‘After Reading That’ Effect

Jumat pagi.
Aku curious dengan sebuah buku KKPK genre horor. Bukunya hadiah dari kuis di NouraBooks. Ceritaku tentang Moldy dan kostum Spidey-homemade-nya 😆 berhasil memenangkan hadiah pertama.

image
Sedang enggan bergaya

Baca kisah horor itu ngeri-ngeri sedap. Ngeri membayangkan, sedap penasaran. Ini percobaan kedua sebenarnya. Percobaan pertama saat aku sedang ‘kalap’. Kalap menjajal berbagai genre menulis, antara lain horor. Aku terdampar di beberapa blog mistis. Tak menunggu lama, ‘ada’ yang datang mengunjungi kami. Siang-siang lho 😈 Shena masih belum lancar bicara jadi dia bisa lihat makhluk asing yang gentayangan, sementara Moldy masih cuek. Parahnya, aku belum hafal ayat kursi 😣

Continue reading ‘After Reading That’ Effect

Advertisements

Ramuan ‘Ajaib’

Sekitar dua bulan setelah aku menikah, Bapa kecelakaan di daerah yang namanya Kandangan. Bukan kandang sapi atau kerbau lho ya, tapi nama daerah di antara Malang dan Kediri.

Pergelangan tangan kiri patah, jadi mesti digips, pake pen. Jadinya sekarang agak bengkok, ga bisa lurus seperti bikinan ‘pabrik’ asli.

Saat masa penyembuhan itu, seorang tukang becak langganan menawarkan pengobatan alternatif di samping dokter. Biar cepat sembuh katanya.
Continue reading Ramuan ‘Ajaib’

Mulai Dari Kaos Lepas Sendiri

Banyak orang bilang, rumahku yang di Batu itu angker. Kasak-kusuknya sih, gak ada yang berani bertamu karena ada kakek tua yang berjaga di depan. Hiiii… Tapi itu gombal kayaknya, lha kok Bapa sering kehilangan pot bunga :D, sandal, juga sepatu Hiu. Kalau bikin orang biasa takut, kenapa ga bisa bikin maling takut. Wes, ga bener ini…

Sekitar kelas lima SD, aku tidur agak sore karena cape, abis latihan drumband. Aku pake kaos bali warna biru donker dan celana pendek putih. Karena tidurku lebih awal, maka sekitar jam 9an, aku bangun lagi, merasa kok agak dingin ya. Lha kok, aku cuma pake kaos dalam, lalu mana kaos baliku?

Continue reading Mulai Dari Kaos Lepas Sendiri

Saat Listrik Padam

Kayaknya sih, Moldy bisa lihat barang alus. Waktu dia kecil, sebelum usia 2 tahun, wajar ya, every child does. Selanjutnya, aku gak tahu pasti, lagi repot sama tantrumnya sih 😆

Sempat ada perkiraan seseorang (yang sok tahu, hehe), bahwa Moldy ini bukan tuna rungu. Ada kemungkinan dia ‘melihat’ terlalu banyak, yang berimbas pada kelambatan bicara. Aku kan gak mau percaya gitu aja, cari banyak bukti dong.

Continue reading Saat Listrik Padam