Sarden Kukus

One day one post, hari kesebelas 💪

Resep ini saya dapat dari nenek tetangga, yang pintar memasak. Kalau blank dengan ide masak apa hari ini, saya nanya-nanya. Beliau ini selalu berbaik hati membagi resepnya yang sangat beragam. Perkara pengalaman juga ya, jadinya tiap hari tak pernah stuck macam para emak anyaran, yang menunya tak lepas dari tumis sayur dan goreng sana sini 😄

Saya modif sedikit untuk versi minim minyak ya. Seperti biasa, takarannya serba kira-kira 😉

Continue reading Sarden Kukus

Advertisements

Resep Warisan Mamak: Roti Isi Komplit

Ini adalah salah satu resep andalan Mamak, waktu masih rajin PKK dulu. Sekarang Mamak sudah 70 lebih, saya yang kadang mewakili beliau di kegiatan kampung. Aiih, menyanyi mars PKK aja berasa masuk ke mesin waktu dan kembali ke masa penataran P4 😄
Saya sering bantuin bikin ini. Lebih tepatnya kami berempat selalu membantu Mamak dengan tangan ajaibnya. Beberapa karya kudapan yang sempat menambah penghasilan Mamak antara lain rempeyek kacang (kacangnya utuh namun empuk), sambal pecel, pukis berjuta kuning telur 😂, puding rumput, misoa, mata bagong, kaki naga, sandwich goreng (resep berikut ini), dan banyak lagi.

Keahlian Mamak ini menurun ke Winnie. Ke saya, ya standar sih, main insting sebagai emak aja. Memasak dan bikin kue bukan melulu soal kemampuan sih, tetap butuh kerja keras dan banyak eksperimen. Untuk soal memasak, saya anggap tak ada yang tak bisa memasak, adanya males mencoba. Ini kan perkara naluri, kebutuhan hidup, masa sih gak bisa 😉

Baca:  Winnie The Cook

Oke, pengantarnya agak kebanyakan, jadi langsung menuju resep yah…
Ini tak pakai takaran pasti ya, semua serba kira-kira, hehehe…

Continue reading Resep Warisan Mamak: Roti Isi Komplit

Penganan Berbahan Serba 7 

One day one post, hari kelima 💪

Resep berikut ini sering saya buat sebagai penganan anak-anak, sampai mereka bosan 😂 Kalau teman-temannya datang, alhamdulillah doyan juga. Kadang ada anak yang datang, cuma karena pengen dibikinin kentang atau donat. Ada juga teman sekolahnya Shena yang suka menungguinya membuka bekal, karena mereka gak dikasi bekal sama ibunya. Hiks, jadinya bukan ge-er, tapi kasihan. Ternyata bekal apapun, meski bukan bento yang cantik, tetep menyenangkan lho bagi yang bawa 😉

Semua resep ini pakai takaran yang mudah ditemui di rumah ya. Tak ada timbangan, tak masalah kok, udah saya kasi alternatif yang lebih gampang. Angka tujuh ini sebagai pengingat kalau anda malas buka resep. Jadinya bisa kan, dimasak berulang dan di mana saja asal ada bahan ☺

No oven, no alat rumit. Ada mikser sih, tapi bisa diganti blender atau whisk kok 😉

Continue reading Penganan Berbahan Serba 7 

Cantik Tak Harus Putih

One day one post, hari keempat 💪

Kulit saya sawo matang, dan pernah beberapa bulan memakai pemutih, lupa merknya. Hasilnya memang seperti iklan, langsung memutih dalam beberapa hari, kemudian kembali semula jika pemakaian tak dilanjutkan 😐

Krim pemutih memiliki efek samping yang cukup beresiko. Yang paling jamak terjadi, antara lain hiperpigmentasi atau jadi lebih gelap, vitiligo atau kehilangan pigmen dan kulit jadi belang, juga lapisan kulit yang menipis akibat bahan pemutih yang mengikisnya. Lebih lengkapnya bisa dibaca di situs alodokter ya ☺

Menurut feminis Luh Ayu Saraswati, pemutih adalah sebuah bentuk penjajahan emosi. Perempuan terbelenggu dalam dogma kecantikan sebagai kulit putih dan mancung. Mereka tak dibebaskan memahami emosinya sendiri, tentang siapa dan bagaimana dirinya secara utuh. 

Continue reading Cantik Tak Harus Putih

“Suamimu, Adalah Saat Dia Di Rumah.”

“… jika dia sudah keluar rumah, serahkan dia pada Tuhan,” lanjut mamak seorang teman.

Saya hampir tersedak mendengarnya. Huh, bisakah semua perempuan sepasrah itu? 😯 Atau, harus menjadi perempuan seperti apakah yang membuat suami ‘anteng’ di rumah, mau ngasi uang banyak, setia, pengertian, senang membantu kerjaan rumah tangga, sabar dengan anak. Selain di negeri dongeng, ada di manakah pria semacam itu? 😉

Teringat sama ibunya Joe Tribbiani, di sitcom Friends, yang membiarkan ayahnya selingkuh. Dengan si ayah memiliki perempuan lain, kehidupan pernikahan mereka (ayah ibu Joe) menjadi bergairah kembali 😯

Oh…

Continue reading “Suamimu, Adalah Saat Dia Di Rumah.”

A Splash

Siang itu, sekitar pukul dua, anak-anak minta disetelin Lego, versi si Emmet.

Everything’s awesome, everything is cool when you’re part of a team…

Saya mau bayar tidur aja ah, cape banget. Toh film ini udah lulus sensor saya, mereka juga udah nonton berkali-kali, paling entar kalau bosen, mereka juga bisa mainan sendiri. Pagar udah dikunci, aman, ga mungkin mencolot keluar kan… 😃

Continue reading A Splash

Duhai Tuppermania

Kata Mamak, sepulang dari party yang diadakan para ibu PKK, “Wadah plastik ini bisa bikin makanan tidak basi lho…”

Eh ralat, wadah plastik premium ding, mringis manis dulu sama para kolektornya 😂 Penasaran dong, saya coba tempatkan mie goreng habis bikin ke dalam wadah yang namanya modular bowl, warna light blue yang cantik. Setelah uapnya habis dan mie agak dingin, saya tutup rapat. Tiap sisi harus mingkem semua ya, jangan terlewat. Sorenya saya cek, basi apa nggak. Ternyata tetep, basi. Hahaha, kena deh 😄 Waktu itu para tupper ini ngiklan di tabloid Nova dengan artis Shannaz Haque, barulah saya ngeh bahwa, plastik dengan harga ajaib ini, kualitasnya layak ditoleh, meski soal ‘anti basi’ harus diteliti lebih lanjut yaa…

Hingga hari ini, saya telah kehilangan pour n stor yang besar, banyak tumbler, banyak tuppy tup, banyak eco bottle di berbagai ukuran, large handy bowl, tutupnya crystalwave bowl (catat ya, tutupnya aja…), juga printhilan kecil limited edition dengan warna ajaib seperti hijau botol, hijau neon, orens terang, atau pink bluwek. Sebagai informasi, bukan saya yang menghilangkannya, tapi…sudahlah, kan horang (sok) kayah 😄 

Continue reading Duhai Tuppermania