Yuk, Bijak Mengonsumsi Obat Tradisional

Beberapa kali saya mendengar kasus yang kurang lebih sama. Pasien dengan penyakit berat seperti kanker, terlambat ke dokter karena mengandalkan pengobatan tradisional, sehingga stadiumnya meningkat dari pemeriksaan awal. Tak hanya itu, bagi kita para emak yang mengalami masa melahirkan, pasti ada dokter yang benar-benar melarang penggunaan rumput fatimah dan binahong 😉


Benarkah obat tradisional tidak memiliki khasiat untuk menyembuhkan? Apakah kita harus sepenuhnya bergantung pada obat kimia?
Continue reading Yuk, Bijak Mengonsumsi Obat Tradisional

Advertisements

ADHD, Ya Sudahlah…

“Apakah dia selalu bergerak seperti ini?” tanya bu dokter (umum) saat Jemi memeriksakan diri. Kami bersama Moldy.

“Hanya di tempat baru saja,” jelas saya, datar.

“Oh iya, itu hiperaktif,” tukasnya, datar pula.

Saya sudah biasa dengan sematan seperti ini, sudah malas sakit hati. Cuma kemudian mikir, sudah tepatkah langkah yang saya ambil… Saya berusaha menyusun kembali bongkah kekuatan untuk terus melangkah, berdasar sejumlah pertimbangan yang juga serius, meski (belum) tanpa bantuan formal. Bismillah…

-continue reading

Antara SLB, Terapi, dan Pemerintah

​​“Kenapa anaknya tidak disekolahkan di sekolah umum saja, bu?” Tanya seorang bapak di angkot.

“Karena dia belum bisa berkomunikasi dengan baik, bisa mempersulit guru dan temannya,” kata saya menjelaskan. 
Kebetulan saya memang beberapa kali pernah mencobakan sekolah di umum dan campuran, namun Moldy merasa tidak nyaman. Baru kali ini di sebuah SLB khusus tuna rungu di Surabaya, dia benar-benar mau sekolah tanpa dipaksa, bahkan begitu bersemangat menunggu saat-saat sekolah ☺

“Pendidikan luar biasa itu tidak manusiawi,” komentarnya.

😨😨😨
-continue reading->

O’o

Siang itu, aku beli telur dan seperlunya (mataku melihat 😁) ke sebuah warung kelontong, bersama Shena. Maklum wanita, kalau belanja tanpa bawa catatan, matanya suka terdistraksi ke mana-mana. Ih lucu, entar pasti butuh, di rumah persediannya udah habis, mumpung murah, dan segambreng alasan lain untuk belanja di luar jatah dan rencana 😇

Si ibu penjual lagi sibuk melayani yang lain, aku sibuk memilih-milih serta bernegosiasi dengan Shena yang meminta ini dan itu. Dia sooo woman juga ya 😆 tak jauh-jauh amat dari karakter emaknya.


Continue reading O’o

Kasi Hani? No, Kasi Uang Saja😛

Sejak pertengahan Januari kemaren, aku mulai rutin terapiin Moldy ke Lawang. Rumahku di Sidoarjo. Aku menginap di rumah Mamak di Batu. Batu ke Lawang itu tiga kali ganti angkot. Tapi aku diantar jemput Bapa, jadi aku bisa ngirit ongkos dan tenaga.

Sepucuk pengorbanan demi Moldy biar dia bisa ngomong dan komunikasi. Dia tuna rungu dan seperti kesusahan dengan alat bantu dengarnya. Sebenarnya bisa aja nunggu saat dia sekolah (semoga) tahun ini, tapi apa salahnya berusaha kan ☺

Aku agak njiper nyari tempat terapi sebenarnya, kuciwa melulu. Sekitar setahun, aku ‘frustasi’, di rumah aja, melatih Moldy seperlunya. Cerita yang agak lengkap dalam setahun itu bisa kalian baca di sini.


Continue reading Kasi Hani? No, Kasi Uang Saja😛

Sinau Ala Ummu Daffy

Daffy usianya sekitar 4 tahun, menyandang tuna rungu kategori berat, menggunakan alat bantu. Selama kurang lebih 3 bulan terapi di Lawang, perubahan dan kemajuan si Daffy banyak sekali. Bisa diajak komunikasi dua arah dan mulai bisa membaca. Bukan hanya metodenya yang tepat, tapi juga kerja keras Ummu Daffy yang begitu sabar serta telaten mengajari anaknya di rumah seusai terapi.

Ummu Daffy sangat berhati-hati dalam bertutur kata. Berkali-kali dia mengatakan bahwa dia hanya berbagi pengalaman dan mendapat hasil yang baik, bukan bermaksud menggurui ibu-ibu dengan berbagai jenis berpengalaman ☺


Berikut ‘kuliah’ singkat dari Ummu Daffy untuk mendidik anak tuna rungu:
Continue reading Sinau Ala Ummu Daffy