Panikmu Bukan Untukku

Jika anda panik dengan kelakuan anak orang lain, bukan berarti ibu si anak mesti ikutan panik kayak anda juga ya 😑

Perihal beda pengasuhan inilah yang susaaah sekali dimaklumi banyak orang. Menurut banyak ibu, kalau tidak sesuai dengan cara dan apa yang diketahuinya, maka banyak ibu ini merasa berhak memperingatkan. Oh…oh…

Gambar di atas saya ambil dari curhatan soal parenting juga, baca sendiri deh 😉

Sebagian besar dari mereka, saat Moldy umek akan mendadak diam sambil terpaku dan bersiap umik-umik dengan sebelahnya, ada juga yang gerah dan langsung menanyakan apakah ada yang bisa diberikan untuk membuatnya diam, atau bisa juga super gerah menanyakan ‘kenapa sih kamu biarkan, gak diawasin?’, bahkan pula ‘jadi kamu tak melakukan apapun untuk menjinakkannya’ 😕😥
Continue reading Panikmu Bukan Untukku

Advertisements

Mengatasi Perseteruan Antar Saudara

Beda usia antara Moldy dan Shena hanya setahun lebih sedikit. Hampir mendekati kembar ya 😉. Shena yang doyan makan bahkan tumbuh membesar melampaui Moldy, yang memang susah makan sejak kecil. 

Saat mereka bertengkar, awalnya sempat panik juga. Moldy kan berkebutuhan khusus, ada sedikit permakluman. Shena, perempuan dan lebih muda. Meski terkadang sudah tahu siapa yang salah, tetap aja cap cip cup bingung mesti gimana 😁

Continue reading Mengatasi Perseteruan Antar Saudara

Sebuah Zona Nyaman

One day one post, hari kesepuluh 💪

Ini tahun ketiga saya berinteraksi dengan lingkaran penyandang tunarungu. Sesama orang tua, guru, juga anak-anak dari berbagai usia dan latar belakang. Rasanya nano-nano. Bagian sedih yang mulai terkelupas, semangat yang membuncah, empati yang terpahat apik, dan juga bahagia yang tak ternilai ☺

Ada yang bilang SLB itu tidak manusiawi, karena seperti mengasingkan mereka yang istimewa dari pergaulan secara umum. Justru, saya merasa sekolah di SLB di tahap awal usia anak itu membuat mereka lebih manusiawi. Proses melihat di depan cermin, siapakah mereka. Mereka memiliki keistimewaan dari orang normal. Mereka juga melihat siapa saja teman mereka yang ternyata hampir senasib ☺

Continue reading Sebuah Zona Nyaman

Mengajak Si Spesial Keluar Kota

One day one post, hari ketiga 💪

Ini kisah flashback ya, saat anak-anak masih balita, belum sekolah. Tentang perjalanan bertiga keluar kota, sudah saya lama saya tuliskan. Sekarang mau cerita perjalanan keluar provinsi, baru berani mengajak per satu anak 😉

Baca: Perjalanan Keluar Rumah Bersama Krucils

Kami berdua ke Jogja, di usia Moldy yang baru 4.5 tahun. Masih sering tantrum, terapi wicara jalan di tempat, dan sering menghilang karena penasaran akan sesuatu 😨

Siap berkelana sendiri 😂

Naik kereta Sancaka dari stasiun Gubeng, berangkat sekitar jam 7-8 pagi. Awal berangkat masih kooperatif, tidur ayam dengan kepala terkulai di pangkuan saya. 

Continue reading Mengajak Si Spesial Keluar Kota

(Jangan) Abaikan Bully Kecil!

One day one post, hari kedua 💪

Jadi anak bungsu yang selalu dikekep Mamak sampai mau kuliah, berbekal wajah culun yang sering dibilang mirip orang-orang jelek, dibully adalah hal yang sering saya alami. Jadi kuat? Relatif sih, mewekan iya 😂 Begitu anak-anak sendiri mengalami masa dibully, rasanya antara jengkel perasaan sebagai induk tapi juga berusaha cuek.

Baca: Bully: Bukan Pilihan

Mereka akan bisa melaluinya, inshaallah. Semoga 💪

Mengutip dari situs halopsikolog, bully diartikan sebagai perilaku agresif dari pihak dominan kepada pihak yang lemah, dengan tujuan menyakiti dan dilakukan secara berulang. Bentuknya bisa verbal, fisik, atau gabungan keduanya. 

Continue reading (Jangan) Abaikan Bully Kecil!

Reward, Yes. Punishment, Yes-No.

One day one post, hari pertama 💪

Bagi yang belum pernah berkunjung ke blog ini, saya perkenalan ulang ya. Saya ibu dari dua anak, Moldy (8) dan Shena (7). Moldy adalah seorang penyandang tunarungu, bersekolah di SLB-B. Shena, bersekolah di madrasah. Pekerjaan saya antara lain koki, guru, sopir ojek, penasehat, tukang setrika, hehehe, hampir samaan deh, dengan ibu rumah tangga lain 😉

Sampai hari ini, saya dan suami, Jemi, masih sering berbeda pendapat tentang reward dan punishment. Masalah rumah tangga yang klasik kan ya. Sempat bikin panik, tapi kemudian sadar, well, tiap rumah tangga punya pola uniknya masing-masing ☺ Tak selalu bisa sakleg dengan satu teori tertentu. 

Continue reading Reward, Yes. Punishment, Yes-No.

Dongeng Menggawai

“Ndil indil brong, sangune brondong sak gentong. Ndiiil…”

Kisah para anak tikus yang menunggu ibunya pulang membawa makanan. Sebelum masuk ke sarang, ibunya mengucap password itu, supaya anak-anaknya tak terjebak dengan muslihat para pemangsa. Eh, password ini rupanya diamati dan dihafalin sama si kucing. Kena deh, para cindhil ini disantap si kucing sampai habis. Ibunya mengucap password dan berbalas hampa 😯

Itu yang cerita, Bapa saya ☺ Dengan berkaos singlet putih yang selalu beliau gunting bagian tengahnya supaya tak terlalu menjerat leher, serta celana pendek warna hijau toska. Baju kebesaran saat santai di rumah 😉
Continue reading Dongeng Menggawai