Hubungan Dalam Terjemahan

Kabarnya, ada alat penerjemah perasaan, supaya para lelaki dan para perempuan tak saling salah paham mengenai maksud masing-masing.

Maksud perempuan (rata-rata) seringkali berkebalikan dengan apa yang dikatakannya. Semisal, kalau suaminya pamit pergi nonton konser, istrinya menjawab, “Pergi aja…” seraya memalingkan muka dan bersikap juthek, itu artinya “Oh jadi gitu, nonton sendiri, aku gak diajak…” ๐Ÿ˜€

Sementara, lelaki mengatakan sesuatu yang sederhana untuk mewakili pikirannya yang jauh lebih rumit. Semisal, saat istrinya nanya, “Apakah aku kelihatan cantik?”
Suaminya pun menjawab dengan wajah datar, “Iya cantik.”
Itu sebenarnya demi menyederhanakan maksud: ya ampun istriku kok ayu tenan yo, tak rugi aku dulu memilihmu di antara sekian gadis yang rencananya akan kutembak sebagai alternatif jika ditolak oleh yang sebelumnya ๐Ÿ˜„

Continue reading Hubungan Dalam Terjemahan

Advertisements

Jika Bubun Kerja (2)

Akhirnya, saya menolak ketika kantor lama mengajak ‘balikan’ sementara. Hehehe, nggaya banget yak ๐Ÿ˜† Setelah menimbang dari banyak segi, diperkirakan kebaperan bakalan ekstra, hehehe…

Heran juga, gimana sih para emak itu mengatur hati saat bekerja. Belajar ilmu pengasuhan praktis meski secara solo, dari banyak sumber, sudah bikin saya menyesal meninggalkan Moldy di setahun pertama perkembangannya. Saya tak mau menyesal untuk yang kesekian kali ๐Ÿ˜‘

Baca: 11 Pilar

Setiap tahapan usia punya perkembangannya masing-masing, dan tugas saya adalah mendampingi, memberikan haknya sebagai anak saya. Kata yang pro ibu rumah tangga garis keras, anak sebaiknya diasuh oleh lulusan terbaik (sarjana), bukan cuma pembantu yang lulusan SD. Eh, protesnya ke yang bikin aja ya, jangan ke saya ๐Ÿ˜‚

Continue reading Jika Bubun Kerja (2)

Mendiang Ninih

Saya tinggal bersama Ninih, ibu dari Mamak, beberapa saat sebelum sekolah. Bukan hanya saya, ada juga beberapa saudara sepupu yang tinggal di sana. Rame dan rasanya nano-nanoย ๐Ÿ˜‚

Rumah kuno Ninih luas sekali. Meski tak ada pintu untuk masuk mobil, tapi terasnya luas, ada kebun pohon pisang dan taman kecil yang rindang. Masuk ke dalam, ada gazebo dan sebuah kamar kecil yang disewakan. Masuk ke dalam lagi ada ruang tamu yang bisa menampung dua set kursi dan satu kamar tamu. Menuju ruang tengah, ada meja makan super besar seperti yang di Perjamuan Terakhir, dengan dua kamar. Ruang tengah dan dapur dihubungkan lorong yang setengah terbuka. Kalau hujan, air bisa masuk dan membuat jalannya basah dan licin.

Dapurnya sepanjang ruang tamu dengan satu kamar tidur. Terpisah dari dapur, sebuah kamar mandi kecil dan ruang terbuka yang luas untuk mencuci dan menjemur. Ada sumur konvensional untuk ambil air dan sekaligus latihan kekuatan tangan ๐Ÿ˜

Wow kan, rumah orang jaman dulu โ˜บ Makan sih seadanya, tapi lahan bisa diwariskan sampai beberapa turunan. Bisa ditempati dengan layak untuk ukuran jaman sekarang, dijual atau bahkan dijadikan ladang penghasilan melalui toko atau indekos.

Baca: Kue Tradisional

Suatu hari saya berteriak mencari beliau, “Niniiiiiiiiiiih…”

Continue reading Mendiang Ninih

Monolog Angka Kembar

Kepala tiga, nduk?
Bah, simbok ucapkan itu dan biarkan mereka tebak usia aku.

โ€ฆage is just a number, donโ€™t you stop having fun (Happy Birthday-NKOTB)โ€ฆ
Tapi buat wanita, satu tahun itu sangat berarti.

Opo yo kamu bakal muda selamanya? Waktu itu ora kenal kompromi, nduk. Ini tentang bagaimana kamu bersahabat dengannya, karena dia sudah paten.
Tapi kadang masih kurang.

Continue reading Monolog Angka Kembar

Desakan Poligami

Sssttt…

Saya rutin scanning gawai suami lhooo…

Anda juga kah?

๐Ÿ˜‚

Bukan atas dasar motif curiga berlebihan, tapi mempekerjakan naluri saya sebagai satpam rumah tangga. Hehehe… Anak-anak kan tak dapat jatah gawai pribadi, jadi mereka lihat apapun dengan gawai kami berdua. Cuma lihat kiriman gambar dan video aja, pesan-pesan gak pernah saya baca, males ๐Ÿ˜ƒ

Bapak-bapak itu ya, kalau di grup, byuh, macam bujang lapuk yang haus belaian kasih sayang. Kalau ternyata anak-istrinya lengkap dan baik-baik aja, bisa jadi dia ‘ada sesuatu’. Guyonan, gambar, atau video yang dikirim; well, silakan dibayangkan seperti apa isi otak pria ๐Ÿ˜„ Ini bukan asumsi ya, sudah masuk ranah penelitian bahwa otak pria lebih banyak memikirkan soal empat huruf berawalan dan berakhiran huruf s itu ๐Ÿ˜‰

Tujuan saya scanning gawai suami ya ini, menghapus konten seronok, supaya tak dilihat anak-anak. Moldy mengamati detail dengan matanya. Shena sudah mulai membaca dengan baik. Kalau kami kecolongan, gagap juga dong cari penjelasannya ๐Ÿ˜‚

Selain itu semua, isu istri kedua dan betapa bahagianya bisa poligami adalah sejumlah topik yang selalu diusung dalam berbagai pose. Bahkan ada meme yang menyatakan bahwa, hukum dasar pernikahan adalah poligami. Hiyaaa…๐Ÿ˜ฎ

Continue reading Desakan Poligami

Make-up Kondangan

Make up sebelum punya anak: pelembab, alas bedak, bedak tabur, bedak padat, eye shadow, eye liner, blush on, lipstick, concealer, maskara, pensil alis.

Meski tak mendetail para juru rias dan tak bisa merias orang lain, saya tahu sedikit kok soal riasan yang pas. Teknik shading biar mancung, menggambar alis mesti melewati tulang atas mata. Belajarnya, dari teman-teman yang selalu mengoreksi riasan satu sama lain.

Continue reading Make-up Kondangan

Romansa Mengibu

Jadi ibu itu berat, Dilan pun tak akan sanggup ๐Ÿ˜‚

Meski berat, semua berjalan begitu naluriah dan sesuai waktunya, akan semakin menawan jika kita paham mengapa ini semua terjadi pada kita. Unik. Bahkan lelaki pun tak sanggup menahan sakitnya kontraksi. Sementara ada banyak ibu yang bertahan bahkan hingga 10 hari masa kontraksi demi keluarnya si bayi secara alami.

Tersadar pada satu kalimat baku: Semua ibu itu cantik ๐Ÿ˜

Bagaimana, sudahkah engkau merasa cantik hari ini? ๐Ÿ˜‰

Psssttt, ini bukti punya saya…

Continue reading Romansa Mengibu