Jilbabku, Jilbabmu, Jilbab Mereka

Dari masa pas foto jilbab harus dilepas, hingga masa kini menjadi ikon busana yang bisa dipadupadan dalam berbagai kesempatan, jilbab tetap saja kontroversial. Tentunya, semua yang berkaitan dengan perempuan selalu demikian, bukan? 😉

Saya dikenalkan jilbab saat masih SD, di era 80-90an, masa di mana jilbab masih tabu, larangan resmi yang tak boleh dilanggar. Mamak melarang saya pakai, dengan alasan takut ditangkap/dianiaya atau apalah itu, dan saya manut dong. Masih kecil 😁

Entah mengapa, bahkan sejak jaman itu pun, Islam terpahamkan dengan cara radikal. Dunan diam-diam mengajak saya ikut JT, lengkap dengan pakaian serba hitam dan cadar. SMP gaes, apa yang bisa saya tangkap dari itu semua, gak ngerti apa-apa. Saya berontak sendiri, merasa terkekang, langsung pulang untuk ganti celana pendek dan kaos, hehehe…

Continue reading Jilbabku, Jilbabmu, Jilbab Mereka

Dear Suamiku

Antologi bikinan Divapress. Imbalannya, sertifikat bukti menulis dan sebuah buku. Akhir tahun kemaren bukunya ada di rak obralan jadi 15 ribu, hehehe, antara nelongso gimana ya. Buku ditulis keroyokan yang bermodal curhat dan koneksi internet.

Isinya masih tentang Moldy. Surat yang (pura-pura) ditujukan kepada suami masing-masing ini, berkisah tentang pengalaman singkat saya mengetahui bahwa Moldy adalah seorang Tuli. Dalam ‘surat itu’, saya mengajaknya bekerjasama mengasuh serta menerima paket lengkap Moldy sebagai seorang penyandang Tuli. Saat itu masih pro alat bantu dengar, belum mau bahasa isyarat 🤭

Reinforcement (2): HTHT

Senaaang sekali kalau ada seminar murah atau bahkan tak berbayar. Sayang, efek sampingnya agak menyesatkan 😁 Saya jadi malas berusaha mencari tahu dari awal. Biasanya kalau mahal, saya ubekin dulu ranah informasi digital, biar punya bahan untuk nanya-nanya. Ogah rugi, hehe… Tapi kalau murah atau gratis, saya malah cuek asal datang. Duh, Indonesian.

Bagaimanapun, saya harus berterima kasih pada banyak pihak yang ternyata berusaha keras untuk memfasilitasi orang tua dan anak difabel untuk menuju kesetaraan. Ini salah satunya. Seminar murah, meriah, dan ilmu yang sangat bermanfaat. Alhamdulillah, kalau mau mencari dan mencoba, banyak kok fasilitas untuk para difabel. Setara memang belum sempurna ya, tapi kepedulian sudah cukup baik 😊

Ini materi lama, tahun lalu 😔 Hasrat ingin menulis dengan data sempurna, berujung tak segera ditulis, hehe… Akhirnya banyak informasi yang lupa. Gapapa ya, sebagian besar masih apdet kok. Pembicara juga masih kemana-mana untuk menawarkan tekniknya sebagai solusi alternatif dan komplementer bagi pendampingan anak difabel.

⚅ Siapa pembicaranya?
Octorina Basushanti. Kuliah di HI-UI angkatan 93.

Ini perlu digarisbawahi, sembari mengingat Arief Budiman (Ketua KPU), Dee Lestari (penulis), Tika Panggabean (artis), Ade Rai (binaragawan), Patsy Widakuswara (jurnalis), Gilang Bhaskara (comic), Ge Pamungkas (comic). Semuanya lulusan HI.

Bu Octo kemudian mendalami hipnoterapi dan meraih gelar master.
Bu Octo memiliki 9 anak, 8 perempuan dan 1 lelaki. Satu-satunya inilah yang ternyata divonis menyandang cerebral palsy, blind, deaf, bahkan mengalami kematian otak di usia beberapa bulan. Namanya Drumas. Sehari kejang bisa 155 kali 😨
Dengan sejumlah metode yang dipadukan secara otodidak dan hipnoterapi, Drumas kini bisa bermain drum, berjalan dengan tongkat, makan dan mencuci piringnya sendiri.
Otaknya dinyatakan mengalami regenerasi/pemulihan di usia 4-5 tahun. Subhanallah…

Continue reading Reinforcement (2): HTHT

Coretan Tertinggal Hari 29

Liburan akhir tahun lalu, aku menghabiskan tiga buku bantal Tere Liye dan menyelesaikan reviewnya segera. Meski kubawa kemana-mana, supaya cepat habis dan bisa ganti baca yang lain, anakku biasa aja. Tak banyak bertanya. Dia sibuk dengan squishy, komik, dan tugas sekolah yang menumpuk.

Begitu aku membuka Bilangan Fu, Tuhan Maha Kecil, dan tentang Mamah Muda metropolis; gadis kecilku hilir mudik bertanya buku apa itu, apa isinya, kapan dia dibolehkan untuk membacanya. Mereka punya satu benang merah, tentang perempuan dewasa dan segala kerumitan yang mengikatnya. Kau tahu cara menjelaskannya pada seorang gadis kecil, yang belum hafal perkalian tapi selalu penasaran dengan beberapa benda aneh (tapi warnanya menarik) di minimarket yang diperuntukkan bagi orang dewasa?

