Juara Tiga

“Bubun, aku mau juara satu,” rengek Shena beberapa hari sebelum lomba mewarnai.

Shena dan dua orang temannya mewakili sekolah, untuk ikut lomba mewarnai sekabupaten Sidoarjo.

“Kita bersenang-senang saja, ikut lomba, pengalaman baru, gak menang gapapa,” kataku.

Santai atuh, nak :):)

“Tapi aku maunya dapat piala,” rajuknya lagi.

😴😴😴

Aku diam sejenak. Biasanya kan orang tua yang lebih ambisius pengen anaknya begini dan begitu. Lha ini kebalik 😆 Tapi aku juga gak pengen mematahkan semangat juangnya. Gimana ya, mikir dengan cantik dulu 😇😇

“Biar juara, apa yang harus dilakukan Shena?”

“Mewarnai terus,” jawabnya.

“Tapi jangan lupa berdoa juga ya, minta sama Allah supaya harapan Shena terkabul.”

“Ajarin ya, Bubun,” tukasnya mantap, seperti halnya saat dia memohon  baby Lila 😉

“Ya Allah, berilah peringkat yang baik kepada Shena. Berikanlah kami kelapangan hati untuk menerima hasil lomba. Amin…”

Aku bingung mau berdoa apa. Harusnya optimis dan khusnudzon kan ya, tapi aku belum bisa memetakan kuat-lemahnya Shena menerima kenyataan.

Get real ajah, berdoa lalu berusaha.

😎😎😎

Sebelum berangkat, aku ajak dia solat dua rakaat.

“Katanya mau menang, ayo solat dulu, minta lagi sama Allah.”

Lalu kami berangkat, bersama Moldy yang terpaksa membolos karena tak ada yang bisa nungguin dia sekolah hari itu.

Shena serius sekali mengerjakan mewarnainya. Biasanya dia merengek jika aku tak nampak di dekatnya. Kali ini dia cuek, fokus pada kertas gambarnya. Aku…sibuk mengawasi Moldy yang mencoba panah bambu yang baru dibelinya. Bergaya ala pemanah ulung. Lalu bersama seorang anak laki yang baru dikenalnya, sibuk mengejar cecurut yang terjebak di antara mobil-mobil yang diparkir. Indahnya duniamu, nak 😍😍

image
Shena di tengah

Senin pagi, dua hari usai lomba, aku ingin mengajak Shena melapangkan hatinya, hasil apapun itu adalah proses belajar. Lain waktu kita bisa coba lagi. Tapi kan dia masih anak-anak ya, diajak mikir proses belum paham. Hobinya nanya ‘kenapa’, tanpa peduli apapun jawabannya 😬. Kalau kuajak ngobrolin itu, pasti yang dia ingat cuma keinginannya dapat piala. Ya sudahlah, segera alihkan perhatian, jangan bicara apapun tentang lomba.

“Bu, mbak Shena dapat peringkat ketiga,” lapor ustadzah saat aku tiba di gerbang, mengantarkan Shena.

Alhamdulillah, yuhuuu, tugas moralku agak ringan.
😚😚😚

“Alhamdulillah, akhirnya dapat peringkat juga ya nak,” kataku ikut bahagia.

image
Senyum berpiala

Senyumnya merekah.

“Bu, Shena kurang rata mewarnainya, masih ada bagian putih. Coba kalau rata, pasti bisa juara dua atau satu,” saran ustadzah.

Hehehe, aku mah udah bersyukur banget dia bisa langsung dapat peringkat untuk lomba pertamanya. Aku bahagia karena akhirnya nemuin sesuatu yang bisa diarahkan sebagai kesibukannya selain sekolah ☺☺

“Siap-siap untuk lomba lagi bulan April ya,” pesannya lagi.

Insyaallah.
Bismillah semoga bisa lebih baik, semoga bisa nambah ilmu dan pengalaman lagi. Amin.

;););)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s