AVT In A Glance

Materi utamanya berasal dari seminar AVT untuk orang tua, dengan pembicara Cheryl L. Dickson, tanggal 23-24 Juli 2016. Supaya lebih mudah membacanya, ini saya tuliskan Q and A ya. Informasinya campuran, dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat ☺

Apa sih pengertian dari AVT?

AVT adalah singkatan dari Auditory Verbal Therapy. Sebuah metode pembelajaran bagi anak tuna rungu, yang menggunakan alat bantu dengar atau implant.

Kapan sebaiknya mulai terapi AVT?

Sedini mungkin. Karena anak harus segera mengenal suara, lalu bisa melewati fase telinga anak (mendekati) normal, dengan semaksimal mungkin. Bayi normal sudah bisa mendengar sejak dalam kandungan, jadi bisa anda hitung sudah berapa lama anak anda tidak mendengar suara. Di luar usia biologisnya ya.

Seperti apakah terapinya?

Berbeda dengan terapi wicara yang melatih artikulasi dan cara bicara, AVT memusatkan pada ‘normalitas’ telinga, karena telinga sudah mampu menangkap suara dari luar melalui alat bantunya. Terapi melatih kepekaan pada suara, mengidentifikasi, kemudian memaknainya.

Bukankah anak sudah memakai alat bantu, kenapa dia tak langsung bisa mendengar?

Mendengar adalah kemampuan tingkat tinggi, di atas kemampuan visual. Jadi harus dilatih, supaya telinga yang biasanya tidak bekerja, jadi terbiasa. Beda dengan telinga normal, yang bisa bekerja tanpa harus disuruh ya. Karena itulah, memakai alat bantu dengar tanpa dibantu terapi, terutama AVT, ya pencapaiannya sangat lambat bahkan bisa berhenti.

Bukankah anak tuna rungu (juga hampir semua kebutuhan khusus lainnya), kebanyakan keras kepala, bagaimana caranya memakaikan alat bantu?

Ada dua hal penting yang mesti dipahami, ada anak yang bisa pakai alat bantu, ada yang tidak. Tapi itu semua tergantung niat orang tua, ingin membiasakan dengan alat atau tidak. Jika anak tak berkenan menggunakan alat, harus dicari kenapa. Apakah karena alat yang kurang nyaman, alat tidak berfungsi maksimal, ada bagian dari organ wicaranya yang memang tidak merespon dengan alat sehingga perlu treatment medis, dan masih banyak lagi. Sebagai bahan pertimbangan, kebiasaan baru memiliki masa toleransi antara 30-90 hari. Semisal anak autis yang berdiet pada suatu bahan makanan tertentu, akan diamati perubahan perilakunya dalam rentang waktu itu, demi menyimpulkan respon tubuh terhadap diet.

Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan seorang ibu yang berusia sekitar 50an, menggunakan alat bantu dengar. Dia menjadi tuli karena kecelakaan. Dia ceritakan bagaimana rasanya pertama kali pakai abd.
“Perutku rasanya diaduk, bising banget. Rasanya gak enak, mending gak denger aja lah.”

Jadi pahamilah dulu bahwa dunia yang dulunya sunyi, juga butuh waktu menuju suara. Penolakan pasti ada, tapi pertahanan juga harus dibentuk. Jika anak sudah mulai terbiasa dengan suara, maka dia akan memiliki ketergantungan pada alat bantu. Saat anak sudah kooperatif dan mulai mengenal suara, akan memudahkan terapis dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Ada ibu yang membiasakan alat bantu dengan cara minta bantuan kepada teman baiknya supaya memakai alat bantu yang sama, sehingga si anak spesial tidak merasa rikuh. Ada juga yang memberlakukan hukuman jika anak tak mau memakai alat bantu. Ada juga yang menjanjikan reward jika berkenan memakai alat bantu pada waktu yang telah ditetapkan.

Berapa lama terapi dan bagaimana hasilnya?

Tak ada yang tahu. Tergantung kemampuan anak, peran serta orang tua dan terapis. Tak ada jaminan 1-2 tahun terapi bisa membuat anak langsung bisa bicara. Seperti halnya tak ada jaminan di mana anak kita nantinya bersekolah dan mencetak prestasi.

Terapi sebaiknya setiap hari. Ilmu dari terapis yang seminggu sekali itu, diulang oleh orang tua di rumah.

Di mana anak spesial dengan alat bantu/implant bersekolah?

Sebaiknya di sekolah inklusi atau umum, menyesuaikan dengan kemampuannya. Jika belum mampu, bisa di SLB dulu, dengan catatan sekolahnya juga memprioritaskan pada kegiatan dengar dan wicara. Jika belum ada perubahan dan perkembangan, jangan dipindahkan dulu sampai ada kemajuan. Usahakan komunikasi dan konsultasi dengan guru dan terapis yang bersangkutan, sehingga hasil yang diinginkan bisa mendekati sempurna.

***

Demikian sekilas mengenai AVT, semoga bermanfaat ☺

–>

Advertisements

One thought on “AVT In A Glance

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s