Pegang Teguh!

Sudah jamak, saat belajar agama lebih baik, ada kesombongan menyeruak tanpa kita sadari. Merasa kita berada dalam lingkaran paling aman, merasa agama yang lain jadi tampak lebih buruk karena si dia tak pernah ikut pengajian. Padahal, tak ada yang bisa menjamin kepastian khusnul khotimah dengan kehebatan ilmu yang telah kita pelajari 😥


Surga bukan kavling rebutan, seperti yang sering dijadikan bahan ejekan oleh mereka yang membenci muslim. Seperti halnya pesan sebuah hadist, bahwa sesama muslim adalah saudara, maka begitu pulalah lahan kepemilikan di surga. Rasulullah, memiliki syafaat untuk memohonkan ampun bagi pengikutnya, yang di dalam dadanya masih ada tauhid meski hanya sedikit. Ada dua kisah yang berbeda tentang syafaat ini. Di buku hadist Ushfuriyah, diceritakan bahwa beliau baru menggunakan syafaatnya ketika diingatkan malaikat. Sementara versi kajian singkat dari Ust. Hanan Attaki, Rasulullah lah yang pertama panik dan memohon kepada Allah ketika banyak muslim dihukum di neraka 😥 Manapun yang benar, shalawat dan salam untukmu ya Rasul. 

Kita dan teman kita bisa saling memberatkan atau saling membantu. Inilah pentingnya berteman dengan yang baik, karena hubungan itu berharga saat hisab nanti. Coba cari kajian ust Adi Hidayat, yang menangis di depan jamaahnya, ‘Tolong cari saya, jika anda tidak menemukan saya di surga. Sampaikan bahwa saya pernah mengingatkan anda tentang agama.’ 😥

Ust. Oemar Mita, menyampaikan sederet nama para hafidz yang akhirnya murtad menuju ajal 😥 Naudzubillah. Hafalan Alquran bagus, menolong muslim, sering berbuat baik; tak menjamin kelanggengan hidayah. Oh…

Kebetulan saya sering berkunjung ke laman-laman anti Islam, demi mengetahui mengapa mereka begitu benci atau mengapa mereka bisa murtad. Ikut agama pasangan, intimidasi, trauma dengan perilaku umat Islam, terlalu mengandalkan akal, terlalu bangga akan kemampuan diri, sampai yang paling menantang adalah terjawabnya doa kebenaran pilihan antara beragama Islam atau agama lain 😯

Gimana, anda yang Muslim, berani nyari-nyari lagi? Saya inshaallah enggak, semoga Allah menjaga niat itu sampai maut menjemput. Ust. Oemar Mita mengingatkan, jangan (terlalu) bangga dengan pemahaman beragamamu hari ini, selama hayat masih dikandung badan, setan masih bisa menggelincirkan kita. Membawa keyakinan itu berat, tapi pegang eratlah alasan kenapa-napanya. Dia yang Mahahalus, Mahateliti, tentunya sudah menyiapkan setiap ukuran mikroskopik alasan ☺

Pegang teguh hidayahmu, semoga dia bisa menjadi bekal terbaikmu dunia akhirat. Amin.

Gambar lampu 

Advertisements

One thought on “Pegang Teguh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s