Dicari: Para Draft

20an tulisan saya sendiri dan 20an tulisan resensi untuk blog satunya, musnah diterjang digital vandalizer 😭

Syok sesaat, mohon ampun atas napsu yang meraung-raung, lalu mulai masa adaptasi. Sadarlah Bubun, tak selamanya hidup berpihak pada kesenangan kita. Meski firasat sudah menampakkan diri beberapa hari sebelumnya, tapi aksi selalu datang terlambat. Takdir…begitu kah…

Shena kembali memohon maaf, atas ketidaksengajaannya memencet pilihan untuk menghapus semua draft tulisan. Tulisan-tulisan yang saya coretkan saat ide melintas sembari mencuri waktu di sela menemani anak-anak bermain. Saya selalu ijin menulis, dan segera meletakkannya saat anak-anak protes atau terlalu lama mengabaikan mereka. 

Jika ada catatan real editingnya, tiap tulisan paling tidak mengalami masa godokan minimal lima kali, bahkan ada yang sampai puluhan kali, sebelum dia siap tersaji sebagai tulisan yang ‘aman’. Tulisan yang siap saya pertahankan dan pertanggungjawabkan secara real ☺ 

Sebelum kemarin, saya sudah menulis hingga 50an judul dan menghapus sebagian di antaranya sebagai acara perampingan dan pembersihan, tersisa 20an. Lalu mereka ikut merampingkan diri. Well, anggap saja tim digital janitor sedang mengerjakan tugas sebaik-baiknya 😒

Fyi, saya sudah menulis resensi buku 1453, Rumah Lebah, novel terbaru Rumania, beberapa novel milik teman; yang semuanya tebal minimal 200 halaman 😭 Harus baca lagi ya, biar inget lagi… Udah kok, saya udah mewek sampai pusing, memaafkan dan berusaha memaklumi semua, memeluk Shena yang mendekut penuh air mata dan rasa bersalah. 

Ini adalah kehilangan yang kesekian kalinya. Tak ada yang abadi, nyanyinya Ariel. Iya, demikian. Huaaa… 😭😭

Empat tahun lalu, di bulan Juli, Shena melakukan hal sama. Jari-jari mungil tak bersalah, yang tak paham mengapa satu sentuhan bisa bekerja begitu dahsyat, membahkan air mata, hingga membuncahkan amarah Bubun πŸ™ˆ

Tapi itu dulu. Kini, Bubun sudah tidak bisa marah lagi. Bubun percaya Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik. Permohonan maaf Shena, bahkan sejak dia hanya bisa mengucap ‘…nta aaw…’ adalah perhatian terbaik yang tak bisa didapat begitu saja 😒

“Bubun, aku tadi mendoakan supaya Bubun dan Yayah diampuni dosa-dosanya, lalu kita semua masuk surga bersama-sama,” hiburnya. 

Perih mata ini… Bubun berpikir bagaimana caranya menggali ide-ide yang lenyap itu agar kembali, dia sudah memikirkan lebih jauuuh…

Yuk, mari, ikhlaaas…

Gambar dari sini

Advertisements

4 thoughts on “Dicari: Para Draft

  1. Saya nulis draft nya di google docs Bun. Jarang dibuka Bocah… Cuman kalau editing ke wordpress agak sulit emang. Tapi pengalaman buang draft memang bikin sesek. Hehehe.. Kalau ada HP suami, setelah buat di docs sharing ke suami. Jadi 2 hp bisa jadi backupan. Kalau sudah siap, tinggal copy paste ke wordpress. Dah gitu aja saran saya.

    Like

      1. Emang kalau belum nyoba fasilitas google, ngakunya ribet. Haha. Padahal lebih susah bikin wordpress lho, serius. Memang ada rencana bikin tulisan tentang googleApps sih. Nanti bisa dicoba Bun.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s