Duhai Tuppermania

Kata Mamak, sepulang dari party yang diadakan para ibu PKK, “Wadah plastik ini bisa bikin makanan tidak basi lho…”

Eh ralat, wadah plastik premium ding, mringis manis dulu sama para kolektornya 😂 Penasaran dong, saya coba tempatkan mie goreng habis bikin ke dalam wadah yang namanya modular bowl, warna light blue yang cantik. Setelah uapnya habis dan mie agak dingin, saya tutup rapat. Tiap sisi harus mingkem semua ya, jangan terlewat. Sorenya saya cek, basi apa nggak. Ternyata tetep, basi. Hahaha, kena deh 😄 Waktu itu para tupper ini ngiklan di tabloid Nova dengan artis Shannaz Haque, barulah saya ngeh bahwa, plastik dengan harga ajaib ini, kualitasnya layak ditoleh, meski soal ‘anti basi’ harus diteliti lebih lanjut yaa…

Hingga hari ini, saya telah kehilangan pour n stor yang besar, banyak tumbler, banyak tuppy tup, banyak eco bottle di berbagai ukuran, large handy bowl, tutupnya crystalwave bowl (catat ya, tutupnya aja…), juga printhilan kecil limited edition dengan warna ajaib seperti hijau botol, hijau neon, orens terang, atau pink bluwek. Sebagai informasi, bukan saya yang menghilangkannya, tapi…sudahlah, kan horang (sok) kayah 😄 

Continue reading Duhai Tuppermania

Advertisements

Ngolshop Ala Siti Maryamah

Sudah ya, saya sudah melampaui tulisan awal saya yang iseng, tentang Siti Maryamah. Saya hapus untuk memacu diri aja, apakah sanggup, paling tidak menyamainya. Alhamdulillah, bisa melampaui ☺ Sekarang saya bayar penghapusan dengan tulisan baru. 

Cara marketing mbak Siti memang unik, bisa jadi alternatif cara jualan biar cepat closing. Saya kan bakul moody part timer, lebih suka mengamati daripada jualan. Berteman dengan beragam karakter emak membuat saya jadi males dodolan, mentalnya perlu banyak asahan lagi 😄

Continue reading Ngolshop Ala Siti Maryamah

Brookies

Bapa bilang, kue pilihan saya selalu enak, uhuk, meski merknya masih baru, belum ada yang tahu. Seorang teman pernah menjadikan saya sebagai tester jajan enak. Jika ada snack baru dan kami tak pernah tahu, dia meminta saya mencobanya, lalu dia dan teman-teman akan melihat ekspresi saya dulu sebelum memutuskan akan makan jajan yang mana 😄

Continue reading Brookies

Bisnis Saudara

Kata Jack Ma, jangan jadikan teman dan saudaramu sebagai pembeli potensial. Mereka malah akan mengejekmu dan tak akan membeli barangmu 😯

Sering dengar kan,

“Masa sama saudara harganya segini?”

“Ayolah kasih murah, harga teman.”

“Mana gratisannya? Kan kita teman baik.”

“Diskon masa segini aja? Sama teman tega amat sih kamu.”

Continue reading Bisnis Saudara

Memang/Bukan Rejeki

“Dalam setahun, aku berhasil memasarkan sekian juta dari toko A dan sekian juta dari toko B,” pamer saya pada Mamak saat beliau menanyakan bagaimana gejolak perbakulan saya.

Lumayan lah untuk seorang bakul yang hanya mengandalkan hubungan dan wira-wiri terbatas, belum punya toko sendiri ☺

“Waah… Trus kamu dapat apa dari pemilik tokonya?” Tanya Mamak antusias.

😐😐😐

Continue reading Memang/Bukan Rejeki

Mau Dipaksa Beli?

“Mainan itu boleh buat adek,” katanya pada kami, merujuk ke Moldy.
😙
Saya takjub dengan bocah kecil yang sangat baik itu. Usianya sekitar 7-8 tahunan, tapi sudah begitu luwes bermain bersama dan mengambil hati Moldy.
“Kalau tak mau yang itu, bisa milih yang lain di pos sana. Harganya murah kok,” lanjutnya dengan lugu.
Oh… 😄
Spontan, saya dan seorang ibu yang baru saja ketemu saat itu, tertawa lepas.
“Pandai sekali pemasarannya.”
Kami segera sepakat menilainya demikian.

image

Continue reading Mau Dipaksa Beli?