Prov-Antiv

Dengan information-overwhelmed, saya jadinya malah males mikir šŸ˜Æ

Moldy dan Shena, sebagai warga negara yang berusaha berpikiran baik dan benar, sudah disuntik vaksin MR (measles, rubella). Detail penyakit silakan googling sendiri ya…

Jika tak salah kira, Moldy menyandang ketulian karena virus rubella, yang kabarnya memang lebih suka sama ibu hamil. Pembawanya malah rapopo. Makanya, para pembawa inilah yang disuruh jadi ‘tentara’ yang berangkat perang, sehingga (diharapkan) efek samping rubella bisa dikurangi sebanyak mungkin. Sepakat tak sepakat (untuk vaksin) itu pilihan anda šŸ˜‰ Edukasi silakan, intimidasi jangan ya…

Jika anda kebanyakan kelayapan di timeline yang hobi ‘memainkan perasaan dan keputusan orang lain’, di situlah ujian anda sebagai pengakses medsos šŸ˜‚ Hayati lelaah, tapi kenapa nemuuu aja di timeline. Ini sebagian hasil kelayapan yang hampir bikin galau jiwa:

šŸ’£ Yang anaknya sudah menyandang autis, ada kekuatiran progress dengan sekian jenis terapi bisa menjadi regress. Vaksinnya tak masalah, namun pengawetnya mengandung logam berat, yang bisa memicu stimming, hiperaktif, dan lainnya, tergantung kondisi si anak juga. Tak semuanya ya, masih ada juga yang berbaik sangka dan menjalani vaksin. Itu masih ditambah paparan beberapa jurnal yang menyatakan bahwa vaksin ini buangan dari negara maju. Skrinsyut jurnal yang saya kirim ke Jemi, sukses dicuekin šŸ˜ƒ Karena Moldy udah berkebutuhan khusus, sempat ada kekuatiran sih, gimana kalau ada sesuatu yang memburuk. Berhubung kepala suku sudah ketok palu, bismillah…

šŸ’£ Yang kuatir dengan kehalalannya, menyatakan bahwa vaksin ini turunan dari si pinky. Tak dapat dipungkiri, setiap jengkal tubuh makhluk haram ini memiliki manfaat bagi setiap sendi kehidupan manusia. Begitu total spesiesnya memberikan kontribusi kepada seluruh umat manusia, mulai dari selongsong sosis sampai selongsong peluru (bayangkan!); saya berasa ingin kembali pada masa berburu dan meramu šŸ˜‚ Belum lagi soal isu bahwa label halal bisa dibeli pada sebuah harga yang pantas. Hiks… Induk utama dari pembuatan vaksin dari kekaisaran Ottoman. Masa sebelum peradaban barat mendunia, dunia Islam pernah mengalami masa keemasan di berbagai bidang, termasuk seni dan ilmu pengetahuan.

šŸ’£ Soal kehalalan ini, sudah disampaikan bahwa memang vaksin mengandung bagian tubuh si pinky, namun sudah melewati banyak proses sehingga sudah kehilangan sifat aslinya. Btw, nyambungnya agak jauh, tapi pupuk kandang dari hewan apapun itu secara agama, boleh lho šŸ˜‰

šŸ’£ Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa para ibu dengan tingkat pendidikan tinggi, banyak yang memutuskan untuk tidak memvaksin anaknya. Uhuk, jadi yang memvaksin anaknya adalah yang pendidikannya ecek-ecek šŸ˜Æ Eaa… Kalau saya sampai ngikutin ini, saya kuatir jangan-jangan ini bukan lagi soal kesehatan, tapi kuasa ego saya supaya dianggap highly educated.

šŸ’£ Alasan konspiratif, inilah favorit saya šŸ˜„ Lagi-lagi si yahudi yang dijadikan biang kerok, dengan alasan untuk menghabisi umat manusia secara bertahap. Hehehe, baik dari segi anti maupun pro, semua bisa kok dijadikan alasan konspiratif, tinggal cari bagian tersensitif sebagai peramunya aja kan.
Anda pernah lihat film John English, yang dibintangi si gokil Rowan Atkinson? Ada suntikan yang bisa bikin orang tiba-tiba jadi penurut lalu melakukan apapun di bawah sadar, sesuai bisikan si pemguasa. Jangan-jangan mereka ini terinspirasi Spongebob. Plankton juga memasang chip bikinannya ke awak Krusty Krab agar bisa mencuri resepnya Mr Crab šŸ˜
Kayaknya sih, Yahudi itu kaum yang jauh lebih panikan daripada penduduk dunia lain. Justru karena mereka tahu banyak sekali hal, pandai banget, tahu segalanya. Mulai dari pohon gorgod sampai kosher yang super halal mirip dengan pakem Muslim ā˜ŗ Oh ya, mereka juga vaksin kok.
Kalau anda merasa kuat dengan hentakan pemikiran, yuk ikut saya ke beberapa situs konspiratif mengenai bagaimana genosida itu diusahakan terperincinya, tentang begitu tingginya angka autisme dibanding tahun-tahun sebelumnya, antara lain akibat vaksinasi! šŸ˜Ø Saya tidak melanjutkan baca, udah adem panas, terlalu tahu tak selalu membuat kita paling baik dan paling keren kok. Saya memutuskan, rapopo lah dianggap lowly educated, eh… Jangan pernah abaikan pentingnya akhlak di atas pengetahuan apapun ā˜ŗ 


šŸ’£ Adanya KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi). Setahu saya yang cekak begini, semua barang yang masuk ke dalam tubuh kita butuh waktu untuk direspon, tak langsung begitu saja mengakibatkan kecelakaan. Meskipun demikian, itu tak bisa membenarkan alasan untuk menghujat mereka yang anti. Saya bisa maklum jika anaknya sudah menyandang kebutuhan khusus dan mereka memiliki ketakutan tersendiri akan sesuatu di nalar keresahan mereka sebagai orang tua.

