Lompatan Lanjut

Awal tahun 2015, begitu dibelikan gawai agak lumayan nggaya, saya bikin blog baru ini, tuwuhingati. Ini penyakit digital yang mbencekno. Tiap kali saya merasa konsep blog sudah tak sesuai dengan jiwa kebaruan saya, langsung bikin lagi. Hahaha, labil sekali 😂 Dari blogdrive yang almarhum, blogspot, notes fesbuk, hingga wordpress. Jejak kepenulisan masih ada sebagian, kadang masih juga ada yang komen di blog lama. Maunya saya pindah ke tuwuhingati semua, eh ribet juga mengatur perpindahan sembari menyesuaikan konsep baru. Ya sudah, belajar konsisten dan mengamini ketidaksempurnaan ☺

Konsep awal blog adalah bercerita apa adanya, dengan menyamarkan nama-nama yang bersangkutan. Tapi karena saya gak biasa ngomongin orang terlalu jeru, saya ubah lagi konsepnya.

Continue reading Lompatan Lanjut

Advertisements

2017: Bukan STMJ

Ini bukan tentang minuman penambah tenaga itu ya. Ini tentang slogan Sholat Terus Maksiat Jalan. Kok bisa ya, padahal sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Rasulullah menyatakan bahwa sholat orang yang berbuat jahat adalah untuk membayar kejahatannya. Impas ya, tanpa pahala tersimpan, bahkan bisa tekor 😕


Saya masih penasaran selama sekian tahun, sehingga terus ingin tahu kenapa kok bisa. Banyak kasusnya: lagi madat dengar adzan langsung siap-siap sholat, habis sholat lalu zina, dll. Kenapa tuntunan agama yang seharusnya bisa jadi petunjuk, kok bisa menyesatkan penganutnya. Hmmm, rumit ya. Kerumitan yang bisa dipergunakan sejumlah pihak untuk melegalkan anggapan bahwa sholat dan tidak, sama saja. Mesti dipahami adalah bahwa, menganut Islam itu perpaduan antara hati dan akal, bukan salah satu saja. Continue reading 2017: Bukan STMJ

Teringgris

Seorang pakar terapi audio verbal tersertifikasi, menyampaikan materi seminar dengan begitu runut, tenang, dan tak berapi-api. Tak seperti saat menyimak sejumlah pengkhotbah atau motivator. Meski demikian, semacam drilling, apa yang diucapkannya cukup menancap dalam benak. Tiap satu dua kalimat dia berhenti sebentar, untuk dibahasakan ulang oleh si penerjemah ke dalam bahasa Indonesia. Beda dengan pakar lain yang memang sengaja mengais rejeki di Indonesia, Cheryl, pakar ini, memilih tetap berbahasa Inggris dan mengatakan bahwa,

“Saya berkelana (membagikan ilmu dan konsultasi) ke berbagai benua dan negara, dengan bahasa berbeda, yang tak pernah saya pelajari sebelumnya. Namun tanpa melihat kamus, saya paham beberapa kata dalam berbagai bahasa berbeda, karena saya memahami konteks.”

Continue reading Teringgris

Re-read Atau Re-add?

Saya sudah melewatkan Gramedia Book Sale dan Big Bad Wolf. Agak sedih sih, tapi udahlah, belum rejeki kali yaa bisa memilih dan memiliki semembahana itu 😥

Ini sebuah rekor yang lumayan manis, beberapa bulan tidak beli buku, demi kepentingan lain. Ini juga keren, setidaknya untuk saya sendiri lah, hehehe… Beginilah menjadi emak, pengorbanan adalah hal yang lumrah. Semua emak akan selalu dihadapkan pada sejumlah pilihan pengorbanan. Coba diingat-ingat, apa aja, dihargai, lalu disyukuri yaa… Berkorban itu indah, selama paham makna dan tujuannya 😊

image

Continue reading Re-read Atau Re-add?

Rasanya ‘Berkebutuhan Khusus’

Menurutku, sebenarnya, setiap orang itu berkebutuhan khusus, hehehe…

Goof it off, it seems that I wandered about special needs cases too much 😆

image

Mungkin aneh bagi sebagian besar orang, ada yang menganggapnya sebagai kutukan, tapi aku beruntung bisa belajar banyak dari menjadi orang tua dari anak berkebutuhan khusus ☺

Buatku sendiri, aku ini biasa aja, baru skala satu, yang hanya sanggup memiliki satu anak berkebutuhan khusus. Bandingkan dengan

Continue reading Rasanya ‘Berkebutuhan Khusus’