Dongeng Menggawai

“Ndil indil brong, sangune brondong sak gentong. Ndiiil…”

Kisah para anak tikus yang menunggu ibunya pulang membawa makanan. Sebelum masuk ke sarang, ibunya mengucap password itu, supaya anak-anaknya tak terjebak dengan muslihat para pemangsa. Eh, password ini rupanya diamati dan dihafalin sama si kucing. Kena deh, para cindhil ini disantap si kucing sampai habis. Ibunya mengucap password dan berbalas hampa 😯

Itu yang cerita, Bapa saya ☺ Dengan berkaos singlet putih yang selalu beliau gunting bagian tengahnya supaya tak terlalu menjerat leher, serta celana pendek warna hijau toska. Baju kebesaran saat santai di rumah 😉
Continue reading Dongeng Menggawai

Advertisements

Kue Bantat Pengasuhan

Latest issues
“Kita jadi ortu yang mesti berperang dengan kejahatan digital, dengan konten bebas tak berbatas. Aku gak tahu gimana lagi cara mengontrol anak-anak agar tak banyak teracuni,” cerita Winnie, memulai obrolan tentang gawai dan pengasuhan.

“Berat ya jadi ortu jaman now,” tukas saya.

“Akan lebih berat lagi beban anak-anak ini, yang dibesarkan di era digital. Mereka juga jadi orang tua nantinya. Mereka akan menemui tantangan seperti apalagi…”

😯😯

Tak sanggup lagi berandai. Kalau memang sesuai firasat dan perkiraan, rasanya kok ini sudah sampai di tahap ultima teknologi. Entah nanti kita akan mencapai masa kendaraan pribadi yang terbang membelah langit atau malah meluncur anti klimaks dan kembali berpacu menunggang kuda, wallahualam 😉

Continue reading Kue Bantat Pengasuhan

Paranoia Medsos

Sebuah Honda Oddysey menepi tepat di depan jalan masuk ke Kantor Pajak cabang Lawang. Saya menoleh risih karena dia hampir menyasak area saya menunggu bis. Kacanya gelap sehingga tak kelihatan seperti apa makhluk yang ada di dalam. Tentunya bukan alien ya 😄

Kaca pintu belakang dibuka separuh. Selintas bayangan, seorang wanita dengan sasakan ala ibu pejabat. Dengan begitu elegan dan sangat berkelas, dia berkumur, sampai terdengar suara air yang bergejolak. Kemudian dia menyemburkannya dari dalam mobil ke luar, melompati kaca, tanpa membuka pintu sama sekali.

Continue reading Paranoia Medsos

Narkolema (2)

Sudah tahu kan soal Elsa dihamili Spidey? Permainan bisa diakses bebas di yutub. Kenapa setelat ini? 😯 Bukannya Upin Ipin sudah ada versi begituannya, menurut Elly Risman. Kenapa tidak berhati-hati lebih awal? Kenapa yutub (yang menurut saya adalah sarang penyamun buat anak-anak), bisa diakses bebas tanpa pengawasan? Kenapa dibiarkan sampai ada korban yang terperosok, baru bertindak? Kenapa? Kenapa? Kenapa? 😤

Continue reading Narkolema (2)

Anti Kebenaran

Saat musim permen karet yosan (yang huruf N nya masih jadi misteri), duluuu, pernah beredar kabar bahwa tepung yang bikin permen tak menempel pada kertas pembungkus adalah sejenis kokain. Lengkap dengan penjelasan ciri-ciri serbuknya. Anda, yang seangkatan dengan saya, pernahkah mendengar kabar serupa? 😉

Saat ikutan Persami, duluuu juga, seorang kakak kelas berkisah tentang cerita horor. Maksudnya sih supaya kami berhati-hati dalam bertingkah laku. Beberapa teman menertawakan kisah itu dan si kakak kelas jengkel, mengatakan bahwa ada anak yang juga menertawakan dan bibirnya menjadi perot sepulang sekolah. Suasana jadi agak senyap. Yang tetap tak percaya, cekikikan tertahan 😯

Continue reading Anti Kebenaran