šŸ’£ Mestinya sih, kita sebagai orang tua mendapatkan hak untuk tahu, kondisi apa yang bikin anak boleh/tidak divaksin. Apa sih gunanya vaksin ini, sekalian juga sosialisasi apa itu kebutuhan khusus. Bagian ini mbencekno buat saya sebagai ortu dari anak tunarungu. Seperjalanan kemanapun, selaluuu aja nemuin orang yang gagap soal kebutuhan khusus, padahal usia juga udah bukan anak-anak lagi šŸ˜Æ Pengetahuan bukan untuk menakut-nakuti, tapi memberikan hak kepada semua ortu untuk memutuskan apapun dengan sadar, bukan asal ikutan aja. 

šŸ’£ Alquran dan hadist adalah rujukan yang terlengkap bagi kehidupan muslim, tak ada vaksin di sana, adanya tahnik, bekam, rukyah, dll. Tentu, saya percaya, saya Muslim. Dalam petunjuknya, tak ada vaksin. Iya bener, di sana juga tak ada petunjuk bahwa bahan jersey abal-abal itu nemplok di badan, tak cucok buat gamis. Jadi? …..

šŸ’£ Presiden Trump yang rasis dan membenci Muslim itu juga antivaks. Posisinya yang antivaks ini dianggap lebih manusiawi, mengabaikan fakta lain bahwa dia menganut islamophobic. Hihihi, kayaknya saya nulis sesuatu yang ngaco deh šŸ˜„ Begitulah kawan, benci yang berlebihan itu menggiring kita menjadi bodoh, mementahkan statement highly educated tadi. 

šŸ’£ Headline surat kabar tertentu menayangkan mengenai korban yang berjatuhan akibat vaksin.
Ada beberapa dokter yang menyatakan bahwa anak/orang yang tingkat ekonomi dan intelegensinya di bawah rata-rata, cenderung lebih mudah terpengaruh dalam kejadian negatif. Saat itu yang dibahas soal kesurupan. Kesurupan dikatakan mudah terjadi pada anak yang kurang gizi dan anak yang mudah terpengaruh melihat temannya berperilaku demikian.
Sementara untuk kaidah jurnalisme yang mulai kabur (asal rating tinggi, dapat duit), bisa dipahami lah kenapa berita itu yang dijadikan ‘kepala’. Konspiratif ini, merencanakan makar pada pemerintahan yang sah šŸ˜„

šŸ’£ Kalau memang beda pendapat, mbok ya sudahlah ā˜ŗ Selalu ada anomali kasus dari pilihan terbaik sekalipun. Vaksin bukan tuhan ya, tapi sebuah bentuk ikhtiar umat manusia yang mendasarkan pada penelitian dan kaidah ilmu pengetahuan. Virus rubella bisa juga dari kotoran hewan, air kotor, ketularan, banyak. Ngeri juga kalau tahu efek rubella itu bisa mengakibatkan kelainan jantung, katarak, juga tuli. Anda yang anaknya baik-baik aja dan belum pernah ketemu atau berhubungan langsung dengan kami yang bersekolah di SLB, bersyukurlah. Yang berusaha mempersiapkan ‘tentara perang’, juga tak salah kan… ā˜ŗ

Sebagian emak-emak itu harusnya dididik jadi kader partai aja. Pinter banget je nyari bukti sana sini, bertahan dari serangan topan badai, demi membenarkan asumsinya yang anti atau yang pro. Saya ngelihatnya bukan jadi mana benar mana salah, tapi mana yang sedang mempertahankan egonya, mana yang sedang menyampaikan kasih sayang dan kepedulian šŸ˜ƒ

Saya tak mendampingi Moldy dan Shena saat mereka disuntik. Shena bilang dia merasa sakit, pengen nangis tapi malu, jadi ditahan. Moldy menunjukkan bahwa dia kuat dan dia tidak menangis. Alhamdulillah. Tapi beberapa saat kemudian, dia mulai merengek, menanyakan kapan dia bisa kekar dan bertubuh hijau seperti Hulk. Oalah… šŸ˜„šŸ˜„

Gambar suntik

Gambar piramida

Advertisements

4 thoughts on “Prov-Antiv

  1. Sebagai orang tua yang bertanggungjawab saya berusaha jg buat vaksin anak2 lengkap mbak. Betul mbak, ini bentuk ikhtiar yaaa
    Soal halal haram menurut saya udah cerita lama ya, krn MUI jg udah mengeluarkan dalil2 ttg vaksin2 buat anak, jd saya manut aja šŸ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s