Pengasuhan Ala Jerman

Pertama kali pergi ke Berlin, aku merasa seperti gila sendirian. Para orang tua berkumpul bersama dan minum kopi. Sementara anak-anaknya, bergelantungan di sebuah naga kayu yang tingginya 20 kaki, beralaskan tanah, saja. Mana matras empuknya? Mana pengawas keselamatan? Hufft…

Tinggi juga ya 😯

Achtung, nein…” teriakku panik, dalam bahasa Jerman yang tak fasih 😑

Eh, para orang tua dan anak-anak cuek, tetap melanjutkan kegiatan masing-masing.

Berlawanan dengan stereotype, kebanyakan orang tua Jerman ‘tidak keras’ dalam mendidik anaknya. Mereka menempatkan nilai tinggi pada kebebasan dan tanggungjawab. Mereka yang di taman bukan mengabaikan anak-anak, tapi mempercayainya. Berlin tak membutuhkan pengasuhan bebas, karena pengasuhan bebas adalah norma itu sendiri.

Ini sebagian hal mengejutkan yang dilakukan oleh orang tua Berlin:

🎢 Jangan paksa anak bisa cepat membaca.
TK di Berlin, tidak menekankan pada capaian akademis. Para orang tua dan guru di sana malah melarang mengajari anak membaca. Lebih baik anak-anak belajar bersama saat memulai sekolah berjenjang atau sekolah dasar. TK adalah waktunya bermain dan belajar sosialisasi. Namun bahkan di kelas pertama, akademis juga tak terlalu ditekankan. Sekolah memberikan setengah hari instruksi yang diselingi dengan dua kali istirahat. Jangan dikira waktu santai ini berarti pendidikan yang buruk ya. Berdasar asesmen 2012 yang dibuat oleh OECD, remaja Jerman yang berusia 15 tahun memiliki performansi yang bagus di bidang membaca, matematika, dan sains. Sementara remaja Amerika, yang lebih ditekan dalam hal belajar, kemampuannya malah jauh tertinggal.

🎢 Dorong anak untuk bermain api.
Di kelas dua, mereka mengadakan proyek yang berhubungan dengan api. Khusus untuk anakku, aku mendampinginya dan kami menyalakan api bersama. Saat perayaan kembang api di tahun baru, dialah satu satunya anak yang tak boleh menyalakan sendirian, hehehe…

Asik ya, kalau sekolahnya begini 😍

🎢 Biarkan anak-anak pergi kemanapun sendirian.
Kebanyakan anak SD pergi sendirian ke sekolah dan sekitar pemukiman. Beberapa anak malah naik kereta sendiri. Ortu Jerman peduli pada keselamatan, tapi mereka menekankan pemahaman berlalulintas, bukan terlalu kuatir masalah penculikan.
Bagaimanapun, sungguh bagus bagi perkembangan emosi anak untuk bepergian ke sekitar tempat tinggal tanpa orang tua. Peneliti menyebutnya sebagai mobilitas independen.

🎢 Pesta di saat sekolah mulai.
Ada tiga perayaan besar bagi anak di Jerman, yaitu:
🎂 Einschulung, saat mulai kelas baru (SD). Pesta ini merupakan sebuah perayaan besar di sekolah, yang diadakan di hari Sabtu. Tiap anak mendapatkan Zuckertute, yaitu sebuah cone ukuran raksasa yang berisi mulai dari pensil, jam tangan, sampai permen. Setelah itu, ada pesta lagi bersama keluarga dan teman. Pesta ini selalu ditunggu anak-anak selama bertahun-tahun. Itu menandai perubahan hidup utama, dan juga antusiasme belajar.
🎂 Jugendweihe, saat menjadi orang dewasa muda. Pesta ini dilaksanakan saat anak berusia 14 tahun. Ada pesta, upacara, dan hadiah, yang menandai tahap kedewasaan selanjutnya. Dengan semua kerumitan saat menjadi orang dewasa, maka ini adalah cara merayakan masa dewasa muda.
🎂 Pernikahan.

🎢 Ajak anak bermain keluar setiap hari.
Pepatah Jerman mengatakan, tak ada cuaca buruk, yang ada baju yang kurang tepat. Tak heran jika Berlin punya banyak sekali taman bermain. Tak peduli hujan ataupun panas, ortu tetap mengajak mereka bermain di luar atau membiarkan mereka bermain sendiri di luar.

Kembali pada masalah naga kayu tadi. Aku mencoba meniru beberapa cara mereka. Kubiarkan gadis kecilku, usianya 8 tahun, untuk bergelantungan di mainan setinggi itu. Namun untuk melepasnya berjalan sendirian di sekitar pemukiman, hiks, aku masih kuatir 😕

Diterjemahkan dengan sejumlah penyesuaian, dari How To Parent Like A German

Gambar taman bermain

Gambar sekolah kucing

Advertisements

2 thoughts on “Pengasuhan Ala Jerman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s