FAQI-Kepo

Anak-anak
Sebenarnya, saya lebih suka jika anak-anak berani bertanya langsung, kenapa kok Moldy pakai alat bantu, kenapa dia belum bisa bicara jelas, dan kenapa-kenapa lain. Mereka kan memilih untuk berani bertanya daripada bisik-bisik dengan temannya seraya tunjuk sana sini, lalu memandang dari atas ke bawah. Yaaah, anak-anak pun sudah terbiasa rasan-rasan di depan orang yang bersangkutan ๐Ÿ˜



Saya tak marah dengan pertanyaan lugu atau sikap rasan-rasan mereka. Pertanyaan tanda kecerdasan, sikap rasan-rasan adalah teladan dari lingkungan ๐Ÿ˜‰ Saya akan jelaskan sesederhana mungkin, bahwa dia tak bisa mendengar seperti mereka, sehingga dibantu alat dan masih belajar bicara. Ada anak yang kemudian berlalu dan meneruskan bermain. Ada yang kemudian berusaha beradaptasi dengan Moldy, bermain bersama. Tak apa, selalu ada gerbang pertama yang harus dibuka, di tiap lingkungan baru yang saya datangi.

Awalnya saya agak jengkel ketika teman-teman normalnya malah ikut bicara ah uh ketika berkomunikasi dengan Moldy. Namun melihat mereka perhatian dan berusaha untuk menyesuaikan, rasanya jadi beda. Eh, mereka mau gitu ya, ngoyo bicara ah uh sambil pakai gesture tubuh sana sini supaya Moldy paham ๐Ÿ˜€

Orang Dewasa
Lain anak, lain lagi orang dewasa. Berurusan dengan orang dewasa yang kepo, jauh lebih rumit. Persepsinya lebih beragam. Ada yang jadi iba sampai menangis terharu. Ada yang (kayaknya) ngece kok bisa dikasi nasib kayak gini, dulu apa sih kesalahan kami. Tak kurang pula yang menggurui harusnya begini begitu, seolah saya tak pernah berbuat apa-apa sejauh ini. Yang paling bikin helooooo…adalah yang krik…krik… dan yang super kepo tapi tak jelas tujuannya apa ๐Ÿ˜‚

Orang krik krik ini adalah orang yang kamitenggengen saat saya memberikan ‘penyuluhan singkat’ mengenai apa itu kebutuhan khusus. Ekspresinya nano-nano, seperti di antara kasihan, nyukurin, ih kamu aneh, untunglah anakku gak kayak gitu, kamu kok santai gak ngapa-ngapain, dan semacamnya; namun tak diwujudkan lewat kata-kata. Cuma ekspresi ๐Ÿ˜ˆ

Lain lagi orang kepo. Mereka memiliki berbagai macam cara yang sudah menunjukkan bahwa mereka sangat kepo, namun hanya sedikit yang benar-benar menyampaikan motifnya baik-baik.  

Kalau lagi males pidato atau merasa juthek dengan raut muka keponya, saya merem aja sepanjang jalan. Eh, mereka tangguh. Seolah takut kehilangan kesempatan, begitu saya melek, langsung saya ditanyai. Saya merem lagi, eh pas melek langsung ditanya lagi ๐Ÿ˜… Kalau saya berpaling atau pura-pura gak tahu, eh dia sampai menjawil menegaskan pertanyaan atau bahkan mengeraskan suaranya. Lhaaa… ๐Ÿ˜ƒ

Saat termenyebalkan berurusan dengan jenis ini adalah, saat dia merasa ‘kamu harus menyediakan waktu demi menjawab kekepoanku’. Saya jadi kehilangan waktu ngobrol dengan teman lama dan juga tak bisa kejar narasumber yang mau saya tanya soal materi seminar yang belum jelas. Lha piye mau nolak, cara ngobrolnya kayak yes yes gitu ya, paham sana sini. Saya kira bisa diajak bertukar pikiran soal kebutuhan khusus, ternyata dia cuma kepooo. Dia gelagapan ketika pertanyaannya saya balik tanyakan. Duh kah, jengkelnya gak ketulungan. Gini ini, tukang ngobrol yang kena batunya ๐Ÿ˜„

