(H)Ayooo Menyalin

“Silakan share, tapi jangan copas,” begitu pesan seorang penulis di wallnya.

Di lain waktu dinyatakan, bahwa share adalah sebuah bentuk penghargaan pada si penulis karena menyertakan bukti kepenulisan asli, sementara copas tidak.

Well…

☺☺

Beberapa waktu lalu, saat terdesak dengan sebuah deadline penulisan artikel, saya mengcopas artikel di sebuah situs begitu saja, tanpa modifikasi apapun. Jelas, karena tak ada bakat kelihaian penjahat, dengan cepat aplikasi mengenalinya lalu admin menunjukkannya pada saya. Saya kena suspend, yang saya lanjutkan sendiri bahwa untuk sementara waktu saya tak akan asal mengambil job kepenulisan demi mengasah ketrampilan menulis. Memgasah bisa dengan banyak cara kan 😉

Ini memalukan sebenarnya, hiks, tapi pelajaran juga, tak boleh gegabah asal tulis tanpa pertanggungjawaban yang seimbang. Jika karya kita bagus, akan ada kemungkinan banyak orang menjadi pemuja dan pengikut kita. Kemudian dalam diri akan ada kecenderungan untuk mempertahankan reputasi, tanpa cela. Itu tak mudah, karena pada satu titik, ada kejenuhan dan kebuntuan yang tak bisa ditolak, bahkan hampir tak bisa diatasi, tapi publik tak mau tahu. 

Plagiasi bisa jadi jalan keluar 😐

Ada yang digunakan untuk mempertahankan reputasi, ada yang digunakan untuk mendongkrak image diri, ada yang karena memuja isi tulisan tapi tak bisa menyerupainya 🙂 Buat saya pribadi, karya sebagus apapun atas nama saya tapi bukan hasil karya sendiri, tetep cacat. Itu sudah terjadi di sebuah buku yang tak pernah saya tulis, tapi mencatut nama saya dengan lengkap 😕 Ada yang bilang, dilihat sisi baiknya aja, bisa membantu saya tenar. Ealah, tenar itu makanan jenis apa sih :mrgreen:

Ssstt, ada penulis berinisial TR yang memodifikasi status penulis berinisial NH. Keduanya sama-sama dipuja, berdasar derajat kelas massanya masing-masing. Saya pernah bilang kan, kualitas tulisan ikut menentukan kualitas komen yang berani tampil 😉  Tiap tulisan kan memiliki ‘mutant scanner’ dan penulis aslilah yang bisa mempekerjakannya.

Hasil tak akan mengkhianati proses, atau proses tak akan mengkhianati hasil? Hehehe, rancu, tapi dibolak balik pun semuanya benar, selama kita bisa mengambil ibrah dari setiap kejadian. 

Menurut Rhenald Khasali, istilah plagiasi hanya bisa digunakan untuk karya tulis ilmiah. Karena status medsos bukan ilmiah, ya wajar dong mengcopas. Ya wajar juga dong, lha wong selama ini pendidikan kita bersistem menjejalkan (memindahkan) isi buku ke dalam kita, bukannya bagaimana menjejalkan riuhnya pemikiran kita ke dalam buku 😐

Hampir tiap hari saya menerima informasi copas dari sumber embuh. Piye kita mau maju kalau kesukaannya mencopas tanpa mempertimbangkan benar tidaknya.

Tentang dia, aduh males kekinian ah, yang tulisannya memantik eternal flame dari dua kubu seteru, ahahai… sooo typical. Saya tidak trace soal kebenaran plagiasi apa tidak, sudah banyak para kepoik yang melakukan tugasnya dengan baik 😀 Ingat kan ya, kecenderungan kebanyakan dari kita adalah menjadi ‘mereka yang ikut melambaikan tangan saat kamera mengarah’ 😉

Sekarang coba diingat kembali sebisanya, apa tugas anda waktu SD? Kalau saya, menyalin catatan dari guru yang didiktekan atau ditulis oleh teman yang tulisan papannya bagus banget ☺

Apa tugas anda waktu SMP? Kurang lebih sama ya, ditambah tugas-tugas ilmiah, yang menjadi bibit generalisasi bahwa ‘anak yang pandai adalah mereka yang pemahaman eksaktanya bagus.’ Waktu itu Howard Gardner masih bikin penelitian kali yaa… 😁

Apa tugas anda waktu SMU? Saya mulai ketemu lebih banyak guru yang beragam, ada sebagian kecil yang bisa menghargai perbedaan pendapat. Beberapa kali saya dan juga beberapa teman menyampaikan pendapat, salah, tapi para beliau angkat topi memberikan apresiasi 🙂

Tantangan belajar paling nyata itu ya waktu kuliah. Pilihannya mengcopas dan memodifikasi esai teman yang lebih mahir dan telah terpatri pada cita-cita akademis yang agung, atau berjuang terseok memahami diktat bergebug-gebug, yang kadang pakai bahasa alien bersayap, susaaah dipahami 😥

Di situlah seni pendidikan. Berasal dari kata educatio, yang artinya mengeluarkan (pemikiran). Konsep kedirian (dalam pendidikan kita) yang masih amburadul, yang memunculkan kemungkinan bagaimana kita kurang bisa menghargai betapa beratnya mikir lalu nulis, lha kok dicopas begitu saja 😬

Curang tetep aja tak bisa dimaklumi, dalam ranah apapun, yang remeh sekalipun. Sampai batas mana hal yang dianggap remeh bisa terus dimaklumi? 😕 Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, hiks…

Jika anda seorang ibu atau pengajar, hargailah hasil karya anak, sesepele apapun. Itu penting. Copas (tanpa menyebut sumber) antara lain dilakukan karena tak yakin dengan kemampuan diri sendiri, lalu menggunakan hasil karya orang lain untuk diaku-aku 😯

Dengan menyantumkan nama orang yang menciptakan quote, misalnya, anda sudah memberikan apresiasi pada yang bersusah payah memikirkan dan menuliskannya. Orang yang merasa dirinya cukup berharga tak akan merasa jatuh saat dia berbagi rasa itu dengan orang (penulis) lain.

Begitu kan ya… 😉

Saya sangat yakin, tak ada penulis manapun di dunia ini yang langsung bisa menghasilkan karya dengan begitu ciamiknya. Selalu ada proses jatuh bangun, penuh coreng moreng kesalahan, yang menatah materialisasi pemikirannya hingga menjadi sesuatu yang bisa dipuja banyak orang ☺

Sebagai refleksi, coba kita mulai menghargai dan mengakui karya-karya kita yang jelek. Yang diksinya kacau, sumber pemikirannya dari entah siapa itu, titik komanya tidak pas, pakai singkatan salah kaprah, dan sebagainya. Kesalahan itulah yang berkenan menjadi ‘tumbal’ dalam perjalanan menuju terbaik ☺

Ya?…

Gambar dari pixabay

Advertisements

One thought on “(H)Ayooo Menyalin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s