Seharusnya Aku Langsung Pergi

Aku menyesal gak pergi saat itu, lha wong angkot masih banyak, gak si supir rese’ itu aja. Diskriminatif, item, hidup lagi. Eh, lha kok aku jadi ibidem 😈

Siang itu aku masuk angkot kuning garis ijo yang lagi ngetem di depan RSAL, abis jemput Moldy sekolah. Melihat Moldy pakai alat bantu, seseorang di dekat pintu menyapa kami dengan (maaf) bahasa yang tidak jelas, seraya menunjuk ke sekolahnya Moldy. Rupanya dia seorang penyandang tuna rungu juga. Saat kami duduk, dia masih sempat mengajakku ngobrol, tapi aku tak paham. Aku juga belum belajar bahasa isyarat.

Tiba-tiba si sopir turun dari singgasananya lalu menghampiri pemuda yang menyapaku tadi. Krahnya dicengkeram, ditarik supaya keluar dari angkot.

“Turun kamu, naek angkot lain. Aku gak mau kamu di sini,” katanya galak.

image

Aku kamitenggengen. Apa itu ya, diam kaku gak tahu harus ngapain. Mau protes, tapi bingung, karena aku gak tahu masalah dari awal. Moldy memandangku dengan agak kecewa sekaligus bingung. Harusnya aku segera angkat bokong dari angkot sialan itu.

Si pemuda berusaha mempertahankan diri, tetap naik angkot, tapi sia-sia. Saking marahnya, dia tendang lambung angkot itu. Keras. Angkot melesat pergi. Dia masih marah, dia lempar batu seukuran genggaman tangan, mengenai ekor angkot. Dia berteriak-teriak marah.

Aku merasa bodoh. Harusnya aku menunjukkan solidaritas sebagai sesama ‘penderita’ tuna rungu. Teori ibu Siwi, seorang ibu yang aktif dengan tumbang anak spesialnya, yang udah abege. Dia mengatakan, penyandang adalah anak yang memiliki kebutuhan khusus, sedangkan penderita adalah orang-orang di sekitarnya yang harus memahaminya, seperti orang tua dan saudara, karena merekalah yang pertama sakit hati saat para penyandang dihina karena perbedaan itu πŸ˜₯

As usual, loadingku lambat. Aku baru bisa mengeluarkan air mata, mewek, saat menyetir motor menuju rumah. Udah turun agak lama dari angkot.
Beginikah nasib yang harus diterima oleh para penyandang disabilitas? Mereka salah apa? Karena berbeda?
Siapa sih yang bisa memilih nasib?
Siapa sih yang ingin menyakiti dirinya sendiri? Semua orang kan juga ingin organ tubuhnya berfungsi dengan baik. Tapi kalau Allah punya kehendak lain, apa ya mau menyalahkan keadaan terus tanpa bertindak 😐

Apa kalian tahu bahwa ada sebagian disabilitas bukan dari lahir, tapi datang dari kecelakaan, bahkan anugerah tiba-tiba tanpa sebab? Mana bisa kita tahu atau perkirakan lebih awal.
Angkie Yusdistia itu tuna rungu di usia sepuluh tahun lho, sebelumnya normal. Ada penjual mobil yang tuna netra, menyandangnya saat di remaja, karena kecelakaan.
Ada pula yang menyandang patah anggota gerak tubuh karena kecelakaan di tempat kerja.
Ada pula yang mengalami gangguan mental karena kesalaham dosis obat.
Semuanya, naudzubillah…

Namun manusia, tempat salah dan lupa πŸ˜•

Aku baru sempat kepikiran, kenapa gak aku tebus aja ongkos angkot si pemuda tadi. Kulebihkan beberapa kali aku juga masih sanggup 😀Terbaik ya meninggalkan tadi, sambil nyumpahin semoga rejeki si sopir seret hari ini karena menolak penumpang atas dasar diskriminasi. Eh…

“Lha terus kenapa Bubun gak ninggalin angkot itu? Tinggalin aja. Sopirnya perlu dikasi pelajaran,” komentar Jemi.

“Entahlah Yah, aku telmi banget.”

Ah, old thing to excuse 😠

Aku memeluk Moldy erat-erat, mendoakan dia dan semua teman-temannya senasib agar dimampukan menghadapi berbagai hambatan dan cobaan.

Besok-besok, aku harus lebih berani berjuang lagi. Semoga bisa. Amin.

Advertisements

4 thoughts on “Seharusnya Aku Langsung Pergi

  1. Setuju.

    Atau kita berdoa saja, karena semua manusia kan dasarnya baik yah..

    So, kurasa ada satu saat “triing” yang mencerahkan, dimana supir angkotnya pasti akan menyesali kejadian ini seumur hidup. Aku yakin.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s