Kasi Hani? No, Kasi Uang Saja😛

Sejak pertengahan Januari kemaren, aku mulai rutin terapiin Moldy ke Lawang. Rumahku di Sidoarjo. Aku menginap di rumah Mamak di Batu. Batu ke Lawang itu tiga kali ganti angkot. Tapi aku diantar jemput Bapa, jadi aku bisa ngirit ongkos dan tenaga.

Sepucuk pengorbanan demi Moldy biar dia bisa ngomong dan komunikasi. Dia tuna rungu dan seperti kesusahan dengan alat bantu dengarnya. Sebenarnya bisa aja nunggu saat dia sekolah (semoga) tahun ini, tapi apa salahnya berusaha kan ☺

Aku agak njiper nyari tempat terapi sebenarnya, kuciwa melulu. Sekitar setahun, aku ‘frustasi’, di rumah aja, melatih Moldy seperlunya. Cerita yang agak lengkap dalam setahun itu bisa kalian baca di sini.



Cape, iya. Duit ngos-ngos, iya. Ada yang mau nyumbang? Hahaha, please deh, berani berapa? Eh…

Moldy dan Shena cuma beda setahun, 15 bulan tepatnya. Aku gak mau nitipin dan Shena juga gak mau dititipin. Beginilah, satu emak kurus dengan dua balita berjalan minta sumbangan 😛

Mamak sering mewek, kasihan Moldy, kasihan aku :'(Lha kalau saja menangis bisa bikin uangku banyak, lalu aku bisa senang-senang ke sana kemari untuk melepas lelah, ya aku nangis aja terus.

Belum lagi kalau Mamak membahas berapa uang yang mesti kukeluarkan untuk membiayai terapi. Huaa, bikin tambah stress aja.

Kadang aku gak berani lihat wajah orang yang ketemu di jalan atau kendaraan, takut dikasi uang karena kasihan 😁. Tapi aku akan menjawab dengan manis dan seperlunya, jika mereka kepo. Bahkan jika mereka tidak kepo sekalipun, aku tetap ngasi tahu siapapun yang ada kesempatan ngobrol denganku. Sebagai orang tua dari anak tuna rungu, aku merasa berkewajiban memberitahu dan mengedukasi lingkungan, tentang tuna rungu. Tapi aku pilih-pilih juga ya, sesuai kemampuan orang yang bersangkutan.

Semisal, masih ada yang gak tahu bahwa jika anak gak mendengar, maka otomatis dia gak bisa bicara karena tak ada kata yang ditirunya. Si ibu yang kujelasin itu takjub, kaget, trus lihat Moldy dari atas ke bawah, berkali-kali 😁

Ada juga ibu yang menangis, sehabis melihat aku menenangkan Moldy yang lagi tantrum di kereta. Aku jelaskan padanya, apa tujuan tindakanku, supaya aku ga dikira menyiksa anak, hehehe…
“Sabar ya, mbak” pesannya dengan mata berkaca-kaca, lalu dia usap kelopak matanya dengan saputangan.


Padahal oh padahal, di tempat terapi manapun, selalu ada yang jauh lebih ‘ngoyo’. Ada ibu yang nunggu bisa punya anak bertahun-tahun, begitu dikasi anak dapat anugerah yang berkebutuhan khusus pula. Obatnya aja 1.5 juta per bulan, belum termasuk ongkos terapi, sekolah, visite dokter, dan lain-lain. Aku sampe pengen mbrebes mili, para ibu cerita dengan begitu tegarnya 😥

“Enak ya ibu-ibu yang bisa jalan-jalan ke mall, guyonan sama anaknya. Lha kita…” keluh seorang ibu lain di tempat terapi.

Aku tersenyum mengiyakan, tak mau menambahi. Ingat, ga boleh kufur, harus bersyukur. Ga boleh kufur, harus bersyukur.

“Ya sudah gapapa, memang kita lagi diuji ya, bu” ralatnya.

Aku tersenyum lagi mengiyakan.
Jujur, aku juga ngiri pada orang bisa menghabiskan waktu dengan ngobrol, maen tab segede lapangan cuma buat eksis. Padahal kalo buat aku, sekali duduk sambil lihat orang lalu lalang, aku bisa bikin satu tulisan untuk posting di blog atau nulisin pesanan teman *tepuk dada kurus, congkak*:mrgreen:. Akibat congkak ya gini, ga bisa main tab sembarangan, karena kedua lengan dan kaki mesti siap buat penyangga tidur anak di kendaraan. Cek pesan aja harus secepat kilat, biar ga kelupaan mendata apa aja yang tadi kubawa.

Masih kasihan sama aku? Demi Allah, kasi uang aja ya :mrgreen::mrgreen::mrgreen:
No, no, serious, kasi uang pada yayasan yang menangani anak berkebutuhan khusus yang tak mampu. Meski aku dan Jemi tak tergolong kaya, alhamdulillah dan insyaallah, kami masih diberi kemampuan membesarkan Moldy dan Shena dengan pantas.

Ada yang jauh lebih tidak beruntung dariku kok ☺ Aku percaya janji Allah, bahwa di balik kesulitan akan ada kemudahan.
Fa inna mahal usri yushro
Inna mahal usri yushro
(Aku ngawur nulisnya, hihihi, tolong dicek ya).

Moral of the story: jika kalian ketemu aku di kendaraan, lalu kalian lagi main tab, sebaiknya hentikan. Jagain anak-anakku bentar dong, gantian aku mau eksis 😜

Gambar terapi 

Gambar tantrum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s