Buat keluarga masa kini, itu jelas enggak banget ya. Selalu ada foto di setiap langkah dan spot. Jangan-jangan kebanyakan dari kita ini memang memiliki hasrat terpendam menjadi model 😄 Jangan-jangan, kami aja yang terlalu jadul dengan perubahan 😛

Continue reading Memadatkan Kenangan

Romansa Mengibu

Jadi ibu itu berat, Dilan pun tak akan sanggup 😂

Meski berat, semua berjalan begitu naluriah dan sesuai waktunya, akan semakin menawan jika kita paham mengapa ini semua terjadi pada kita. Unik. Bahkan lelaki pun tak sanggup menahan sakitnya kontraksi. Sementara ada banyak ibu yang bertahan bahkan hingga 10 hari masa kontraksi demi keluarnya si bayi secara alami.

Tersadar pada satu kalimat baku: Semua ibu itu cantik 😍

Bagaimana, sudahkah engkau merasa cantik hari ini? 😉

Psssttt, ini bukti punya saya…

Continue reading Romansa Mengibu