Para Guru

Ini guru-guru saya. Mulai dari SD hingga kuliah. Tak semua ya, hanya beberapa yang teringat dan juga menarik untuk diceritakan πŸ˜‰

πŸ‘‘ Bu KRN
Beliau pernah memukul kaki saya, dengan lembut. Penyebabnya, saya selalu berlari kemana-mana, jarang berjalan. Takut ditegur lagi, saya berusaha berjalan dengan menekan hentakan pegas di kedua tumit. Waaa, tersiksa sekali. Saya mulai menyadari, bahwa kalau Moldy super umek, saya pun mesti bercermin πŸ˜„

Beberapa tahun berlalu sejak pensiun, ternyata beliau masih ingat dengan saya.
“Nak, apakah kau masih menulis dengan huruf kotak?” 😳 sapanya ketika tak sengaja kami bertemu.

Hehehe, dulu saking panjangnya waktu ujian dan sedikitnya soal, saya menghias tulisan supaya selesainya lama. Lha piye, mau keluar duluan juga gak boleh.. πŸ˜ƒ

πŸ‘‘ Bu MRN
Beliau sangat menyayangi Dunan, yang selalu juara kelas, paling tidak tiga besar. Dunan juga pendiam dan penurut, tidak seperti adik perempuannya yang berantakan. Peringkat saya, entahlah, lupa πŸ˜‚ Dengan perbedaan siblings yang njomplang itulah, sepertinya beliau jaga jarak dengan saya.

Suatu hari, saya dan teman-teman mendapat tugas dari bu MRN. Tugasnya, menempelkan cerita rakyat yang digunting dari majalah, pada selembar karton. Saya ambil dari majalah Dharma Wanita langganan Mamak di kantor PKK kabupaten. Sebuah kisah dari Flores, tentang seorang cucu yang tak menurut pada anjuran neneknya untuk memasak satu butir beras saja setiap hari. Karena nekat tetap memasak dengan takaran normal, periuk nasi meluap dan si cucu dikejar luapan bubur nasi.

Bu MRN menggunakan kisah itu pada pelajaran mendongeng, tanpa sekalipun menyebut bahwa itu hasil pekerjaan saya. Awalnya terasa ini tak adil. Lambat laun saya anggap bahwa itu cara beliau menghargai saya dan teman yang lain agar tidak minder. Paling tidak, saya sudah melakukan tugas terbaik, karena beliau memilih hasil kerja itu di antara sekian puluh lembar yang sudah dikumpulkan ☺

πŸ‘‘ Bu NK
Guru inilah yang suka melakukan kekerasan terhadap muridnya tanpa pandang bulu. Prinsipnya kurang lebih, ‘Aku akan menghajarmu jika kamu bersalah, tak peduli siapa dan bagaimana orang tuamu, siapa dan bagaimana kamu’ 😨

Meski track record si murid sebelumnya udah baik, beliau tak peduli. Anak pandai ataupun bodoh, baik ataupun nakal; jangan harap selamat jika lalai. Selama tak ada masalah, tak perlu kuatir. Beliau sebenarnya baik, selalu bersedia membantu murid yang kesusahan. Urusan pertanggungjawaban dengan orang tua pun, bakal beliau hadapi dengan mengusung panji kebenaran. Fiuuh.. πŸ‘

πŸ‘‘ Pak AAK
Jika mengajar kesenian, beliau sangat menghayati, sampai dibilang gemulai. Padahal bapak ini memiliki aturan yang cukup tegas kepada muridnya, dan tak pernah pilih kasih.

Baca: Nilai 0

πŸ‘‘ Pak PW
Sssttt, mau tahu catatan hitam dari seorang guru yang variannya banyak tersebar di tanah air? Dia hanyalah satu nama. Nama lain, well, korek saja cerita dari para murid perempuan.
Hihihi *tawa kunti*
Jika tak sanggup melawan, hindari sejauh-jauhnya. Budaya patriarkal, ketimuran, superior-inferior; mengikat erat. Saya tak berjanji, namun saya berharap bisa berani menuliskannya suatu hari nanti πŸ˜‘

πŸ‘‘ Bu RBM
Orangnya sangat lembut dan perhatian. Jika marah, suaranya membesar tapi tidak bisa tinggi. Membayangkan kesabarannya, tentu terasa begitu menakutkan saat marah.

Beliau menghargai murid-muridnya yang pandai dengan cara, meminta bantuan mereka mengoreksi pekerjaan atau ulangan teman sekelas, sepulang sekolah. Ketahuilah, itu mendongkrak rasa percaya diri banyak murid seketika. Sebelumnya beliau berpesan, jangan beritahukan ini (bahwa murid mengoreksi pekerjaan murid lain) pada teman-temanmu. Beliau berusaha menghargai posisi kedua belah pihak, yang memeriksa dan yang diperiksa.

πŸ‘‘ Pak HN dan pak AB
Mereka adalah dua orang yang berbeda, tapi sama-sama membuat saya shocked dengan sekolah negeri. Sebelumnya saya bersekolah di swasta, yang gurunya sangat menjaga perilaku dan kata-kata. Satu bapak selalu bicara soal lendir, dan satu lagi selalu mengarahkan obrolan ke aktivitas tempat tidur. Ugh, rumitnya jadi dewasa πŸ˜‘

πŸ‘‘ Pak SWN
Orangnya sensitif dan buat beberapa anak nakal, dia susah kompromi. Suatu hari, setelah memberikan catatan penyelesaian rumus, beliau membuka diskusi, saya mengajukan langkah lain. Beliau memberi saya kesempatan untuk maju dan menuliskan cara itu. Ternyata saya salah 😳 Namun beliau diam saja, tidak menyalahkan lalu mengatakan tak apa. Alhamdulillah, saya tak perlu merasa malu. Saya sudah berusaha ☺

πŸ‘‘ Pak PSJ
Karena bahasa Inggris belajar sendiri sejak kecil, nilai saya melesat dan menjadi perhatiannya. Suatu hari saya bermasalah dengan beliau, jadi saya ‘bersikap’. Waktu sesi listening di lab bahasa, saya mogok males pasang headset dan tak mau mengikuti pelajaran. Duh keras kepalanya 😀, sok banget, padahal ya masih butuh dinilai buat kelulusan. Eh, jadi ingat Moldy lagi πŸ˜‚ Alhamdulillah, tetep bisa lulus sih.

πŸ‘‘ Bu SST dan bu FHM
Karakternya hampir sama sih: berkacamata, tulisannya bagus dan sarat materi, orangnya lembut dan santun, penuh senyum, dan selalu menjelaskan pelajaran secara mendetail. Saking bagusnya, saya selalu ingin meniru cara menulis mereka πŸ˜€

πŸ‘‘ Pak DS
Beliau cukup menghargai peran multi dan kuasa domestik perempuan. Kami sering ngobrol soal feminisme dan sejumlah isu sosial yang sedang hangat. Sayang dengan meluapnya informasi di medsos, ada sisi lain yang berbeda, yang membuatnya sering diprotes orang-orang yang menyayanginya πŸ˜‰ Hmm, hoax benar-benar jahat ya. Dia bisa mengubah berbagai jenis pola hubungan, kebanyakan sih ke arah buruk πŸ˜•

Merekalah yang cukup berkesan, dalam bingkainya masing-masing πŸ˜‰

Anda gimana, masih ingat guru-guru yang berkesan? Cerita yuuuk…

Gambar pohon

Gambar guru mengajar

Gambar buku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s