Yuk ‘Ngomel’!

Cape habis ngojek puluhan kilometer seharian, kerjaan rumah tak pernah usai, anak-anak yang bahagia dengan rumah ala kapal pecah, hidden agenda antar emak dengan berbagai pose, suami yang diharapkan ganteng romantis tajir suka membantu, eh hihihi… ✌ Jadi tolong jelaskan bagaimana cara supaya menahan diri untuk tidak ngomel demi berdamai manis dengan keadaan? Tolooong… πŸ˜‘

Repotnya, mulut perempuan itu setajam silet. Kalau lagi jengkel atau terluka, wuuush, keluarlah mantra tingkat dewi durjana yang bisa bikin orang mati kaku. Sampai ada yang memfatwakan, bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Melawan dengan pena (kata-kata) bisa menghentikan atau malah menginisiasi pertempuran. Begitu dahsyatnya, sebuah film menggambarkan laut pun bisa marah dengan omelan beruntun seorang perempuan 😨

Jika pangkat sudah beranjak menjadi ibu, omelan pun ikut naik derajat. Banyak kisah menceritakan mengenai kekuatan lisan para ibu yang bisa menyelamatkan atau malah menjerumuskan anak atau suaminya.

Well, mau tak mau mesti mikir keras dong ya. Kalau anak dan suami kesusahan karena lisan kita, toh yang kena akibatnya kita juga kan yee…

Sebuah status yang dituliskan oleh keluarga Risman menyarankan, gantilah omelan berupa umpatan kejengkelan dengan kata-kata yang baik πŸ˜‰

“Ya Allah, alhamdulillah dikaruniai anak yang menurut, suka menolong, rajin, ramah tamah, baik hati, tidak sombong, penurut, tidak pernah membangkang, pandai menabung, hafal Alquran, bisa diandalkan, permata ayah bunda, …”

😊😊

Silakan dilanjutkan sendiri. Jika kurang referensi, hafalkan saja Dasadarma Pramuka, ayat cantik, sering dibaca atau didengarkan supaya meresap dalam benak. Jika dorongan berkata buruk masih saja kuat, siapkan kertas yang ditempel dimana-mana, supaya bisa dibaca kalau anda tak sempat mikir saking jengkelnya. Terus dilanjut sampai ada efek di hati.

Bener lho, efek ngomel cantik ini bekerja ke arah banyak. Ke arah kita untuk meredam amarah, bagaimanapun kata-kata positif itu berfungsi sebagai obat hati. Ke arah si anak, diapun berinisiatif untuk berangkat melakukan yang kita minta tanpa marah karena diomeli. Ke arah jangka panjang, nah, bukankah tadi sudah diingatkan bahwa kata-kata adalah doa πŸ˜‰

Diucapkan dengan tetap sambil marah-marah, mengacungkan gagang sapu, melotot, juga dengan nada menghentak, silakan saja 😁 Bagaimana? Syaratnya mudah saja kan. Yuk, berani mencoba dong yaa…

Semoga terkabulkan omelan baik kita hari ini dan seterusnya. Amin.

Gambar dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s