2017: Puasa Si Spesial

Tahun ini tahun ketiga Moldy belajar puasa. Meski belum sampai maghrib, alhamdulillah, sudah sangat bagus mengingat dia berkebutuhan khusus 🙂 

Sudah tak perlu pakai reward es krim lagi. Dengan pengulangan tanpa henti dan lingkungan (masjid) yang cukup mendukung, saya tak bekerja sendirian 😉

Abaikan target ‘awang-awang’ di daftar itu ya 😁 Saya males bikin dua kali, sekalian aja bisa buat anak dan dewasa. Kalau bisa penuh, keren banget. Kalau banyak kosong, wajar dong ya, hehehe…

Sampai detik ini, Moldy belum paham apa itu puasa, tapi dia tahu harus menahan makan minum sampai jam 12. Dia mau menahan sampai maghrib sebenarnya. Berhubung dia masih sangat aktif bermain tiap sore, jadi belum bisa menahan haus. Saya sempat marah :?, lalu segera ingat bahwa dia masih belajar. Belajar harus disampaikan dengan (berusaha) sabar dan cara yang menyenangkan, supaya maknanya teresapi dengan baik. Lagipula masih banyak juga anak seusianya, yang tak berkebutuhan khusus, yang juga sama belajarnya kaan… 😉

“Jangan paksa, kasihan…” pesan Mamak, prihatin.

“Aku mengkondisikan, Mak. Bukan memaksa. Itu beda. Dia mau, tidak lemes, tidak semaput, tidak bekerja keras,” saya membela diri dan ini bisa berlanjut dengan adu mulut kalau saya tak segera mengalah 😁

Tipsnya: sebisanya, menjauhlah dari orang tua dan tetangga, saat anda membiasakan suatu pola asuh yang berbeda dengan mereka. Orang mikirnya kasihan dengan anak spesial, padahal itu malah melemahkan mereka. Harus dicoba dong, supaya tahu sampai batas mana kemampuan si anak spesial 😉

Di luar alasan dia spesial, benarkah kita mesti kasihan dengan alasan klasik, dia masih anak-anak? Emm…

Di tahun pertama, di usia 6 tahunan, Moldy hanya menahan sampai jam 10. Di tahun kedua, kadang jam 10 kadang jam 12. Sekarang di tahun ketiga, dia mau sampai jam 12, ikutan sahur dan mulai bisa menahan diri. Di awal belajar puasa dia masih suka protes dan saya istighfar aja jadi sasaran kemarahan. Sempat mau mundur karena jengkel banget, tapi ingat tujuan jangka panjang, ayok sabar lagi deh… 😑


Saat anak sudah tahu cara berinteraksi dengan lingkungan selain keluarga dan bisa diajak komunikasi (tak harus verbal), mestinya dia sudah siap untuk diajak belajar puasa. Kalau buat Moldy, sempat kepikiran juga sih, jangan-jangan saya yang terlalu awal ya…

Sebagai patokan ringan, ada beberapa anak normal yang sudah puasa penuh sejak usia 7 tahun. Well…

Lingkungan sekitar sangat berpengaruh ya. Moldy sudah hafal, kalau dia menahan makan minum sampai adzan dhuhur, berarti maghrib nanti dia bisa makan minum gratis di masjid 😁 Untuk Shena yang normal, saya sudah bisa menjelaskan kenapa kita puasa, kenapa tarawih, dan sebagainya. Namanya juga anak-anak, tetep dong, ada acara merajuk dan menawar biar gak puasa. Cape… Kebetulan kok teman-temannya sama belajar puasa, jadi saya tak perlu repot melarang kan. Sudah ada social control dari peer groupnya 😉

Manfaatnya:…..

Pastinya anggaran jajan harian berkurang dong. Hihihi, alasan yang sangat Bubun ini 😀 Moldy lebih bisa menahan marah ya, agak lemes, jadi tidur melulu. 

Seneng banget dia bisa cuek gak minta jajan, padahal temennya kanan kiri njajan semua. Agak gimanaaa gitu ya, saat dia mendekat ke anak yang makan mie, favoritnya. Saya tahu dia pengen banget, cuma gayanya itu loh 😂 Pada akhirnya, dia tak memohon (makan mie). Dia hanya memberi tanda semacam, ‘aku nanti bolehnya jam 12 ya’. Saya segera peluk dia dan mengatakan bahwa dia hebat bisa menahan keinginan 😍

Balik soal keprihatinan Mamak, saya jadi ingat share dari seorang teman. Entah sumbernya dari mana, tapi pas kok dengan kenyataan, inshaallah. Disarankan niat pada malam hari, sebagai bentuk komunikasi kepada tubuh untuk bersiap ‘berlaga’ melawan hawa napsu esok hari. Amunisi disiapkan saat sahur, sebagai bekal, secukupnya aja, jangan berlebihan. Setelah makan sahur, otak kemudian bekerja memerintahkan tiap bagian tubuh menjalankan fungsinya masing-masing supaya ‘menang dalam pertempuran’ hari ini, alias saat berbuka. Semua harus dikomunikasikan yaa, bukan asal demi ibadah 😉

Dalam kegiatan sehari-hari pun, saya berusaha memberitahukan lebih awal, semisal jika kami akan mengunjungi neneknya, pergi berenang, dan lainnya. Biar tidak kaget dan tak ada ‘pemberontakan’ 😁 Tiap malam saya sampaikan bahwa besok dia puasa, tidak makan dan minum sampai jam 12. Terkadang Moldy sendiri yang ingat, setelah sekian kali pengulangan 🙂

Puasa itu mendidik tubuh dan pikiran untuk menahan diri. Jika sudah dimulai sejak kecil, berarti tubuh bisa belajar lebih awal, sejak dini. Toh, puasa kan tidak tiap hari, hanya sebulan dalam setahun. Masih banyaaak jeda waktu untuk aktivitas lain ☺

Godaan terbesarnya: cuaca panas 😥 Itulah masanya saya berjuang dengan rengekan anak-anak yang merasa kegerahan dan ingin segera menyesap es teh di kulkas. Biasanya saya ajak mereka muter-muter naik motor sampai dhuhur tiba. Itu kalau waktunya kurang dikiiit lagi adzan. Kalau masih jauh adzannya, ya saya mengalah dulu deh. Boleh batal, sembari sounding bahwa besok jangan sampai kayak gini lagi ☺

Belajar puasa –> harus dong.

Dipaksa –> jangan ya.

Yuk…

Gambar es teh

Advertisements

One thought on “2017: Puasa Si Spesial

  1. Yߋu mean like onhe wе sing reeᴡard songѕ in Church??
    Larrdy reգuested and daddy nodded. ?Nicely I caan make սp
    a worship song.? So Larry jumpeⅾ to his feet and
    starteɗ to make up a song to a really bad tᥙne. ?Jeѕus iss so
    cool. Itts enjοyable being with God. He is the funnest Good anyon might have.?
    Larry sang very badly sso Leе had put his paⅼmѕ
    over his ears.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s