Repotnya ‘Idealis’ (2)

Sebagai blogger, saya juga pengen dong menikmati fasilitas gratisan yang bisa dibayar dengan tulisan. Bisa dapat duit, makan, perjalanan, dan apapun yang berkaitan dengan tidak bayar 😛 Enak kan…

Belum lagi kalau kredibilitas oke, nanti akan ada tawaran dari perusahaan sana sini, agen ini itu, bikin vlog, kalau tenar bisa memungkinkan untuk jadi seleb 😂 Dipikir enaknya aja dulu deh, meski saya juga paham, itu berhubungan erat dengan kerja keras yang luar biasa 💪

Yang pengen kan bukan saya aja. Banyak. Efek sampingnya, iklan menjadi desah nafas yang membaris dalam linimasamu 😂

Huft…

Continue reading Repotnya ‘Idealis’ (2)

Advertisements

S.O.c.S. (2)

Saya bukan manusia gawai kalau di luar. Pengennya ngobral-ngobrol sama orang baru, yang punya cerita dan pengalaman beda-beda. Apa daya, hampir semua sibuk dengan gawai masing-masing. Ambil pose pun kalau ingat merasa perlu rekam jejak. Ndilalah, kamera saya tak berfungsi. Saya tetap hidup kok, dan baik-baik saja. Cuman jadinya merepotkan Jemi, saya minta dia ambil foto dan video sana sini 😀

Berhubung juga bukan manusia #latepost, maka foto-foto ke Wisata Mangrove Surabaya baru saya unggah ke instagram beberapa hari sesudahnya. Menulis ini pun beberapa bulan setelahnya, hihihi… Tentu saja selalu telat nanya apakah saya sedang di Surabaya 😁 Udah pulang lah. Selain pertanyaan teknis lainnya, ada pertanyaan menggelitik dari seorang teman yang sedang di Ostrali, mengikuti suami kuliah.

“Dikasi pelampung gak? Atau kita mesti siap sendiri?”

Aseli coklat, tanpa edit, saking panasnya

Continue reading S.O.c.S. (2)

‘Gaung’ Isyarat

Saya pernah bertekad, bahwa Moldy tak akan sekolah di SLB supaya dia bisa bergaul dengan anak dengar, tak akan berbahasa isyarat supaya verbalnya lebih terasah. Pokoknya dia harus bisa berbicara seperti orang biasa. Semaksimal mungkin. Senormal mungkin 😑

Apa daya, terapi wicara mengalami perkembangan lambat, maju satu langkah lalu mundur dua langkah 😢 Belum lagi menangani tantrumnya yang hampir tanpa henti. Disuruh bilang A, keluarnya B. Terus dipaksa, dia memilih melarikan diri atau cuma diam sambil melotot seolah mengatakan, “Aku males, aku emoh, so what?” 😄

Continue reading ‘Gaung’ Isyarat

PR Anak Bukan PR Emak

Waaa, malesnyaaa kalau ada pesan dari bu guru, mohon bantu/dampingi anak saat mengerjakan PR. PRnya berantakan dianggap tanpa pengawasan 😯

Buat satu anak difabel, waktunya mesti pas supaya dia berkenan dikoreksi, supaya dia tidak emosional. Buat satu anak saya lagi yang sregep dan agak perfeksionis, saya mesti mengatur cara agar dia tidak stress kalau tak bisa mengerjakan. Saya tak memasang target harus benar semua, asal paham saat ditanya dalam kondisi bebas, tanpa terikat pakem pelajaran, sudah cukup.

Sayangnya, saya kurang sepaham dengan sebagian guru dan kurikulum. Bagi seorang guru, 1-2 salah berarti saya tak mendampingi. Buat seorang anak, 1-2 salah sudah bikin dia stress, karena dia dimarahi kalau bertanya terlalu banyak ke gurunya. Nah, kita tak bisa pukul rata kan, target ortu atau guru bukan selalu sama dengan keinginan anak 😉

Continue reading PR Anak Bukan PR Emak

Our Anger Management-ADHD Suspect (2)

Dari seminar ke seminar. Dari terapi ke terapi. Dari obat ke stop. Dari diet lalu malas. Dari bingung sampai bingung bangeeet, kadang teori tak setara dengan praktek. Masih terus berjalan dan mencoba. Kali ini, kami diperkenankan mendapat tambahan ilmu yang lebih kooperatif. Racikan antara kasih sayang dan sentuhan.