Saya juga tukang kepo lho…
Dipakai sebaik-baiknya aja, jangan norak. Kalau tak bisa menahan diri, pilihannya segera menyibukkan dengan hal lain tanpa memandangnya atau minta maaf/ijin sebelum mengorek informasi darinya. Hargai juga dong, kalau dia memberi batas tegas antara boleh atau tidak boleh tahu โ˜บ

Kita semua ini terlahir kepo, dengan derajat dan keunikannya masing-masing. Manusiawi. Manusia belajar dari sekitar, dari rasa penasaran. Semisal ikutan seminar atau pertemuan khusus, jangan sampai asal ikut. Biasanya saya cari info sebanyak-banyaknya soal apapun yang berhubungan, sehingga ketika on the spot saya gak blank, ada bahan untuk ditanyakan atau digali. Kalau banyak info, pertanyaan juga gak bakal mainstream kan…๐Ÿ˜‰

FAQI (Frequently Asked Questions and Interventions)
๐Ÿ‘‚ Dulu hamilnya gimana, kok bisa anaknya jadi begini?

๐Ÿ‘‚ Itu nanti sembuhnya gimana?

๐Ÿ‘‚ Semoga anakmu lekas sembuh ya.

๐Ÿ‘‚ Apa itu? Oh alat bantu. Kok dipanggil gak dengar?

๐Ÿ‘‚ Tapi dia bisa ngomong kan? (Meski tuli)

๐Ÿ‘‚ Berapa harga alat bantunya? Mahal ya. Gitu aja kok bisa mahal.

๐Ÿ‘‚ Sekolahnya kok jauh sih? Emang gak ada yang dekat rumahmu situ? Udah pindahin aja, daripada repot begini. 

๐Ÿ‘‚ Sekolahnya bayar berapa? Kok mahal? Ayahnya kerja apa, dimana?

๐Ÿ‘‚ Anaknya gak pernah diajarin bicara ya? Sampai gak bisa bicara gitu. 

๐Ÿ‘‚ Kasi anakmu obat batuk merk XYZ, supaya suaranya jernih dan cepat bicara.

๐Ÿ‘‚ Sejak lahir tulinya? Kamu sih gak yakin kalau anakmu normal. Aku dari dulu selalu meyakinkan diri bahwa anakku baik-baik saja, dan alhamdulillah begitu, tak ada gangguan apa-apa.

๐Ÿ‘‚ Nanti malam berdoalah di depan pohon XYZ, minta kesembuhan agar anakmu bisa mendengar dan bicara dengan baik. Memohonlah dengan sepenuh hati dan percayalah, pasti pohon itu akan mengabulkan permohonanmu.

๐Ÿ‘‚ Jangan lupa, malam Jumat di depan sumur, kerok lidahnya pakai cincin emas, sambil memohon supaya dia lekas bicara.

๐Ÿ‘‚ Sudah coba ditiup lubang telinganya pakai nasi panas?

๐Ÿ‘‚ Yakin anakmu gak bisa dengar? Jangan bercanda kamu.

๐Ÿ‘‚ Kalian dulu pernah melakukan kesalahan apa, kok bisa anak kalian yang jadi korban?

๐Ÿ‘‚ Ah ya, aku tahu, kalian gak mau saling mendengarkan sih, sama-sama keras kepala, jadinya anakmu ikutan gak bisa denger. 

๐Ÿ‘‚ Ada keturunan di keluarga yang tuli?

๐Ÿ‘‚๐Ÿ‘‚๐Ÿ‘‚๐Ÿ‘‚๐Ÿ‘‚

Anda mau tambahkan? ๐Ÿ˜…

Ini semua bisa berulang lho, di setiap lingkungan yang baru kita datangi. Bahkan bisa juga, saking gugupnya beliau-beliau menanyakan ini itu soal Moldy, eh tiap ketemu yang ditanyakan sama melulu ๐Ÿ˜„ Udah ah, saya ngacir atau pura-pura sibuk ngapain gitu, biar gak kelihatan juthek, hehehe…

Tarik napas, yuuk, mareee, melangkah lagi… ๐Ÿ˜‰

Gambar orang kepo

Gambar tirai

Gambar berbisik

Advertisements

3 thoughts on “FAQI-Kepo

  1. Hahahaha…… Sampai segitunya pertanyaane ya, untung aq belum sampai dpt yg tahap helllooooo….. Or krik krik….
    Yg parah tips berdoa dpn pohon….fiuhhh jang**** puolll iku.
    #nikmatnyahidup

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s