‘RIP: ABM3’

*diperkirakan* Rest In Peace: Alat Bantu Mendengar Milik Moldy
😭😭😭

Aku dan Jemi udah lama berwacana mau ganti alat bantu dengar buat Moldy, mau memilih yang digital. Dia udah mulai agak paham kebutuhannya akan suara, mengenali beberapa suara, mengetahui kalau alat bantunya tak boleh jatuh atau basah. Siapa tahu dengan gantinya alat, dia bisa lebih baik lagi. Allah yang Maha Baik, kami dapat rejeki lumayan, lalai, malah dialokasikan untuk kebutuhan ini itu, hingga Allah pun memberi semacam sinyal untuk segera ganti 😆

Is it?

image

Malam itu, aku nonton demo memasak di yutub bersama Shena. Gawaiku sebenarnya jarang buat yutub, sedang ada perlu 😆. Boleh sih game, tapi koneksi off. Moldy marah karena dia tak boleh lihat. Saat video demo sudah habis, lha kok linknya mengarah ke recently uploaded dengan gambar tak senonoh 😮 Aku udah sempat menyelamatkan Shena dari melihatnya, jadi aku tak mau Moldy sempat melirik.

Dia marah, protes, lari ke kamar mandi, menarik alat bantu dari telinga lalu menenggelamkannya ke bak mandi, tanpa ampun.
😭😭😭

Gantian aku yang marah 😠 Sebelum berlebihan, alhamdulillah masih sadar, aku segera ambil langkah diam. Percuma marah, ya mending diaaam aja 😷
Yaaah, ‘harga’ Moldy jauh lebih mahal daripada alat seharga berapapun. Jengkelnya, kesalahan itu dilakukan saat dia udah paham 😕

Moldy memohon-mohon maaf, merayu, memelukku, mengelus pipiku. Ini anak, kayak lagi merayu pujaan hatinya aja 😄 Aku tetep cuek sampai kami semua ketiduran.

Saat hujan atau mau main air, Moldy udah tanggap kok, dia angsurkan alatnya padaku. Pernah alatnya jatuh waktu dia dibully anak-anak SD komplotannya Esteban, dia tunjukkan alatnya padaku dengan wajah sedih, takut aku marah. Pas dia sregep belajar suara, dia yang selalu mengingatkanku untuk memasangkan alat padanya sebelum berangkat main. Saat di WBL beberapa waktu lalu, alat yang dianggap masih skala murah dan ora ndayani itu berfungsi dengan begitu baik. Temannya jejeritan di balik tirai, Moldy menarik-narik tanganku sibuk mencari, menghampiri suara ke arah yang tepat. Biasanya di luar ruangan, terlalu banyak distorsi, proses merespon suara agak lama, bahkan tak bereaksi blas 😍

Huaaa, ini kok kayak jadi merekam sejarah ya :'(:'( Banyak sekali kenangan kebaikan dan hasil dari usaha kami berdua. Tentu, bukan aku saja yang bekerja. Moldy juga cukup berusaha, dia hanya belum cukup dewasa dan paham dengan harapan kami.

image

Di pagi yang agak berat, kami sama-sama berusaha menahan diri untuk tidak marah berlebih, sementara Moldy juga berusaha lebih patuh dan…menahan napsu tantrumnya. Hehehe…selalu ada makna positif dari insiden apapun bukan 😉

Berkenaan dengan ini, aku ingat tiga kisah sekaligus.
Pertama, kisah anak yang dihajar orang tuanya sampai cacat, karena dia ‘menghias’ mobil baru mereka dengan sayatan yang membekas dalam.

Kedua, kisah ayah yang memutuskan jalan kaki dari kantor ke rumahnya, karena anaknya berbohong. Anaknya janji menjemput ayahnya segera. Tapi dia malah bersenang-senang dulu dengan temannya, lalu telat menjemput dengan mengatakan alasan yang berbeda. Si ayah bukannya marah, tapi malah merasa bahwa ada yang salah dengan cara dia mendidik yang menghasilkan anak pembohong. Si ayah memutuskan jalan kaki dari kantor ke rumah. Dengan penuh perasaan bersalah, si anak membuntuti dengan mobil. Rayuan apapun tak digubris oleh ayahnya sampai mereka tiba.

image

Ketiga, nasihat dari ibu Elly Risman, tentang sebaiknya kita ‘mengumpat’ anak dengan kata positif saat mereka berbuat salah. Bener juga kan ya, kata-kata itu doa, apalagi dari orang tua ☺
Aku coba praktekkan ini dalam beberapa hari. Susah juga euy, ujian punya anak spesial itu kan datangnya setiap saat 😇

Cerita pertama dan kedua, aku tak tahu kebenarannya, tapi ambil sisi positifnya aja. Aku tak mau kemarahan berlebih yang tujuan utamanya memuaskan hawa napsu, dan bisa berakibat trauma pada Moldy. Sebagai orang tua yang masih terus sinau, bisa jadi ada kesalahanku yang tak kusadari. Ini waktu sentilan kayaknya. Ah, karena gawai juga ya :?😭

Pagi selanjutnya, hari pertama Moldy sekolah setelah libur hampir seminggu. Jemi mengganti baterai lalu mencoba alatnya, ngiiing… Subhanallah, alat itu berfungsi, meski sudah tenggelam beberapa detik tadi malam 😰

Masih tak percaya, aku memanggil Moldy, dia menoleh.

😙😙😙

Alhamdulillah, masih boleh bertahan di bulan ini. Bulan lain? Hmm, bismillah…

☺☺☺

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s