5 Alasan Ngeblog

Ada yang masih ingat dengan blogdrive? 😊
Di situ saya bikin blog pertama, yang isinya pengalaman sehari-hari. Hampir sama juga kayak sekarang, beda intensitas dan datanya. Saya selalu tertarik dengan tema anak-anak, perempuan, politik, dan agama. Gak terlalu nyambung sih, hehehe, tapi itulah sejumlah topik konsisten yang hampir selalu saya tulis.

Tentang anak-anak, melebar menjadi difabilitas, pendidikan, dan pengasuhan. Politik banyak berkurang, buat bahan obrolan offline aja, nulisnya hanya menyentil sedikit aja. Sudah banyak ahli politik dadakan di medsos, sungkan euy 😆 Bahasan agama juga mulai saya kurangi, kecuali yang sumbernya jelas dan hampir minim kontroversi. Sesekali baca Magdalene untuk tes ombak, laman yang cukup kritis untuk topik perempuan dan agama. Boleh baca pandangan saya, silakan berargumen 😉 Saya pernah menjadi sangat kanan, hampir cadaran, tapi udah tidak lagi. Barangkali buat sebagian teman, saya udah semacam liberal atau plural. Bodo amat, tafsir aja ada Ibnu Katsir dan Saidi, imam ada empat; masa kita yang kaum akar rumput harus sepakat sama persis 😕

Continue reading 5 Alasan Ngeblog

Advertisements

Make-up Kondangan

Make up sebelum punya anak: pelembab, alas bedak, bedak tabur, bedak padat, eye shadow, eye liner, blush on, lipstick, concealer, maskara, pensil alis.

Meski tak mendetail para juru rias dan tak bisa merias orang lain, saya tahu sedikit kok soal riasan yang pas. Teknik shading biar mancung, menggambar alis mesti melewati tulang atas mata. Belajarnya, dari teman-teman yang selalu mengoreksi riasan satu sama lain.

Continue reading Make-up Kondangan

Kue Tradisional dan Kenangan

Ninih bilang, hari itu beliau akan membuat jenang. Saya, yang saat itu belum sekolah, mengikutinya ke sana kemari di pawon yang luas dan panjang. Paling ujung, tempat cuci piring, yang buangannya manual, berupa sebuah bak besar. Kalau malam, tempat ini cukup horor. Cahaya lampunya temaram, tak cukup menerangi sampai area cuci piring.

Saat Ninih berpulang ke rumah abadi, tempat inilah yang konon menjadi area pamitan Ninih. Sesuai dengan kesibukan hariannya, panci dan wajan berbunyi sendiri di tengah malam, tepat di 40 hari kepergiannya. Hiii… 😨

Kembali lagi ke area pawon. Kayu bakar, wajan besi yang sangat besar dan tebal, kompor beton dengan lubang tempat pembakaran, gula merah, santan kental dari kelapa yang baru saja diparut. Semua beraroma klasik, tanah dan hangus 😀

Continue reading Kue Tradisional dan Kenangan

Mengatasi Perseteruan Antar Saudara

Beda usia antara Moldy dan Shena hanya setahun lebih sedikit. Hampir mendekati kembar ya 😉. Shena yang doyan makan bahkan tumbuh membesar melampaui Moldy, yang memang susah makan sejak kecil. 

Saat mereka bertengkar, awalnya sempat panik juga. Moldy kan berkebutuhan khusus, ada sedikit permakluman. Shena, perempuan dan lebih muda. Meski terkadang sudah tahu siapa yang salah, tetap aja cap cip cup bingung mesti gimana 😁

Continue reading Mengatasi Perseteruan Antar Saudara

Sarden Kukus

One day one post, hari kesebelas 💪

Resep ini saya dapat dari nenek tetangga, yang pintar memasak. Kalau blank dengan ide masak apa hari ini, saya nanya-nanya. Beliau ini selalu berbaik hati membagi resepnya yang sangat beragam. Perkara pengalaman juga ya, jadinya tiap hari tak pernah stuck macam para emak anyaran, yang menunya tak lepas dari tumis sayur dan goreng sana sini 😄

Saya modif sedikit untuk versi minim minyak ya. Seperti biasa, takarannya serba kira-kira 😉

Continue reading Sarden Kukus

Sebuah Zona Nyaman

One day one post, hari kesepuluh 💪

Ini tahun ketiga saya berinteraksi dengan lingkaran penyandang tunarungu. Sesama orang tua, guru, juga anak-anak dari berbagai usia dan latar belakang. Rasanya nano-nano. Bagian sedih yang mulai terkelupas, semangat yang membuncah, empati yang terpahat apik, dan juga bahagia yang tak ternilai ☺

Ada yang bilang SLB itu tidak manusiawi, karena seperti mengasingkan mereka yang istimewa dari pergaulan secara umum. Justru, saya merasa sekolah di SLB di tahap awal usia anak itu membuat mereka lebih manusiawi. Proses melihat di depan cermin, siapakah mereka. Mereka memiliki keistimewaan dari orang normal. Mereka juga melihat siapa saja teman mereka yang ternyata hampir senasib ☺

Continue reading Sebuah Zona Nyaman

Kiat Hidup Sehat

Zhang Rui, CEO sekaligus pencipta sebuah aplikasi kesehatan, meninggal dunia di usia yang masih cukup muda, 44 tahun. Meski dia menjalani hidup sehat, namun dia abai mengendalikan napsu kerja kerasnya. Zhang meninggal mendadak ditengarai karena terlalu lama bekerja. Metode kerjanya dikenal dengan pola 996, 9 pagi ke 9 malam, 6 hari dalam seminggu 😨

Pola hidup sehat secara fisik saja ternyata tak cukup. Penyakit yang dulu biasa menyerang para manula, kini grafiknya bergeser ke usia produktif. Obesitas dan diabetes bisa menyerang anak-anak. Stroke, kanker, kista, asam urat, sudah mulai menyerang di puncak kejayaan usia, sekitar 30-40an. Ada memang bagian takdir yang berperan, tapi berusaha untuk hidup sehat dan berkualitas, lebih baik bukan 😉

Continue reading Kiat Hidup Sehat