Panikmu Bukan Untukku

Jika anda panik dengan kelakuan anak orang lain, bukan berarti ibu si anak mesti ikutan panik kayak anda juga ya 😑

Perihal beda pengasuhan inilah yang susaaah sekali dimaklumi banyak orang. Menurut banyak ibu, kalau tidak sesuai dengan cara dan apa yang diketahuinya, maka banyak ibu ini merasa berhak memperingatkan. Oh…oh…

Gambar di atas saya ambil dari curhatan soal parenting juga, baca sendiri deh 😉

Sebagian besar dari mereka, saat Moldy umek akan mendadak diam sambil terpaku dan bersiap umik-umik dengan sebelahnya, ada juga yang gerah dan langsung menanyakan apakah ada yang bisa diberikan untuk membuatnya diam, atau bisa juga super gerah menanyakan ‘kenapa sih kamu biarkan, gak diawasin?’, bahkan pula ‘jadi kamu tak melakukan apapun untuk menjinakkannya’ 😕😥
Continue reading Panikmu Bukan Untukku

Advertisements

Mengajak Si Spesial Keluar Kota

One day one post, hari ketiga 💪

Ini kisah flashback ya, saat anak-anak masih balita, belum sekolah. Tentang perjalanan bertiga keluar kota, sudah saya lama saya tuliskan. Sekarang mau cerita perjalanan keluar provinsi, baru berani mengajak per satu anak 😉

Baca: Perjalanan Keluar Rumah Bersama Krucils

Kami berdua ke Jogja, di usia Moldy yang baru 4.5 tahun. Masih sering tantrum, terapi wicara jalan di tempat, dan sering menghilang karena penasaran akan sesuatu 😨

Siap berkelana sendiri 😂

Naik kereta Sancaka dari stasiun Gubeng, berangkat sekitar jam 7-8 pagi. Awal berangkat masih kooperatif, tidur ayam dengan kepala terkulai di pangkuan saya. 

Continue reading Mengajak Si Spesial Keluar Kota

Reward, Yes. Punishment, Yes-No.

One day one post, hari pertama 💪

Bagi yang belum pernah berkunjung ke blog ini, saya perkenalan ulang ya. Saya ibu dari dua anak, Moldy (8) dan Shena (7). Moldy adalah seorang penyandang tunarungu, bersekolah di SLB-B. Shena, bersekolah di madrasah. Pekerjaan saya antara lain koki, guru, sopir ojek, penasehat, tukang setrika, hehehe, hampir samaan deh, dengan ibu rumah tangga lain 😉

Sampai hari ini, saya dan suami, Jemi, masih sering berbeda pendapat tentang reward dan punishment. Masalah rumah tangga yang klasik kan ya. Sempat bikin panik, tapi kemudian sadar, well, tiap rumah tangga punya pola uniknya masing-masing ☺ Tak selalu bisa sakleg dengan satu teori tertentu. 

Continue reading Reward, Yes. Punishment, Yes-No.

OTW: Bisindo (1)

Dengan isyarat yang terbata-bata, saya sampaikan kepada Moldy, bahwa kami akan belajar bahasa isyarat untuknya, agar kita bisa ngobrol lebih banyak. 

Moldy menyatakan bahwa dia senang sekali 😍


Belajar sepatah demi sepatah melalui medsos, tak cukup membuat saya langsung mahir. Meski demikian, isyarat ibu masih bisa berlaku ya. Saya maksimalkan itu, dan Moldy menanggapinya dengan sangat positif. Amarah dan kekecewaannya pun jadi lebih terkendali. Jika tak paham sesuatu, dia mengangsurkan spidol dan meminta saya menulis serta menggambar di papan tulis.
Continue reading OTW: Bisindo (1)

Shena, The Shadow

“Kapan sih kakak bisa ngomong? Biar aku gak malu sama teman-temanku,” protes Shena, lagi, ketika kami menjemputnya pulang sekolah.

😑😑

Saya sedang belajar diam, mencoba membiarkan dia menyimpulkan sendiri. Soal sakit hati atau sedih sih, inshaallah tidak. Tidak banyak maksudnya, hahaha…

Continue reading Shena, The Shadow

ADHD, Ya Sudahlah…

“Apakah dia selalu bergerak seperti ini?” tanya bu dokter (umum) saat Jemi memeriksakan diri. Kami bersama Moldy.

“Hanya di tempat baru saja,” jelas saya, datar.

“Oh iya, itu hiperaktif,” tukasnya, datar pula.

Saya sudah biasa dengan sematan seperti ini, sudah malas sakit hati. Cuma kemudian mikir, sudah tepatkah langkah yang saya ambil… Saya berusaha menyusun kembali bongkah kekuatan untuk terus melangkah, berdasar sejumlah pertimbangan yang juga serius, meski (belum) tanpa bantuan formal. Bismillah…

-continue reading

Kompartemen Senyum

Mengasuh anak spesial itu tak selalu sedih, juthek, tertekan, gundah gulana, atau fighting melulu ya. Ada juga kok bagian hiburannya. Bikin cekikikan, takjub, ‘oh begini ya..’, bersyukur, penuh harap untuk kebaikan selanjutnya, bahagia, ‘eh ternyata ada lho kemampuannya yang melebihi anak normal’, lega ada yang sudah terlewati, ‘kapan anakku bisa gitu, tapi ya udah dijalani aja’, dan sebagainya… 😃
Sebenarnya mengasuh anak normal kurang lebih sama juga ya, skala target harapan dan kepuasannya yang beda 😉

Sekilas flashback…

🎉 Kisah awal mengenai bagaimana kami berdamai dengan Moldy, ikut bergabung dalam beberapa buku antologi. Malu ih, baru seumur jagung, belum nyampe buku solo 😞 Selanjutnya saya berhenti menulis untuk versi cetak, karena kok kayaknya stagnan dengan itu-itu aja. Kurang bacaan, kurang pengalaman, jadi saya lanjut sinau menulis lewat ngeblog. Alhamdulillah malah bisa nulis sampai ratusan judul acak ☺

-continue reading