Saat Mau ‘Mampir’ Ke Lain Lubuk

Weits, aku memandang judul di atas dengan bergidik, berani amat yak nulis kayak gini. Am I dare enough to proceed? 🙂

Misal nih ya, niat ‘mampir’ karena tidak diperhatikan suami, bertikai cukup sengit, punya anak tapi tak seperti yang diharapkan, rumah berdinding bambu, jatah bulanan kurang banyak, suami tak seperti yang diharapkan, ayo sebut lagi deh, masih banyak kuota nih 😁.

Sementara dari pihak suami, misal istri udah gendut, jelek, atau sudah tak menarik lagi. Pierce Brosnan, si agen 007 yang keren itu, termasuk orang yang setia sama istrinya. Istri pertamanya didampingi sampai meninggal karena kanker. Sekarang juga adem ayem aja sama istri keduanya yang gendut habis punya anak.
Setia itu bukan berarti kalau pasangan meninggal, kita menghabiskan hidup sendiri pula. Selama kita memperlakukannya dengan baik saat hidup, tentu akan termaktub manis dalam benaknya saat meninggal. Halal kok menikah lagi, kalau sanggup.
Alasan lain, kenapa tak bisa setia, tanya sendiri sama (pria) yang bersangkutan ya, variannya sangat beragam, secara merekalah yang sering ‘dimaklumi’ sebagai pelaku 😐

Lalu, selingkuh itu sebenarnya apa sih?
Jika diartikan sebagai zina, abot lho. Ada zina mata, zina hati, zina telinga, zina fisik.
Berhubung dalamnya hati tak ada tahu, perjalanan mata hanya malaikat yang bisa mencatat, jadi sudah berapa banyak kita semua berzina? 😢

Hakjleb…

Beberapa waktu lalu, seseorang curhat tentang suaminya yang CLBK dengan mantan pacar waktu sekolah. Ujung-ujungnya, karena ditambah satu dan lain hal yang cukup berat, dia jadi gak percaya Tuhan. Gak mempan dah, waktu aku saranin tahajud, istikharah, berdoa. Gini ya, kalau kalian berharap sekali beribadah semua masalah langsung tuntas tas, lha dipikir dosa yang kapan hari itu gak masuk perhitungan. Apalagi kalau permohonan digampangin terkabulnya, biasanya ada kecenderungan, ‘ngulang dosa lagi ah, ntar berdoa juga dikabulin kan.’ 😕

Aku dengerin aja cerita si ibu ini, gak kasi solusi apa-apa. Standar aja sih, mendoakan secara lisan, semoga sabar dan kuat demi anak-anak. Beberapa waktu kemudian dia cerita lagi kalau all clear. Dia bilang sesuatu yang hakjleb juga, kaitannya dengan gampangnya berdoa tadi.

“Tahu gak bu, saat kita diuji dengan suami kita selingkuh, kita juga diuji dengan hal yang sama.”

“Maksudnya?” tanyaku dengan penuh kebodohan.

“Ada orang yang didatangkan sebagai cobaan untuk kita selingkuh juga. Aku ketemu mantan pacarku dan kita sempat menjalin hubungan,” lanjutnya.

Aku berkedip-kedip menyimak, kenapa jadi serumit ini.

“Lalu?” tanyaku makin kepo.

“Aku segera menyudahinya, ingat anak-anak, kasihan mereka jadi korban.”

“Semudah itu?” kepoku berlanjut.

Jawabannya masih berputar-putar.

Oh, begini ya, alur sebuah cobaan. Wanita akan juga dimasukkan dulu ke dalam labirin berdinding para pria keren, saat pria dicoba dengan para wanita seksi. Itu hanya satu varian ya, pasti ada bentuk lain, so many.

Apakah cukup dengan mengingat anak-anak, lalu berhenti atau mengurungkan niat untuk selingkuh?
Untuk sebagian orang, YA.
Untuk sebagian orang, TIDAK.

