Pass The Past

Masa lalu tiap orang bisa jadi bagus banget atau malah buruk banget. Saat kita sibuk kumpul dan gaul sama teman, sibuk dengan sekolah, kuliah, kerjaan, itu gak jadi masalah, bisa teralihkan. Tergantung juga sama seberapa berat masa lalu itu, pola asuh, dan juga karakter personal tiap orang.

Bagaimanapun, sakitnya masa lalu jangan disepelekan ya. Semua akan memiliki dampak pada suatu saatnya nanti, saat usia biologis menunjukkan eksistensinya, lalu tumpang tindih dengan urusan keluarga, suami, anak, mertua, saudara, dan sebagainya. Tiba-tiba hal yang sepele pun, bisa bikin menyeruaknya nyeri borok masa lalu. Ouch…

Nah, di tahap inilah sebenarnya agama (keyakinan) ikut ambil peran. Maksudku pondasi agama itu senjata, bekal untuk minta pertolongan :), bisa digunakan setiap saat, tapi juga bisa dilupakan di setiap nikmat.

“Aku tahu kamu bakal ngelingne aku untuk legowo kan, menerima semua dengan baik-baik saja bahwa dia sudah berjasa besar bagi hidupku. Aku gak bisa,” tolak seseorang saat kusarankan untuk memaafkan.

Hihihi, ngasi saran itu memang gampang ya. Aku sendiri tahu rasanya, baru bisa legowo dengan sebuah masalah setelah sekian belas tahun. Ckckck, pretty hard work and pretty made it πŸ˜‰

Beberapa waktu lalu aku menghubungi seorang terapis senior, menanyakan tarif terapi untuk seorang kerabat yang mengalami masalah mental. Sebelum beliau memberitahukan tarifnya, ada sebuah pertanyaan penting yang harus kujawab.

“Apakah kerabat ibu bersedia untuk diterapi?”

“Emmm, saya belum tahu,”

“Jika demikian, pastikan dulu. Terapi tak bisa dilaksanakan tanpa kemauan dari pasien.”

Glek.
😴😴😴
Harus ngerti dulu yah…

Seberapa paham sih masing-masing dari kita memahami kekurangan dan kelebihan diri. Kalau banyak merasa kurang jadi minder. Kalau banyak merasa lebihnya jadi sombong. Repot juga. Lalu gimana dong?


Buat wanita, itulah gunanya punya teman baik, teman curhat, melepaskan beban, lebih legowo, nrimo ing pandum. Buat pria, yang harus terkondisi tangguh dan kuat, itulah juga yang bikin rentan depresi lalu bunuh diri atau mengalami gangguan kejiwaan lainnya, karena pria itu susah curhat πŸ˜‘. Kurt Cobain, Sadeq Hidayat, Robin Williams, juga Alan Turing yang sering disebut-sebut sama pendukung lgbt. Alan ini milih mati daripada dipaksa jadi straight πŸ˜•

Lebih rumit ih, kalau ngomongin sama pria juga πŸ˜†. Kembali bahas wanita aja deh. Tak selalu semua wanita pasti setegar batu karang ya. Lihat kasus Whitney Houston, Mariah Carey, Marshanda, atau banyak lagi wanita di dunia yang memilih bungkam dan bertahan, padahal merasakan sakitnya minta ampun πŸ˜₯
Ada sejumlah wanita orang yang gak mau menikah karena sakit hati sama pria atau gak dibolehin nikah sama pria pujaan hatinya. Hiks, mendadak eling nasehat ini,
“Suatu hari nanti, kalau kamu jatuh cinta, jangan menangisi orang yang meninggalkanmu. Kamu kan gak tahu apakah dia juga menangis untukmu atau malah bersenang-senang.”
😐😐😐
Kalau udah terlanjur sakit hati, belum tentu juga nasehat itu mempan. Akal emang susah jalan pas sakit hati.

Beberapa kali di masa kuliah, aku dengar cerita teman wanita yang mengalami kekerasan waktu pacaran. Kami yang dengar tuh geregetan, nih manusia apa bukan sih, diktator banget, belum juga jadi suami. But she can’t runaway. Bisa jadi karena si cowok memang ‘sakit’. Si ceweknya, bisa jadi karena terlalu cinta sehingga takut ditinggalkan, diancam, atau sebab lain. Hey, we are the vice master of our mind and body, fight for it ☺

Menulis bisa jadi terapi pribadi ya, melepaskan beban di hati. Tak semua orang sanggup menulis, apalagi soal aib. Ya udah nulis aja apa yang dimau, biarpun itu berupa umpatan dan semacamnya, lalu robek-robek dan buang. Lumayan lega kan πŸ˜‰

Psikolog, psikiater, perlukah?

