Ngolshop Ala Siti Maryamah

Sudah ya, saya sudah melampaui tulisan awal saya yang iseng, tentang Siti Maryamah. Saya hapus untuk memacu diri aja, apakah sanggup, paling tidak menyamainya. Alhamdulillah, bisa melampaui ☺ Sekarang saya bayar penghapusan dengan tulisan baru. 

Cara marketing mbak Siti memang unik, bisa jadi alternatif cara jualan biar cepat closing. Saya kan bakul moody part timer, lebih suka mengamati daripada jualan. Berteman dengan beragam karakter emak membuat saya jadi males dodolan, mentalnya perlu banyak asahan lagi 😄

Continue reading Ngolshop Ala Siti Maryamah

Advertisements

Sampai Kapan dan Batas Kemandirian Anak Spesial

Pernah viral, cerita mengenai seorang tuna grahita yang berkelana keluar kota berbekal catatan dari gurunya. Dia naik kendaraan umum, bertanya pada orang asing, juga meminta yang bersangkutan untuk membubuhkan tanda bahwa si bocah sudah melaksanakan sesuai tugas yang tertera. Tunagrahita yang mengalami kelambatan dalam berpikir dan bertindak, ternyata mampu lho, menembus batas ☺ Selain prestasinya sebagai seorang berkebutuhan khusus, dibutuhkan kecerdasan seorang guru yang berani memetakan program kemandirian yang cukup menantang, serta kelegowoan hati orang tua untuk melepas anaknya ke dunia bebas ☺

Tulisan saya sebelumnya, yang menekankan kata sampai kapanpun, agak ambigu ya. Kata ini mengandung resiko misinterpretasi. Jadi di tulisan berikut ini saya koreksi lebih lanjut, demi memperjelas makna sampai kapanpun ☺

Continue reading Sampai Kapan dan Batas Kemandirian Anak Spesial

Lompatan Lanjut

Awal tahun 2015, begitu dibelikan gawai agak lumayan nggaya, saya bikin blog baru ini, tuwuhingati. Ini penyakit digital yang mbencekno. Tiap kali saya merasa konsep blog sudah tak sesuai dengan jiwa kebaruan saya, langsung bikin lagi. Hahaha, labil sekali 😂 Dari blogdrive yang almarhum, blogspot, notes fesbuk, hingga wordpress. Jejak kepenulisan masih ada sebagian, kadang masih juga ada yang komen di blog lama. Maunya saya pindah ke tuwuhingati semua, eh ribet juga mengatur perpindahan sembari menyesuaikan konsep baru. Ya sudah, belajar konsisten dan mengamini ketidaksempurnaan ☺

Konsep awal blog adalah bercerita apa adanya, dengan menyamarkan nama-nama yang bersangkutan. Tapi karena saya gak biasa ngomongin orang terlalu jeru, saya ubah lagi konsepnya.

Continue reading Lompatan Lanjut

Mencapai Akhir

Situs yang pernah bikin saya ngiri dengan cara pria bermuamalah dalam kehidupan ini, diakhiri dengan bangga, per 28 Maret 2017.

Jujur, saya kadang tak terlalu paham dengan pilihan diksi Armand Dhani atau Edi AH Iyubenu, pola satir historis ala Muhidin M. Dahlan, dan para sedhereknya. Yang paling mudah dimengerti dan selalu bikin cekikikan ya Agus Mulyadi. Tak heran kalau sindiran ala Mojok jadi berubah banyak dan lebih akomodatif dengan banyak kepentingan, saat Gus Mul menjadi redaktur.

Continue reading Mencapai Akhir

Sinau Ala Ummu Daffy

Daffy usianya sekitar 4 tahun, menyandang tuna rungu kategori berat, menggunakan alat bantu. Selama kurang lebih 3 bulan terapi di Lawang, perubahan dan kemajuan si Daffy banyak sekali. Bisa diajak komunikasi dua arah dan mulai bisa membaca. Bukan hanya metodenya yang tepat, tapi juga kerja keras Ummu Daffy yang begitu sabar serta telaten mengajari anaknya di rumah seusai terapi.

Ummu Daffy sangat berhati-hati dalam bertutur kata. Berkali-kali dia mengatakan bahwa dia hanya berbagi pengalaman dan mendapat hasil yang baik, bukan bermaksud menggurui ibu-ibu dengan berbagai jenis berpengalaman ☺


Berikut ‘kuliah’ singkat dari Ummu Daffy untuk mendidik anak tuna rungu:
Continue reading Sinau Ala Ummu Daffy