Siap Mondok?

Pengen nulis tentang ini lama sekali. Ternyata udah terkumpul beberapa cerita. Bukan untuk mendiskreditkan kehidupan di pondok ya, tapi realitanya begini. Sisi lain pendidikan. Mereka digembleng dengan keras, lulus dengan predikat diakui dunia, namun tantangan yang mereka hadapi pastinya bukan main-main.

Ini sebagian yang pernah saya dengar, dari narasumber langsung dan cerita ortu. Jika ada kesalahan dan kebenaran, tetaplah tabayyun dengan khusnudzon. Semua orang memiliki porsinya masing-masing. Tak semua yang dihadapi orang lain, pasti kita hadapi ☺

Continue reading Siap Mondok?

Advertisements

Diet Agama (2)

Menurut anda, agama sebenarnya diturunkan dari orang tua atau benar hidayah?

Hmmm….

Mari disimak beberapa kisah contoh berikut 😉
Nabi Ibrahim bukanlah penyembah berhala seperti orang tuanya.
Anak yang dibunuh Nabi Khidr karena nantinya akan menjadi seorang pembunuh.
Anak Nabi Nuh yang durhaka dan tenggelam bersama air bah.
Sekilas kisah itu menunjukkan bahwa pengasuhan adalah usaha, sedangkan hasilnya wallahualam ☺

Beriman adalah hidayah, yang bisa diusahakan. Iya, dulu jaman belum banyak manusia, beberapa terpilih untuk menyampaikan risalah kepada umatnya masing-masing, mengajak kepada tauhid. Dengan makin berkembangnya akal dan pengetahuan, risalah itu dijadikan tertulis, yang kemudian menjadi pedoman kita dalam usaha menjaga iman hari-hari ini ☺

Mengapa sih kita harus beragama?

Continue reading Diet Agama (2)

2018: Manfaat Puasa Bagi Anak

Puasa bagi anak sebelum mereka baligh adalah puasa hore-hore. Belum wajib, tak ada dosa, wallahualam soal pahala.

Buat Moldy dan Shena manfaat puasa antara lain:
🌞 Menambah napsu makan, kan jam makannya dimundurkan, dipindah, sehingga perut butuh asupan lebih.

🌞 Melatih kesabaran. Heran, mereka jadi lebih tenang dan tidak mudah marah dibandingkan hari biasanya. Mungkin begini ya, kalau anak belum punya dosa atau dosanya masih sedikit, efek sampingnya cepat bekerja 😊

Continue reading 2018: Manfaat Puasa Bagi Anak

2018: Tak Ada Cerita

Salah satu Ramadan yang cukup kelabu. Puasa cuma dapat beberapa hari, selebihnya dilalui dengan sakit dan merawat yang sakit 😕

Baca: Pergi

Tilawah pun tak bisa jalan seperti biasanya, sungguh berat menyusun kekuatan penuh kembali dari nol 😕

Semoga masih bisa dipertemukan dengan Ramadan tahun depan dan hari-hari cemerlang lainnya. Antara lain untuk bayar utang dan bayar fidyah. Supaya nanti LPJ bisa lengkap dan sesuai argumen faktual.

Hiks, setan tak benar-benar pergi jika kau tak meniatkannya demikian 😕

Baca: Siapakah Setan Itu

Salam…

Gambar dari embunhati

Deaf Rihla: Cinta Dalam Sunyi MenujuNya

Ini yang pertama di Indonesia, siraman rohani yang disampaikan dalam bahasa isyarat, didampingi oleh beberapa penerjemah. Pembicaranya seorang pengusaha Muslim dari UK.

Pembicaranya, mampu berbicara oral dalam bahasa Inggris, dengan intonasi dan pengucapannya sama seperti orang biasa; namun dia lebih nyaman berbahasa isyarat. Komunikasinya diterjemahkan oleh mas Ipong dalam bahasa Indonesia bagi peserta dengar, kemudian diterjemahkan lagi dalam Bisindo oleh Bunda Galuh bagi peserta tuli. 

Sepintas sih nampak rumit dan peserta dengar mesti bersabar menunggu proses terjemahan. Ada beberapa isyarat yang bahkan mesti dikomunikasikan dengan bahasa Inggris, dibantu dengan Alquran terjemahan, juga bantuan obrolan dengan peserta lain; namun itu tak mengurangi esensi materi. Bahkan, dari sejumlah pertemuan formal dengan para tuli, saya hampir kewalahan mencatat dan menerjemahkannya ke dalam tulisan, karena jadinya banyaak sekali 😀

Continue reading Deaf Rihla: Cinta Dalam Sunyi MenujuNya

Kebutuhan Khusus Dalam Alquran

Pertanyaan saya dulu, kenapa sih tak ada bahasan tersendiri soal kebutuhan khusus dalam Alquran? 😮

Kegalauan itulah yang kemudian mendasari tulisan Bukan Ujian, Bukan Malapetaka.

Saya pernah cerita kan ya, kami dituduh punya dosa di masa lalu sehingga Moldy yang kena azabnya menjadi tunarungu. Karena tidak percaya hal begituan, saya berkilah. Ada tuh, ustadz yang kaya raya, setiap tahun selalu memberangkatkan pegawainya umroh. Anaknya yang berkebutuhan khusus sudah berobat hingga keluar negeri demi mencapai perbaikan dan ternyata Allah masih mengujinya. Eh argumen baliknya belum selesai di situ aja lho. Kalau bukan dosa orang tuanya, maka dosanya kakek neneknya, buyutnya, canggahnya… Duh Gusti Allah… Stop aja deh, kibar bendera putih. Gawai boleh tercanggih, tapi kalau pemikiran masih primitif, percuma dong ya 😉 

Continue reading Kebutuhan Khusus Dalam Alquran

Dakwah Adalah Cinta

dakwah adalah cinta

dan cinta akan meminta semuanya darimu
sampai pikiranmu
sampai perhatianmu
berjalan, duduk, dan tidurmu
bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu tentang dakwah
tentang umat yang kau cintai

memang seperti itu

dakwah menyedot saripati energimu
sampai tulang belulangmu
sampai daging terakhir yang menempel di daging rentamu
tubuh yang luluh lantak diseret-seret
tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari

dakwah bukannya tidak melelahkan
bukannya tidak membosankan
dakwah bukannya tidak menyakitkan bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan

tidak…

justru kelelahan
justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya
setiap hari
satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih tragis

(KH Rahmat Abdullah)

9 Juli 2014