Kalau dirasa berat banget, iya. Lumayan membantu kok, bagi sebagian orang. Yang bikin repot kan kalau tak ada biaya, hehehe…

Kalau aku pribadi, lebih suka sama orang dekat yang tahu duduk perkara dari awal. Lebih nyaman. Tapi, kita mesti siap dengan ketidaktahuannya soal teori puk puk, teori untuk meredam emosi kita, kata-katanya bisa aja nylekit atau kurang pas. But don’t worry, there are people born to listen and to care, as good as a professional, although they aren’t ☺

Yang kemudian lupa kita telaah saat sakit hati berkepanjangan adalah main reason. Kira-kira ada gak sih alasan mereka, misalnya pacar memilih wanita lain, ayah yang selingkuh, ibu yang memaksakan aturan, teman yang berkhianat, dsb. Kita suka lupa bahwa manusia, selama dia itu bukan psikopat, punya kecenderungan jadi orang baik. Kita suka lupa bahwa manusia itu bukan gambar kertas atau patung, yang terdiri tas dua atau tiga dimensi saja. Dimensi manusia kan kompleks, otaknya aja rumit, pasti kan dia punya sejumlah alasan mengapa dia melakukan sesuatu yang mbencekno πŸ˜‰

Buat aku sih, misal nih, gak jadian dengan seseorang, yaah…we’re not meant to be, I have more precious life to go through. Itu aja. Masalah dia yang pernah kucintai kemudian jadi lebih baik atau lebih buruk, it has nothing more to do with me πŸ˜†


Kalau mikir, dia gak jadi nikah sama aku, trus hidupnya lebih buruk, alhamdulillah dulu kita gak jadian beneran. Oh…
Helooo, you’re not the only one in someone’s life 😈😈😈
Ojo dumeh, di atas langit masih ada langit. Ada banyak jalan menuju Roma. Ada banyak cara menuju bahagia.

Semudah itu kah?
Usaha, doa, usaha, doa, usaha, doa, terus aja begitu…
Jangan berharap keajaiban terjadi, kalau kita cuma meratap melulu tanpa usaha dan doa ☺

Ringkasnya begini:
🎯 Have a close friend or more. Orang yang bisa diajak curhat, meski cuma sekedar dengarin aja, itu sesuatu yang berharga lho ya. Lebih sehat (buat mental), punya teman sedikit tapi memahami, daripada banyak teman tapi asal. Buat wanita, masalah apapun saat dikeluarkan dalam bentuk curhat atau omelan, otomatis deh terasa lebih ringan πŸ˜‰

🎯 Kalau belum sanggup curhat, menulis aja sampai tenang. Pokoknya harus ada yang dikeluarin. Hati ini kan sarang setan, setannya kan harus digosok biar pergi. Marah jengkel itu manusiawi kok, asal tahu tempat. Kalau lihat di film-film itu, silakan ngomel ke laut lepas, marah-marah waktu lihat pacuan kuda atau di mana aja yang orang gak bakal balas ngomel balik πŸ˜†. Di Mexico tuh ada pertandingan gulat yang tiap orang diwajibkan ngomong kasar. Kalau gak kasar, percuma datang. Lumayan kan buat melepas jengkel πŸ˜‰ Kalau di sini gak ada, masih ada hutan, gunung, lembah, atau mungkin mukulin bantal sampai isinya berhamburan πŸ˜‚πŸ˜‚
The more grown up you are, the more you know how to put up with your pain, wisely.

🎯 Lakukan penyelidikan kenapa ini bisa terjadi. Biar tahu dimensi lain dari sebuah alasan kenapa dan bagaimana bila. Biasanya, perasaan akan jadi lain kalau kita ubah sudut pandang. Coba deh πŸ˜‰

🎯 Gantungkan pada tali yang tak pernah putus, namanya tauhid, keesaan, yang menjadi penyedap rasa pada setiap keputusan yang ada. Jangan jumawa, kapasitas mental dan fisik kita itu terbatas, mengapa juga harus membuang energi dan waktu untuk membenci orang lain seumur hidup, sementara yang dibenci cuek bebek geal geol seolah nothing has ever happened 😈 Please, we all deserve our own happiness πŸ˜‰

🎯 Jika sanggup, do something extremely good kepada yang bikin kalian sakit hati πŸ˜‰
Ada nasehat baik,
“Tersenyumlah pada orang yang juthek sama kamu, tunjukkan bahwa kamu tak terpengaruh dengan kejuthekannya.”
Ajaib, rasanya jadi lebih ringan memang. Ajaibnya lagi, di jaman kerja dulu, orang yang dulunya juthek sama aku, jadi baik-baik sendiri tuh, tanpa bantuan sihir. Eh…
Kalau ternyata gak sanggup atau masih bikin kita juthek juga, ya udah, saatnya bersujud. Bukaaan, bukan sama dia yang bikin sakit hati. Tapi mendoakan dia biar kecebur sumur, eh… πŸ˜„πŸ˜„ Mendoakan yang baik dong, semoga dia gak juthek lagi, semoga matanya semakin bersinar penuh kebahagiaan, semoga yang baik-baik aja lah.


Remember, we are the vice master of our mind and body πŸ™‚

Sesuatu yang buruk mengandung pembelajaran.
Sesuatu yang baik mengandung cobaan.
Menentukan yang buruk dan yang baik, ya dengan belajar dan mencoba πŸ˜‰

Yuk, try to pass the past!
Good luck!

GambarΒ patah hati

GambarΒ menulis

GambarΒ eskalator

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s