Lomba Lumba

Kata ibunya Fawaz, salah satu juara hafidz Indonesia, lomba bukan untuk meraih kemenangan, tapi mendapatkan pengalaman. Bukan sekadar bersaing, Fawaz juga bisa belajar dari peserta lainnya, seperti Mashita yang buta tapi bisa hafal beberapa juz di usia 8 tahun. 

Minggu pagi (20/08) adalah lomba mewarnai yang diikuti Shena yang kesekian. Waktu TK dulu, saya cuma mendampingi sekali dua kali, lalu sudah. Ustadzah melarang anak didampingi supaya mandiri dan saya sepakat sekali. Di lomba pertama, Shena dapat peringkat ketiga dan itu jadi penggenjot semangat kami untuk bisa lagi dan lagi. Tapi yaaah, selanjutnya saya yang mesti memompa semangatnya agar tak lelah mencoba terus, karena kekalahan kemudian datang bertubi-tubi πŸ˜€

Lomba kali ini, saya minta bantuan les kilat dari ibu temannya Moldy untuk mengajari dan menilai hasil latihan Shena. So far so good. Saya udah niat mbandani dengan beli crayon yang agak bagus (biasanya ngandalin sekolah πŸ˜…). Pengen sih, menganggarkan Carandache, crayon terbaik yang kadang dilarang dipakai di beberapa lomba, karena terlalu cantik. Harganya seharga hampir sejuta untuk sekitar 48-60 warna. Bandingkan dengan Faber Castell yang tak sampai dua ratus ribu untuk 60 warna, atau Titi yang seratus ribuan. Dua nama terakhir sudah cukup bagus sih, tinggal mengasah teknik dan latihan terus menerus sampai mahir. 

Shena melambai tak percaya diri, apalagi melirik gambar di sekitarnya seperti ini

Ini yang dapat peringkat pertama

Dia semakin malas melanjutkan. Saya yang berkali-kali mengepalkan semangat dari kejauhan berasa hampa. Sebelum batas akhir dia sudah menyerah, tak mau menyelesaikan.πŸ˜‘πŸ˜‘

Melihat penampakan crayon dan peralatan si bocah yang mewarnainya bagus itu, saya tak heran. Semua lengkap tapi dalam kondisi kumel, berarti jam terbangnya sudah tinggi, latihannya berkali-kali. Bandingkan dengan Shena yang tiap latihan sering minta time out untuk bermain. Hihihi…

Beberapa orang tua sibuk menemani anaknya, melarang dan menyuruh ini itu, bahkan peraturan panitia agar mereka menjauh, tidak digubris. Jadi sebenarnya, siapa yang ikut lomba ya… Lalu apa sih tujuan mengatur anak-anak supaya bisa begini begitu… Ah embuh, uhuk, saya lagi masuk angin, jadi ngeloyor cari anget-anget sambil lihat ada diskonan apa di Giant πŸ˜„ Lagian mau menemani Shena juga tak bisa, karena pinggir arena sudah penuh dengan manusia yang sibuk mengomando dan mendikte anak-anaknya. Ckckck…

Nyempil moto di antara para ortu

Sesekali menengok dan menyemangatinya, saya melihat beberapa pola yang sama dari yang goresan warnanya bagus-bagus. Peralatan yang dipakai hampir sama: kain flanel, kuas cat, spidol putih, pensil warna hitam tebal, dan fokus. Hahaha, fokus ini yang jadi masalah utama Shena. Jam terbang kurang banyak banget πŸ˜‚

Sebelum waktu habis, dia menyerah dan mengumpulkan hasil goresannya. Padahal belum selesai. Alasannya,
“Kertasnya terlalu lebar, aku belum bisa. Latihan di rumah kan kertasnya lebih kecil.”

Ya sudahlah…
Apakah kita bertarung untuk (harus) menang, seperti moto salah satu petinggi negara kita πŸ˜‰ 
Saya sih sepakat dengan ibunya Fawaz, bahwa lomba untuk mencari pengalaman, kemenangan adalah bonus.

Dalam prakteknya, saya tak akan pernah mengomando anak harus begini begitu. Saat dia berusaha membuka botol minuman yang biasanya di rumah minta saya bukakan, saya pergi aja daripada kasihan melihat dia kesusahan.
“Bubun, aku tadi bisa lho, buka botol minum (segelan) sendiri, gak ada yang bantuin,” lapornya bangga 😊

Juga membiarkan dia berusaha untuk menentukan dan mengambil keputusan tanpa didampingi, menanyakan apa saja yang dia dapat dari lomba kali ini, serta menggali apa yang dia rencanakan untuk lomba selanjutnya ataukah dia menyerah begitu saja. Sebenarnya untuk poin terakhir, saya masih harus mendorong lagi, supaya mengasah kemampuan dengan terus ikut lomba πŸ˜€

Baiklah nak, Bubun harus segera menganggarkan dana untuk teknik yang baik dan latihan lebih intensif πŸ˜‰

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s