Narkolema (2)

Sudah tahu kan soal Elsa dihamili Spidey? Permainan bisa diakses bebas di yutub. Kenapa setelat ini? 😯 Bukannya Upin Ipin sudah ada versi begituannya, menurut Elly Risman. Kenapa tidak berhati-hati lebih awal? Kenapa yutub (yang menurut saya adalah sarang penyamun buat anak-anak), bisa diakses bebas tanpa pengawasan? Kenapa dibiarkan sampai ada korban yang terperosok, baru bertindak? Kenapa? Kenapa? Kenapa? 😤

Siapa sih yang bilang Frozen itu cerita anak? Karena filmya kartun, bukan berarti layak konsumsi buat anak-anak. Publik, terutama orang tua, sudah banyak terkelabui oleh kenyataan semu itu. Sebagai orang tua, selain belajar ilmu parenting, anda juga harus mulai menyukai kartun jika sebelumnya tidak suka πŸ˜‰

Berhubung saya kartun mania, saya bisa ikutan asyik menemani anak-anak nonton. Dipadu dengan sejumlah teori konspirasi ala Google University, taraaa, jadilah kepanikan lokal yang pernah bikin saya gelisah tak bisa tidur πŸ˜•

Di antara efek positif dan negatif, kebanyakan baca soal konspirasi dan illuminati, saya jadi mengenali sejumlah pola di film kartun. Sebagian saya utak atik sendiri, sebagian saya ‘pinjam’ dari mata anak saya, Moldy. 

Kata kuncinya, segala hal yang berhubungan dengan seks, entah itu hubungan vulgarnya, alat kelamin, dan semacamnya; akan disisipkan sehalus mungkin. Disney sendiri sudah memberikan pernyataan terbuka mengenai beberapa gambar yang dianggap mengarah pada alat kelamin pria atau wanita. Seperti menertawakan iya tidaknya, bukan menganggapnya sebagai suatu yang serius πŸ˜•

Karena penasaran, saya ikutan mengamati setiap detail film kartun, terutama Disney. Nah, saya skip adegan di film Incredible dan Rio yang menurut saya tak pantas dilihat anak-anak. Ternyata saya kalah teliti. Moldy menirukan sesuatu aneh yang di sekitar film, yang bahkan bukan fokus scene yang berlangsung 😑

Penasaran, saya ubek-ubek Thneedville dari Illuminati Production, mencari anagram dari judulnya dan tak menemukan, hanya ada devil, evil, live the elden (apaan artinya). Minion saya tak sempat nonton. Barulah di film Despicable Me, udah jelas banget, komplit sudah seven deadly sins di situ. Sudah ada yang membahasnya ala ‘diktat Universitas Google’, sebagian besar malah saya utak-utik sendiri, hehehe…

Kartun hanyalah kamuflase hiburan yang lebih tepat dinikmati bagi orang dewasa. Kini sudah jarang sekali kartun yang benar-benar untuk anak-anak. Lha masak kartun sudah membahas soal hubungan fisik, selingkuh, dan gosip tetangga, ckckck… Seperti halnya sudah hampir tak ada lagu untuk anak. Bahkan Indonesia Idol Junior pun menyanyikan lagunya Noah, Afgan, Nidji, Setia band, mana ada band anak 😐 

Coba dilihat ulang deh, bagian mananya dari Frozen yang khusus buat anak-anak, selain bagian awal? Menduduki tahta kerajaan, Ana jatuh cinta yang salah pada Hans ternyata malah haus kekuasaan? Baguslah kalau Elsa hamil, berarti dia bukan frigid atau lesbian seperti yang pernah diisukan para punggawa hoax itu. Lha kan di film, apapun yang dia sentuh jadi es.

Kabarnya, ada banyak adegan begituan dari para tokoh kartun dan superhero. Adegan seperti itu kan naluri sejak jaman purba, yang diramu dan (katanya) dijadikan seni sesuai dengan perkembangan jaman dan pengetahuan. Android dan kemudahan berselancar sudah sejak berapa tahun ya, sudah lama banget. Sudah banyak menghasilkan ‘lulusan’ pecandu narkolema, narkoba lewat mata. Naudzubillah… πŸ˜•

Para hacker dan pecandu itu sudah mengembangkan imajinasi, jauh dari yang bisa kita bayangkan. Coba deh, apa sih bayangan terliar anda, lalu search di google, dan temukan bahwa ternyata jauh lebih banyak orang yang lebih liar daripada anda. Seperti itulah narkolema bekerja 😯 

Setelah dapat ‘kuliah onlen’ soal parenting versi Elly Risman, saya memberlakukan pembatasan acara tv, menemani anak-anak melihatnya sehingga saya bisa memilah mana yang layak atau tak layak tonton. Ini agak susah ya, karena versi Dono Baswardono malah questioning, kenapa adegan mesra ditutupin, tapi adegan kekerasan dibiarin. Fyi, saya pernah beberapa kali jadi korban smack down sepupu dan keponakan. Entah karena naluri cowok atau karena mereka melihat kekerasan terlalu banyak. Susahnya lagi, karena banyak iklan yang mengumbar aurat semena-mena, yang bisa merangsang naluri lelaki mendewasa lebih awal 😑

Ambigu kan ya, membatasi yang penuh kekerasan atau yang penuh kemesraan dini :?. Ini menandakan bahwa racun itu sudah seperti udara, kita seringkali butuh napas buatan untuk bisa membedakan mana udara buruk dan mana udara baik πŸ˜₯

Harus bagaimana?

Monggo baca dulu 11 Pilar pengasuhan yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber. Jika garis besar itu masih belum cukup menjawab kegundahan anda, anda bisa coba konsultasi pada ahli yang terpercaya. 

Kita semua masih berusaha, dan waktunya pun tak panjang. Semoga tak sampai salah melangkah ya. Jika salah melangkah, semoga segera diberikan solusi terbaik. Amin. 

Gambar Elsa

–>

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s