Saving Private Pattern

Tahun lalu, seorang teman mengusulkan supaya aku menabung dengan pola 52 weeks challenge. Urutan week dikalikan sepuluh ribu. Minggu pertama sepuluh ribu, kedua dua puluh, ketiga tiga puluh, terus hingga minggu terakhir 520 ribu.

Ini agak-agak impossible buatku sih… 😐

Sebab, hampir sama seperti mengusulkan untuk nabung 3 juta kepada orang yang penghasilannya 2.5 juta. Ilmunya orang marketing atau MLM sih, semua PASTI bisa. Aku sih, pake ilmu realistis aja. Antara motivasi, mindset, dan kenyataan, sebanding ga. Aku sih pengen beli mobil, jalan-jalan keluar negeri, umroh. Tapiii, hanya dalam batas ingin, bermimpi. Usahaku paling banter ya berdoa dan berharap ada pintu kemana saja kayak di Doraemon. Aku tak termotivasi sampe nabung, karena aku masih ada prioritas lain. Mindsetku di area itu-itu aja. Kenyataan, memang duitnya meski dikumpulkan sekalipun, ya belum nyampe. Jangka waktunya kurang lama juga sepertinya 😆

Buatku tantangan 52 minggu itu berat. Penghasilan utama hanya mengandalkan pada Jemi. Beberapa bulan pertama masih sanggup ya, lalu bagaimana dengan minggu berkelipatan 3, 4, dan 5. Ada masa aku harus nabung sampe 2 juta lebih dalam satu bulan. Aku masih butuh untuk susu, sekolah, terapi, transport wira wiri, dan kebutuhan tak terduga. Excuse? Just name it. Realistic? Just another name, then 😂

Dia mbethok sekitar 13 juta lebih di akhir tahun. Wow…

image
hasil celengan setahun

Celengan kucingku mbethok 300ribuan, dalam setahun, hihihi…. Harusnya 500 dan 1000an, tapi Moldy dan Shena usil mengisinya dengan 100 dan 200an. Lumayan sih buat nambah duit belanja 🙂

Terinspirasi, karena aku ga sanggup nabung segitu, aku pakai month challenge, sesuai dengan urutan hari kali 1000. Aku ga nabung tiap hari sesuai pola. Pas uangku banyak, aku coreti angka-angka besar, sehingga saat tanggal cekak, aku bisa leluasa nabung yang kecil-kecil. Jangan diitung dulu ah, belum juga sebulan :p

Beberapa teman udah memutuskan untuk no riba, mulai mengurangi hingga menghilangkan ikatan dengan bank, asuransi, dan semacamnya. Solusi real ya pake celengan ayam :p. Solusi tolak bala, ya sedekah. Yang ngasi orang tua, udah masuk berkah ya. Kalau orang tuanya mampu, lebih baik ‘membersihkan’ penghasilan tahunan yang udah masuk nishab atau batas harus sedekah. Silakan googling untuk perhitungan jelasnya 🙂

Meski minim referensi formal, aku tetap berbaik hati kok, ngasi info untuk pilihan menabung tanpa riba, dari informasi di lapangan langsung. Apaan tuh?

Simak di edisi kedua yaaa 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s