Percayalah, sesal itu hanyalah soal waktu. Entah segera atau berpuluh tahun kemudian. Usia kita juga akan bertambah, keriput juga akan datang, tulang makin rapuh, penyakit mulai berlomba unjuk gigi, kegesitan akan tergerus, meski kita minum vitamin E satu truk sekalipun. Time never compromises 😉 Keren secara fisik itu hanya sementara.
Gak usah jauh-jauh mikir soal urusan kita dengan orang lain, tapi urusan diri sendiri dengan Allah. Pas diam, pas tidur, pas merenung, pas semua (orang dekat) tidur, pas semua sibuk dan kita terpaksa sendiri. Ingat lho ya, Allah lah yang membolak balik hatimu supaya tidak gosong ☺

“Kok bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam dan melanjutkan hubungan dengan pacar? Bukannya ibu pasti penuh dengan emosi menggelegak, tertindas dalam posisi yang, maaf, tak dihargai oleh suami.”

Dia menghela napas panjang.

“Ada sih, keinginan untuk melanjutkan hubungan. Tapi selanjutnya, apakah dia (pacar) bisa menerima kekuranganku dan aku bisa menerima kekurangannya? Karena saat pacaran, tentu yang kita lihat yang baik-baik saja.”

Mikir enak tok itu memang gampang. Semua bisa. Tuh, para abege yang suka pacaran di kegelapan dan rerimbunan.
In fact…
Lha dipikir menikah itu cuma enaknya aja. Tanggung jawab itu utama, saudara-saudari, tak melulu cinta. Mau resepsi aja pakai acara sewot-sewotan, kadang mantan pacar nongol, sama keluarga jadi gak akur, catering kemahalan atau kekurangan, make up telat, dan seribu satu jenis ‘musibah’ yang kan mewarnai. Lagi indah-indahnya ngurus anak berdua, eh mertua atau ortu turut campur. Berusaha setia, di saat pasangan nyebelin, pasti jadi sebuah tantangan tersendiri. Apalagi di era digital, di mana semua harapan bisa dimainkan oleh jempolmu. Iya jempolmu, yang disponsori oleh niatmu. Iya, niatmu. Apa lagi dong?
Cinta itu proses, penuh ujian, bukan sekali pandang turun ke hati lalu dibawa mati. Hidup itu seperti roda, selalu menggelinding dan berputar selama ada dinamika dan gravitasi ☺

Kembalikan semua muara tujuan pada Allah. Kalau gak ada koneksi vertikalnya, buat apa kita jalanin?
Sempat gak sih, berkontemplasi demikian, saat hasrat membuncah?
Atas dasar cinta? Eh, emang kita ini main pilem orang-orang bule, yang jargonnya ‘mesti mengikuti kata hati’. Tak semua kata hati harus diikuti, my dear. Ingat bahwa Allah sang pemilik hati, yang menggorengnya supaya tidak gosong 😉

Lao Tsu, Rasulullah, di jaman yang berbeda, telah menggarisbawahi satu hal yang kurang lebih sama. Peperangan terbesar di dunia ini bukanlah Perang Salib, Perang Khandaq, Perang Baratayudha, ataupun Perang Dunia yang berseri sekalipun. Peperangan terbesar adalah peperangan melawan hawa napsu.

Itulah gunanya kita dikasi akal dan budi. Bukan sekadar dipelajari waktu belajar membaca jaman SD dulu, hehehe… Sementara binatang dan tumbuhan melakukan hubungan sebagai fungsi reproduksi dan naluri alaminya, kita manusia bisa menambahkannya sebagai rekreasi maupun reproduksi. Karena fungsi yang beragam itulah, ada kontrol pengendali supaya berjalan stabil dengan fungsi lain. Harusnya sih begitu. Jika tak ada kendali, maaf, apa bedanya kita dengan binatang? 😑

Cinta dan pernikahan itu bukan berarti tanpa pertikaian ya. Marriage is a lifetime process. Tak ada proses yang tak enak terus, tak ada proses yang enak terus. Dinamika itu tanda kehidupan. Jika ada masalah, bicarakan atau mintalah bantuan, jangan cari pelarian yaa ;). Ingat, sesal itu hanya soal waktu.

Masalah orang ketiga, kayaknya selalu ada, dalam kadar yang berbeda-beda. Kalau mau tahu banyak versi dan cara mengatasinya, kusarankan kalian baca bukunya (ingat, buku ya, BUKAN sinetron) Asma Nadia, Catatan Hati Seorang Istri. Kalau versi yang kulihat sendiri, hehehe, ntar ya kukumpulkan dulu.

See you at another stories ☺

Gambar wanita

Gambar kata-kata

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s