Sebenarnya, cukup tutup buku dan baca yang lain, habis perkara. Pfft, andaikan bisa sesederhana itu. Kalau bunyi klik sudah mengiang keluar masuk pori kepalaku, itu berarti aku harus melanjutkan iramanya. Aku harus menyelesaikan lagu yang sudah teralun. Jika lagu sudah selesai, aku masih harus berurusan dengan nada terserak yang butuh lagu lain. Inilah bagian yang paling menyesakkan saat kau terbenam dalam bacaan, kau membangun aksen baru. Buat penulis profesional, itu bagus. Buatku yang amatir, yang kebanyakan mengikuti kelana pikir daripada mengecek kesesuaian nadanya; itu pertanda buruk. Aku tak bisa berhenti berpikir, pun tak tahu cara rehat, sampai kutemukan titik yang pas. Ini bukan perihal ada tidaknya waktu, tapi lebih pada skala prioritas. Mana yang akan kau pilih, fardu de facto atau dengung suara dalam benakmu yang butuh tempat.

Touring Anjem Sekolah

“Jauh kamu bilang. Masa demi anak, kamu gak mau nyoba? Aku nih, ganti angkot berapa kali aja, apapun bakal kujalani demi anak.”

🙄😋😎

Sungguh, pertikaian paling enggak banget adalah pertikaian antar emak. Diladeni itu kok ya receh. Gak diladenin kok ya nggregetne ati. Percayalah, semua emak pasti mencoba, pasti berusaha, dengan target serta visi misinya masing-masing. Bagaimana mungkin disama-samakan. Perawakan dan pemikiran, karakter suami, jumlah anak, latar belakang ekonomi dan pendidikan, konsep diri, jenis suara, makanan kesukaan, dll. Yakin ada yang sama persis? 😁

Menepi, sebelum terjebak lalin Gedangan

Rumah saya kan di perbatasan antara Sidoarjo dan Surabaya. Moldy sekolahnya di daerah Wonokromo, Surabaya. Masalah jauh tidaknya jarak itu relatif, tergantung hidup kita menderita atau tidak. Kalau menderita itu biasa, sebagai teman dari derita-derita yang lain 😁 Kalau tidak menderita, ya itu pencapaian yang paripurna dalam membonceng Moldy yang tuli dan Shena yang dengar. Sepanjang perjalanan saya hampir tak menemui siapapun yang senasib. Kayaknya sepaket kami aja deh, yang menempuh sejauh itu dengan motor. Ups, aroma keangkuhan mulai menguar 😋

Continue reading Touring Anjem Sekolah

Antologi Ibu

Mamak yang selalu total mendampingi anak-anaknya menempuh pendidikan. Jika tak mampu secara materi, beliau meluangkan tenaga. Baju karnaval saya paling bagus, paling utuh; karena Mamak menjahitnya dengan mesin. Saya tak bisa semaksimal Mamak. Sekarang kan gampang, pergi aja ke tukang jahit, beres. Hehehe…

Di sisi lain, anak hampir tak pernah bisa menyenangkan hati ibu 😔

Continue reading Antologi Ibu

7 Cara Menjadi Ibu Yang Dirindukan

Akhirnya, sekian lama jadi anggota grup ngaji online, baru kali ini bisa hadir ke acara offlinenya. Dapat bonus sampel pembersih wajah dan kipas. Alhamdulillah 🤗

Pembicaranya Siti Fauziah, konselor pendidikan Al Falah.

Penyampaiannya cukup ringkas, hampir seperti kuliah. Ada studi kasus langsung dan ujian lisan tentang materi yang baru dibahas 👍 Seperti biasa, saya tambahkan materi dari sumber lain supaya lebih bernutrisi yaa 😘

Ice breaking diisi dengan menuliskan kenangan apa saja yang paling kita ingat tentang ibu. Standar ya, masakan yang khas. Untuk Mamak, saya baru tersadar bahwa Mamak selalu menyimak kisah saya selama sekolah, memberikan nasehat terbaik atau menyemangati. Kebiasaan yang patut dilestarikan, dan ternyata berhubungan erat dengan materi yang disampaikan 😍

Contoh universal diawali dengan, Albert Einstein dan Thomas Alfa Edison. Saat sekolah, keduanya digolongkan sebagai bodoh dan lambat belajar. Berkat jasa dan pendampingan ibunya, mereka berhasil menjadi penemu hebat, yang hasilnya bisa dinikmati penduduk dunia hingga hari ini 🤗

Contoh islami, ada Aminah ibunda Rasulullah, yang tetap dihormati meski hanya merawat beliau hanya hingga usia 6 tahun. Ibunda lain yang melahirkan dan mendampingi para ulama besar dunia, juga banyak. Sayang contohnya kurang aplikatif. Banyak tokoh Muslim yang berjasa bagi peradaban dunia, tapi kita tak banyak mengenal mereka 🙁

Baca: Ibunda Para Ulama

Continue reading 7 Cara Menjadi Ibu Yang Dirindukan