Lompatan Lanjut

Awal tahun 2015, begitu dibelikan gawai agak lumayan nggaya, saya bikin blog baru ini, tuwuhingati. Ini penyakit digital yang mbencekno. Tiap kali saya merasa konsep blog sudah tak sesuai dengan jiwa kebaruan saya, langsung bikin lagi. Hahaha, labil sekali πŸ˜‚ Dari blogdrive yang almarhum, blogspot, notes fesbuk, hingga wordpress. Jejak kepenulisan masih ada sebagian, kadang masih juga ada yang komen di blog lama. Maunya saya pindah ke tuwuhingati semua, eh ribet juga mengatur perpindahan sembari menyesuaikan konsep baru. Ya sudah, belajar konsisten dan mengamini ketidaksempurnaan ☺

Konsep awal blog adalah bercerita apa adanya, dengan menyamarkan nama-nama yang bersangkutan. Tapi karena saya gak biasa ngomongin orang terlalu jeru, saya ubah lagi konsepnya.

Beberapa teman yang udah masuk daftar cerita, saya kontak apakah ceritanya masih boleh ditayangkan. Beberapa yang saya anggap aib bagi yang bersangkutan, segera saya hapus. Menulis adalah juga kendali diri. Tak selalu dikatakan tepat untuk dituliskan, tak selalu dituliskan tepat untuk dikatakan πŸ˜‰

Sekitar sebulan setelah menulis di blog baru, saya test the water. Saya bikin postingan tentang sang seleb maya yang memiliki strategi cukup cerdas untuk melariskan dagangannya. Wuusssh… Statistik blog saya langsung ke puncak, 397 views dalam sehari. Biasanya, udah bagus ada yang kecantol tanpa diworo-woro lewat fesbuk atau twitter. Kecantol pun dengan kata kunci yang sama πŸ˜•

Untuk ‘menghajar’ diri agar tak numpang tenar, saya hapus postingan mengenai mbak seleb dan saya terus menulis. Kepuasan pribadi, dahaga akan pengetahuan, catatan perjalanan saya mengasuh Moldy dan Shena, serta berbagai hal yang menurut saya menarik untuk dituliskan. Sebagai pagar moral yang saya bangun dan taati sendiri, semua tulisan harus bisa dipertanggungjawabkan secara lisan. Mulai mikir akhirat nih, jangan main-main, meski ‘cuma’ tulisan ☺

Angka 397 itu buat saya saat itu mustahil untuk disamai dan saya tak berani membayangkan. Siapa sih yang bakal menoleh tulisan saya kalau bukan teman-teman baik yang kadang saya paksa buka biar statistik blog ada warna selain plain, hahaha πŸ˜„ Peluk semua teman yang bersedia melakukan tugas mulia untuk secuil kebahagiaan saya 😍

Mbak seleb sudah berpesan, “Non, kamu bagus lho nulis soal kebutuhan khusus.”

Saya yang pengen ini itu banyak sekali, tak terlalu mengindahkannya. Tetep ya, saya nulis soal kebutuhan khusus, tapi bersamaan dengan materi konspirasi (hahaha, udah final), agama (udah nemu inti cerita juga, jadi gak berani asal nyablak), wanita (ayolah, ini selalu hot di kalangan emak…), dan tentu saja gaya pengasuhan yang juga hampir khatam. Wik nggaya yo… Insyaf maksude, pengasuhan adalah usaha, bukan harga mati keberhasilan anak di masa depan. Kompleks itemnya. 

Ternyata benar kata mbak seleb, membolak balik halaman dan menemui kenyataan di lapangan soal kebutuhan khusus, ya Allah, ngenes rasanya. Kalau berharap setara dengan negara maju, jalan memang masih panjang, tapi mbokya jangan seantipati dan sekapitalis itu. Statistik blog mencapai der! saat saya share mengenai apa sih yang menyebabkan anak tunarungu/tuli. Bahkan mungkin sampai hari ini masih banyak juga yang belum paham, kenapa aku (sebagai ortu) yang dikasi, kenapa bukan yang lain. Semoga sih, orang bisa memahami proses kontemplasi yang saya ceritakan di sini. Kalau gak, feel free to protest ya πŸ˜‰

Ada satu lagi yang bikin agak sedih. Nama kelahiran pemberian Mamak ini, sudah digunakan sebagai nama pena pada beberapa buku mengenai kebutuhan khusus 😯 Bukan saya penulis aslinya. Entah apa ini namanya, tapi biarlah pendulum waktu manut pada gravitasi. Banyak penulis dengan nama jauh lebih besar, malah dicatut tulisannya lalu dibubuhi nama orang lain, ‘aku rapopo’. Sadar bu, ini endonesyah… Menulis aja terus, dan biarkan tulisan itu memilih jalan nasibnya sendiri ☺

Bahagia saya sederhana aja. Ada satu dua orang tak dikenal, tanpa saya woro-woro di medsos, menuliskan komen dan menyemangati agar saya menuliskan hal yang kurang lebih sama. Oh, alhamdulillah, tulisan saya bisa berguna juga ya. Biasanya sekadar memuaskan hasrat mblukuthuk karena jarang ketemu teman ngobrol yang betah berjam-jam bersama saya. Ahai, dasar emak-emak kuper. Ingat tugas mulia berupa cucian, ojek, masakan, sekolah anak, banyaaak πŸ˜„

Butuh dua tahun lebih, barulah bisa break the previous record, 471 views 😨😀😍

Angka 471 views dalam sehari memang belum sefantastis tulisan para seleb yang bisa mencapai puluhan atau ratusan ribu. Tapi bisa membuat pembaca kecantol di tulisan lain-lain, itu sebuah penghargaan tak ternilai buat saya. Berapa persen dari mereka yang benar-benar mengenal saya secara pribadi? πŸ˜‰

Akan timbul pertanyaan lagi, dibaca aja sudah bikin bahagia? Gak dapat duit? Emmm… Beberapa waktu lalu, saya baca postingan berjudul Mereka Yang Menulis Dalam Sunyi. Meski untuk urusan politik, otak saya mengeriut menjadi size S, sesekali mesti baca sebagai variasi. Ibu Dina bilang, banyak blog pribadi yang menuliskan tentang kebenaran, tentang perang dan konflik secara akurat, tentang apapun yang menjadi minat masing-masing; tidak komersil, dan tidak mencondongkan keberpihakan kemanapun. Perang bo, skala lebih serius inih. Idealisme jelas beda jauh dengan buzzer yak. Terus menulis, dan selalu niatkan demi kebaikan ☺

Rencananya, postingan soal mbak seleb akan saya bikin lagi yang baru, sebagai ijol yang angkanya sempat cetar. Kalau sampai memecahkan rekor sebelumnya, well, berarti saya punya kasus baru lagi untuk dipecahkan πŸ˜„πŸ˜„

Alhamdulillah masih bisa menulis hingga hari ini. Bukunya kapan? Hahaha, auk ah gelap… Terima kasih atas semua kunjungan, like, dan komentarnya yaaa… 

Advertisements

8 thoughts on “Lompatan Lanjut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s