Sinau Ala Ummu Daffy

Daffy usianya sekitar 4 tahun, menyandang tuna rungu kategori berat, menggunakan alat bantu. Selama kurang lebih 3 bulan terapi di Lawang, perubahan dan kemajuan si Daffy banyak sekali. Bisa diajak komunikasi dua arah dan mulai bisa membaca. Bukan hanya metodenya yang tepat, tapi juga kerja keras Ummu Daffy yang begitu sabar serta telaten mengajari anaknya di rumah seusai terapi.

Ummu Daffy sangat berhati-hati dalam bertutur kata. Berkali-kali dia mengatakan bahwa dia hanya berbagi pengalaman dan mendapat hasil yang baik, bukan bermaksud menggurui ibu-ibu dengan berbagai jenis berpengalaman ☺


Berikut ‘kuliah’ singkat dari Ummu Daffy untuk mendidik anak tuna rungu:

🎒 Menerima kondisi anak apa adanya.
Terimalah bahwa anak ‘dicetak’ Allah seperti itu, jangan menyesali atau meratapinya. Yakinlah bahwa itu berarti Allah yakin akan kekuatan mental kita, dan juga menyiapkan sejumlah rejeki untuk mengasuh anak-anak kita, dengan kebutuhan khususnya. Tetap berusaha ya ☺

🎒 Dudukkan anak selama minimal 1 jam, tanpa amarah dan kekerasan fisik.
Tunggu sampai dia mau, jangan paksa. Tetap sabar dan telaten menunggu dia mau. Hukuman untuk anak yang tak patuh pada aturan kita adalah diabaikan, bukan dibentak atau dimarahi. Kita tetap bisa masak, mencuci, dan sebagainya, tapi anak kita cuekin karena gak mau patuh.
Jika anak sudah mau patuh, segera beri reward pujian dan pelukan. Fiuh, susah juga, tapi ternyata bisa juga lho ya jika orang tua niat 😉

🎒 Pasang wajah tegas (firm) saat mengenakan aturan, tapi jangan pernah sekalipun menggunakan kekerasan fisik.
Tegas bukan berarti jahat. Galak tak selalu berarti tegas lho ya. Ada kan, ibu yang marah dan ngomel tiada tara, tapi apapun keinginan anak tetap dituruti ;). Tegas itu memastikan aturan dijalani sesuai prosedur yang disepakati atau ditetapkan.
Kekerasan fisik yang berlebihan hanya bikin anak patuh karena takut, bukan karena dia paham. Hatinya sakit, dia bisa balas dendam dengan berkelakuan buruk, trauma, atau bahkan menduplikasinya di masa mendatang.
Ummu ingatkan, mari berkorban dulu, perkuat sabar dan telaten hari ini sampai anak paham aturan, karena kita akan memetik hasilnya jangka panjang ☺

🎒 Materi terapi baru bisa diberikan saat anak sudah mau patuh (di no 2 tadi).
Percuma dong, ngasi materi apapun kalo anak masih semaunya sendiri, karena itu cara no 2 harus benar-benar dikuasai.

🎒 Terapi tak hanya terbatas antara terapis dengan anak saat jam pelajaran, namun harus lebih intens dengan orang tua. Semisal mau makan atau ngapa-ngapain, harus ngomong atau baca huruf dulu dulu baru diberi makan atau apa keinginannya. Saat bermain juga bisa dimanfaatkan sambil belajar atau melakukan aktivitas apapun, tanpa anak merasa dia sedang belajar. Ibu harus kreatif ya, jadi libatkan seluruh anggota keluarga supaya maksimal.


🎒 Tetapkan target demi hasil yang ingin dicapai.
Semisal belajar mengenal huruf A sampai berapa hari, baru ke huruf selanjutnya. Pencapaian tiap anak beda ya, yang paling kenal kan ibunya sendiri.

🎒 Pergunakan semua barang yang di rumah dengan semaksimal mungkin.
Lumayan kan, bisa ngirit ongkos. Jika tak ada, baru beli kartu atau fasilitas pendukung lainnya. Bila perlu dan anak mampu, libatkan anak dalam proses membuat materi pengajaran, supaya dia lebih bersemangat.
Saat itu Ummu menunjukkan kertas materi yang dibuat oleh Daffy, udah lecek dan jelek, tapi tetap dipakai supaya Daffy semangat dan bangga dengan hasil karyanya.

🎒 Jangan bandingkan kemajuan anak kita dengan anak lain.
Tak ada anak yang sama persis, hargai itu dan temani prosesnya.

Ini semua kurangkum dan kutulis sebagai wujud simpati dan empati, supaya lebih banyak lagi orang tua dari anak berkebutuhan khusus (juga yang normal) yang mau mendidik anak mereka, dengan cara lebih baik. Jangan disembunyikan atau diratapi. Mereka juga manusia, yang berhak mendapatkan hak fasilitas dan kesempatan yang sama baiknya dengan manusia normal lain ☺

Semoga lebih banyak lagi anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan haknya sebagai manusia, dihargai dan diterima di masyarakat apa adanya.
Semoga lebih banyak lagi orang tua ABK yang tak lagi menyembunyikan anaknya karena malu, namun segera menyekolahkan atau mencarikan tempat terapi. Setiap anak nantinya akan menjadi dewasa, jadinya harus mandiri kan.

💪💪💪

Gambar ruang terapi

Gambar ibu dan anak

Advertisements

4 thoughts on “Sinau Ala Ummu Daffy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s