Sampai Kapan

Keberadaan anak gifted menjelaskan betapa kita tak perlu grusa grusu untuk meroketkan anak di masa golden age. Banyak dari mereka yang kecilnya nakal hingga dianggap bodoh, malah melejit di masa yang tak pernah terkirakan sebelumnya. Late bloomer. Semisal Einstein dan Thomas A. Edison.

Kehadiran anak tuna grahita dan down syndrome, menjelaskan bahwa keterbatasan kemampuan pikir tak menjadi halangan untuk mandiri. Tom dan Marryane, sepasang suami istri sesama penyandang down syndrome, bisa mencapai hari tuanya hingga usia pernikahan mereka mencapai tahun ke-22 ☺

Terbaru buat saya, kondisi anak cerebral palsy, yang seumur hidupnya hanya bisa berbaring karena kelumpuhan otaknya, menjelaskan bahwa mimpi mereka pun tak terbatas 😢 Duh, saya keder. Perjuangan saya masih dalam taraf ecek-ecek. 

Dick dan Rick Hoyt, sepasang ayah anak yang bekerjasama menempuh berbagai lomba triathlon. Apa anehnya? Rick menyandang kelumpuhan otak sejak lahir, menyebabkannya tak bisa bicara dan berjalan. Orang tuanya tak putus asa, meski dokter menyatakan bahwa anaknya tak akan bisa apa-apa.

Rick bersekolah di sekolah umum dan berbicara menggunakan sebuah alat khusus, seperti yang digunakan Stephen Hawking. Di usia 15, dia menyatakan ingin ikut lomba triathlon. Dick menyanggupi permintaan anaknya. Dengan Rick berbaring di atas perahu karet, Dick berenang menariknya. Duduk di kursinya yang diletakkan di depan, Rick ikut merasakan ‘berlari’ dan ‘bersepeda’ bersama ayahnya. Dia bilang, dia merasa tak cacat lagi ketika mengikuti lomba itu.

Saya tak bisa menahan tangis haru menyaksikan video ini. Tanpa teks sekalipun, video itu sudah berbicara banyak sekali. Ingin rasanya menampar mulut saya sendiri, yang sesekali masih bertanya tentang kesulitan Moldy, sampai kapan… 😢

Sejumlah orang tua di berbagai forum diskusi, pun digelisahkan oleh pertanyaan yang kurang lebih sama. Tentang sejumlah kejadian perilaku tak biasa yang mengikuti perkembangan anak spesial. Yang selalu umek, tak bisa diam. Yang masih suka berteriak. Yang masih pipis tanpa bisa menahan sampai besar. Yang tak mau menurut. Yang tetap pup di celana meski sudah ditahan. Yang tak tahu bahaya. Yang mencium lawan jenis sembarangan. Yang makan minum di mana dan milik siapa saja. Yang bicaranya tak kunjung jelas meski sudah diterapi. Yang refleks memukul ketika tersinggung. Yang kecanduan gawai, eh…

Semua sibuk bertanya, sampai kapankah ini semua…😑

Note: menjadi ibu dari anak spesial, bukan berarti kami selalu kuat setiap saat ya. Selalu ada masa limbung dan jatuh bangun seperti begini, lalu berusaha tegak lagi, demi anak☺

Ibu Satuni berusia 79 tahun. Seumur hidupnya dihabiskan untuk ngopeni dua anaknya yang sudah dewasa. Yang pertama menderita gangguan jiwa, yang kedua lumpuh dan buta. Dalam kondisi miskin, ibu ini hanya berharap mereka meninggal mendahului dirinya. 

Tanyakan pada mereka, berapa lama pertanyaan “sampai kapan” mengendap dalam benak, kemudian mencair menyatu dalam kalbu, berubah menjadi “sampai kapanpun“. Hanya penambahan tiga huruf dan bisa mengubah banyak hal ☺

Ibu Caecilia, jika saya tak salah ingat namanya, yang anaknya menyandang asperger. Ibu ini sangat telaten mencatat perkembangan anaknya, sehingga bisa ditengok seberapa banyak kemajuan yang dicapai. Yang ternyata masih stagnan atau malah mundur, harus dicari kenapa atau barangkali memang ada bagian yang terlegowokan, tak bisa diraih. Ikhlas kemudian, ikhlas tahap kesekian 😐

Hasil tak akan mengkhianati usaha. Ya benar, juga jangan lupa pelajarilah vibrasi yang tepat ☺

Kembali lagi pada dua hal mendasar tentang area kemampuan manusia, ikhtiar optimal dan doa, selebih-lebih dan sebanyak-banyaknya adalah milik Allah semata. 

Sampai kapan?

Usaha dan doa andalah yang akan mewakili petunjukNya 😉

Gambar dari sini

Advertisements

3 thoughts on “Sampai Kapan

  1. Qta tdk bisa memilih akan melahirkan anak seperti apa, tp qta bisa menuntun dan mengusahakan impian mereka menjadi apa,……- Apa hanya sebatas itu? -Saya tdk tahu,… krn hanya sebatas itu yg sedang saya usahakan sekarang. Tentunya dg doa yg tiada henti #curhatanemak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s