Ini tentang sejumlah penanganan bagi yang (tercurigai) ADHD. Untuk jenis dan detailnya, anda mesti tetap menghubungi ahli terkait ya. Tulisan ini hanya berbagi sedikit pengalaman ☺

Baca: ADHD, Ya Sudahlah

Minggu 29 Juli, saya berkesempatan menghadiri seminar dengan pembicara Octorina Basushanti, penemu teknik Octo Touch, HTHT (how to handle them). Libatkan hati, yuhuuu, seperti tujuan awal pembuatan blog ini, jangan lepaskan hati dalam setiap langkah. Anak difabel dikenal akan sensitivitasnya. Mereka akan dengan mudah membedakan mana orang yang tulus melayaninya dan mana yang tidak.

Baca: Di Balik Nama

Materinya bu Octo secara lengkap saya tulis terpisah ya. Ini yang penanganan (tercurigai) ADHD saja. Saya genapkan penanganan versi bu Octo, dengan tambahan beberapa sumber lain dan sejumlah pengalaman yang sudah saya jalani.

Continue reading Our Anger Management-ADHD Suspect (2)

Penyebab Diet Gagal

Ketahuilah kawan, saya sudah belajar melakoni diet sejak lulus sekolah dasar 😄 Penyebabnya, saya cape dan jengkel tiap ketemu siapapun selalu diejek gendut. Padahal kalau dilihat, masih ada banyak yang lebih gendut daripada saya. Bapa bilang itu perhatian. Saya bilang itu persetan 😑 Saat itu dunia terasa mau runtuh dengan bentuk tubuh yang enggak banget. Huaaa…

Eh, begitu kena masalah lain yang mesti dihadapi sendiri tanpa bantuan siapapun, saya langsung kuruuus, sampai ada yang menyarankan ke psikiater segala 😥 Menjelang menikah pun, masih agak gemuk. Namun begitu menjalani pernikahan, susaaah banget gemuknya.

Entah kenapa, semenjak menikah berat badan malah susut, susah sekali gemuk, sampai dikira penyakitan. Berat badan saya waktu kuliah, sama dengan berat badan saya waktu hamil si Moldy 😨 Itupun mentok, tak bisa naik lagi. Padahal teman dekat saya tahu, saya ini cemilannya banyak dan abot semua. Tidak bahagia? Hihihi, katanya sih begitu. Walahualam 😉

Continue reading Penyebab Diet Gagal

Jeniper, Si Andalan

Jeruk nipis peras.

Elitnya sih, lemon 😂 Sayangnya, lemon lebih mahal dan susah didapat, jadi yah jeruk nipis paling pas. Untuk 6-7 biji jeruk nipis ukuran sedang, harga termahal tak sampai sepuluh ribu. Saat harga murah, malah cuma 3-4 ribuan.

Ini manfaatnya, berdasar pengalaman dan percobaan saya ya:

🍋 Mengurangi amisnya ikan.
Saya males goreng ikan pakai bumbu kunyit karena minyaknya makin kotor, ribet (mesti nguleg), dan lengket.
Untuk ikan segar, sehabis dibersihkan, dikucuri jeruk nipis, garam, merica. Diamkan sebentar. Kalau mau rasa lebih, tambahkan bawang putih cincang dan ketumbar bubuk. Sebelum digoreng, lumuri ikan dengan sedikit minyak supaya tidak menempel di penggorengan.
Tambahkan irisan jahe waktu digoreng, supaya minyak tak meletus-letus.
Rasanya, hmmm, saya suka makanan yang masih ada citarasa aslinya dan tak banyak penyedap. Begitu 😉

Pernah coba yang begini?

Continue reading Jeniper, Si Andalan