Dads In Kungfu Panda

Kai, sahabat baik almarhum Master Oogway, bangkit dari alam roh. Dia menyerap tenaga dari para ahli kungfu dalam bentuk giok. Maunya dia menyerap chi paling besar, yang konon ada di desa panda.

image

Semua kawan Po, bahkan Master Shifu menjadi tentara giok si Kai, yang gondrong dan wajahnya mirip dengan Dennis Rodman, hehehe…

Suatu saat kedai Po kedatangan tamu yang mengalahkan rekornya makan bakpao. Tamu itu ternyata ayah kandungnya, yaitu Li Shang. Si ayah angsa cemburu. Menurut perkamen tua, kebangkitan Kai ini hanya bisa dikalahkan oleh kekuatan chi yang hanya dimiliki oleh penduduk desa panda. Li menyanggupi mengajarkannya pada Po, dengan syarat

si Po harus ikut ke desa panda. Si ayah angsa yang cemburu, ikutan juga. Katanya sih, takut Po kelaparan 😈😈

Perasaanku udah mulai gak enak deh, waktu si ayah angsa dan ayah panda ini ngobrol lalu bersatu sebagai para ayah. Gak perlu pakai teori buruk sangka atau lainnya. Pastinya ide bahwa memiliki dua ayah adalah sebuah identitas yang sedang dikenalkan dengan begitu halus. Bahwa ayah-ayah pun bisa bekerja sama, tak harus ayah ibu. Jadi ingat Neil Patrick Harris dan pasangannya 😑 Bahkan Po sendiri mempertanyakan apakah dia benar seekor panda.

Do you think what I think? 😉
No, no, I’m just being silly and freak 😋

Well, aku tak akan membahas lebih jauh seperti halnya situs-situs provokatif itu yah. Bisa aja dalam benak anak-anak yang menonton, terutama yang belum bisa baca dan masih sangat lugu? memang tak ada pemikiran apapun seperti kita *ah elu kali Niar 😈*, yang udah terkontaminasi berbagai pengetahuan berbayang. Mana benar mana salah, serba rancu.

Selama aku nonton film kartun apapun (I’m a cartoon-freak), tak ada kartun, terutama Disney yang murni untuk anak-anak. Selalu melibatkan simbol. Simbol apapun dalam bentuk yang sangat halus. Penanaman simbol itu sebenarnya udah dimulai sejak kartun hitam putih ya. Dulu sih gak ngeh, semua jadi obvious and also scary, gara-gara aku kebanyakan baca soal illuminati dan sedhereknya 😂😂😂

Ntar ya, kalau sempat dan kuat, akan kutunjukkan beberapa bukti kartun on the spot. Cukup baca beberapa situs terpercaya, nanti akan kelihatan kok, seperti apa dunia kita 😉
Eh, ala cenayang beraksi…

Kembali ke kungfu panda.

Sebagai penggemar kartun yang udah mulai sepuh, aku mulai merasa silly dengan kreasi para kartunis ya. Frame berpikir kartun adalah bagaimana memanusiakan mereka dengan menyematkan akal dan pola pikir manusia pada makhluk hidup selainnya. Semisal hewan jadi jago kungfu. Bukannya hewan itu diciptakan  sesuai dengan daya tahan habitat masing-masing. Lucu kan ya :D:D Cuma manusia yang dilahirkan telanjang tanpa dikasi sisik, duri, bisa dan sebagainya, karena dia punya akal. Well, demi hiburan, akal pun jadi kebolak-balik sih 😆😆 

Nonton sama anak-anak, harus berpikir secara anak-anak. Selebihnya fine aja sih. Idenya hampir sama. Setelah inner peace di Kung Fu Panda 1, kini ada chi. Bahwa setiap orang punya kekuatan uniknya sendiri yang bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Banyak adegan baku hantam (judulnya aja Kung Fu ya…) dan hampir bermesraan. Tumben ya, kalau lihat posternya, kupikir Po menikah dan punya banyak anak. In fact, muatan kasih sayangnya bukan ditekankan pada cinta lawan jenis. Soal adegan kekerasan dan baku hantam yang banyak itu, tergantung pada madzab parenting mana yang dianut 😆

Selebihnya lucuuu, gak pakai terjemahan pun, anak-anak dan orang tua bisa cekikikan 😄😄

Is it recommended?

Hehehe, up to you. It’s only my personal review, not really a dish to chew 😉

Gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s