Our Anger Management-ADHD Suspect (2)

Dari seminar ke seminar. Dari terapi ke terapi. Dari obat ke stop. Dari diet lalu malas. Dari bingung sampai bingung bangeeet, kadang teori tak setara dengan praktek. Masih terus berjalan dan mencoba. Kali ini, kami diperkenankan mendapat tambahan ilmu yang lebih kooperatif. Racikan antara kasih sayang dan sentuhan.

Ini tentang sejumlah penanganan bagi yang (tercurigai) ADHD. Untuk jenis dan detailnya, anda mesti tetap menghubungi ahli terkait ya. Tulisan ini hanya berbagi sedikit pengalaman ☺

Baca: ADHD, Ya Sudahlah

Minggu 29 Juli, saya berkesempatan menghadiri seminar dengan pembicara Octorina Basushanti, penemu teknik Octo Touch, HTHT (how to handle them). Libatkan hati, yuhuuu, seperti tujuan awal pembuatan blog ini, jangan lepaskan hati dalam setiap langkah. Anak difabel dikenal akan sensitivitasnya. Mereka akan dengan mudah membedakan mana orang yang tulus melayaninya dan mana yang tidak.

Baca: Di Balik Nama

Materinya bu Octo secara lengkap saya tulis terpisah ya. Ini yang penanganan (tercurigai) ADHD saja. Saya genapkan penanganan versi bu Octo, dengan tambahan beberapa sumber lain dan sejumlah pengalaman yang sudah saya jalani.

Continue reading Our Anger Management-ADHD Suspect (2)

Advertisements

Gawai Di Bawah Kaki Anak

Kisah mengenai anak yang mencoret mobil ayahnya dengan benda tajam, sudah baca kan ya, dalam berbagai versi πŸ˜‰ Versi positif, mengabarkan betapa hebatnya si ayah yang tak marah, bahkan memuji anak sebagai karya terbaiknya. Versi negatif, menggambarkan kemurkaan si ayah yang memukul anaknya sampai si anak lumpuh 😒

Nah, kalau itu terjadi pada kita, bagaimana sebaiknya kita bersikap? Sudah jelas mobil bukan barang murah, apalagi kalau nyicilnya ngos-ngosan bertahun lamanya. Sementara menahan diri untuk tidak marah juga bukan perkara menjentikkan jari dan taraa…hati bisa seluas hatinya mimiperi, eh… 😁

Karena tidak dan belum ada niatan punya mobil, kita obrolin yang mobile aja, mobile phone πŸ˜€ Bagi anda yang punya anak super aktif, baik yang normal maupun yang difabel, pasti tahu dong rasanya kehilangan gawai. Dicemplungin got atau sumur, dipakai buat mandi, dibanting sampai pecah berkeping-keping, diinjak-injak, dibikin percobaan pantulan, ditindihin dan tak boleh diambil sama sekali. Hahaha, anda yang mana? πŸ˜‚

Continue reading Gawai Di Bawah Kaki Anak

Seputar Angpau

Satu
Suatu siang di Lebaran kedua, sekitar jam 1 an, beberapa anak tak dikenal, bertamu ke rumah ibu mertua. Hihihi, anjangsana kesiangan, entah mereka berasal dari kampung mana. Dengan sigap mereka bersalaman dan memutuskan siapa pemilik rumah antara saya dan ibu mertua, demi tergenggamnya selembar rupiah πŸ˜€

Continue reading Seputar Angpau

Panikmu Bukan Untukku

Jika anda panik dengan kelakuan anak orang lain, bukan berarti ibu si anak mesti ikutan panik kayak anda juga ya πŸ˜‘

Perihal beda pengasuhan inilah yang susaaah sekali dimaklumi banyak orang. Menurut banyak ibu, kalau tidak sesuai dengan cara dan apa yang diketahuinya, maka banyak ibu ini merasa berhak memperingatkan. Oh…oh…

Gambar di atas saya ambil dari curhatan soal parenting juga, baca sendiri deh πŸ˜‰

Sebagian besar dari mereka, saat Moldy umek akan mendadak diam sambil terpaku dan bersiap umik-umik dengan sebelahnya, ada juga yang gerah dan langsung menanyakan apakah ada yang bisa diberikan untuk membuatnya diam, atau bisa juga super gerah menanyakan ‘kenapa sih kamu biarkan, gak diawasin?’, bahkan pula ‘jadi kamu tak melakukan apapun untuk menjinakkannya’ πŸ˜•πŸ˜₯
Continue reading Panikmu Bukan Untukku

Mengatasi Perseteruan Antar Saudara

Beda usia antara Moldy dan Shena hanya setahun lebih sedikit. Hampir mendekati kembar ya πŸ˜‰. Shena yang doyan makan bahkan tumbuh membesar melampaui Moldy, yang memang susah makan sejak kecil. 

Saat mereka bertengkar, awalnya sempat panik juga. Moldy kan berkebutuhan khusus, ada sedikit permakluman. Shena, perempuan dan lebih muda. Meski terkadang sudah tahu siapa yang salah, tetap aja cap cip cup bingung mesti gimana 😁

Continue reading Mengatasi Perseteruan Antar Saudara

Sebuah Zona Nyaman

One day one post, hari kesepuluh πŸ’ͺ

Ini tahun ketiga saya berinteraksi dengan lingkaran penyandang tunarungu. Sesama orang tua, guru, juga anak-anak dari berbagai usia dan latar belakang. Rasanya nano-nano. Bagian sedih yang mulai terkelupas, semangat yang membuncah, empati yang terpahat apik, dan juga bahagia yang tak ternilai ☺

Ada yang bilang SLB itu tidak manusiawi, karena seperti mengasingkan mereka yang istimewa dari pergaulan secara umum. Justru, saya merasa sekolah di SLB di tahap awal usia anak itu membuat mereka lebih manusiawi. Proses melihat di depan cermin, siapakah mereka. Mereka memiliki keistimewaan dari orang normal. Mereka juga melihat siapa saja teman mereka yang ternyata hampir senasib ☺

Continue reading Sebuah Zona Nyaman

Mengajak Si Spesial Keluar Kota

One day one post, hari ketiga πŸ’ͺ

Ini kisah flashback ya, saat anak-anak masih balita, belum sekolah. Tentang perjalanan bertiga keluar kota, sudah saya lama saya tuliskan. Sekarang mau cerita perjalanan keluar provinsi, baru berani mengajak per satu anak πŸ˜‰

Baca: Perjalanan Keluar Rumah Bersama Krucils

Kami berdua ke Jogja, di usia Moldy yang baru 4.5 tahun. Masih sering tantrum, terapi wicara jalan di tempat, dan sering menghilang karena penasaran akan sesuatu 😨

Siap berkelana sendiri πŸ˜‚

Naik kereta Sancaka dari stasiun Gubeng, berangkat sekitar jam 7-8 pagi. Awal berangkat masih kooperatif, tidur ayam dengan kepala terkulai di pangkuan saya. 

Continue reading Mengajak Si Spesial Keluar Kota