Panikmu Bukan Untukku

Jika anda panik dengan kelakuan anak orang lain, bukan berarti ibu si anak mesti ikutan panik kayak anda juga ya 😑

Perihal beda pengasuhan inilah yang susaaah sekali dimaklumi banyak orang. Menurut banyak ibu, kalau tidak sesuai dengan cara dan apa yang diketahuinya, maka banyak ibu ini merasa berhak memperingatkan. Oh…oh…

Gambar di atas saya ambil dari curhatan soal parenting juga, baca sendiri deh 😉

Sebagian besar dari mereka, saat Moldy umek akan mendadak diam sambil terpaku dan bersiap umik-umik dengan sebelahnya, ada juga yang gerah dan langsung menanyakan apakah ada yang bisa diberikan untuk membuatnya diam, atau bisa juga super gerah menanyakan ‘kenapa sih kamu biarkan, gak diawasin?’, bahkan pula ‘jadi kamu tak melakukan apapun untuk menjinakkannya’ 😕😥
Continue reading Panikmu Bukan Untukku

Advertisements

Deaf Rihla: Cinta Dalam Sunyi MenujuNya

Ini yang pertama di Indonesia, siraman rohani yang disampaikan dalam bahasa isyarat, didampingi oleh beberapa penerjemah. Pembicaranya seorang pengusaha Muslim dari UK.

Pembicaranya, mampu berbicara oral dalam bahasa Inggris, dengan intonasi dan pengucapannya sama seperti orang biasa; namun dia lebih nyaman berbahasa isyarat. Komunikasinya diterjemahkan oleh mas Ipong dalam bahasa Indonesia bagi peserta dengar, kemudian diterjemahkan lagi dalam Bisindo oleh Bunda Galuh bagi peserta tuli. 

Sepintas sih nampak rumit dan peserta dengar mesti bersabar menunggu proses terjemahan. Ada beberapa isyarat yang bahkan mesti dikomunikasikan dengan bahasa Inggris, dibantu dengan Alquran terjemahan, juga bantuan obrolan dengan peserta lain; namun itu tak mengurangi esensi materi. Bahkan, dari sejumlah pertemuan formal dengan para tuli, saya hampir kewalahan mencatat dan menerjemahkannya ke dalam tulisan, karena jadinya banyaak sekali 😀

Continue reading Deaf Rihla: Cinta Dalam Sunyi MenujuNya

“Mama Moldy…” (2)

“Aku dipukul. Aaaa…” teriak Zen, mengiba, tapi tak berusaha menghindari si pemukul.

“Kamu yang keterlaluan, kamu ludahin adikku. Dasar…” balas anak si pemukul seraya terus melancarkan bogem dan juga menendangi sepedanya Zen.

Gambar pertikaian ala Moldy

Saya tak bisa mendengar dengan begitu jelas, lagi nyambi beres-beres rumah. Pertengkaran berjarak sekitar dua rumah dari saya. Para bocah ini tak mau manut pada teriakan ibu-ibu yang berusaha melerai mereka. Baku hantam terus berlanjut dengan tidak imbang, hingga kemudian mereka menghilang di gang masing-masing. Duh, skornya berapa ya. Eh… 

Continue reading “Mama Moldy…” (2)

Mengatasi Perseteruan Antar Saudara

Beda usia antara Moldy dan Shena hanya setahun lebih sedikit. Hampir mendekati kembar ya 😉. Shena yang doyan makan bahkan tumbuh membesar melampaui Moldy, yang memang susah makan sejak kecil. 

Saat mereka bertengkar, awalnya sempat panik juga. Moldy kan berkebutuhan khusus, ada sedikit permakluman. Shena, perempuan dan lebih muda. Meski terkadang sudah tahu siapa yang salah, tetap aja cap cip cup bingung mesti gimana 😁

Continue reading Mengatasi Perseteruan Antar Saudara

Sarden Kukus

One day one post, hari kesebelas 💪

Resep ini saya dapat dari nenek tetangga, yang pintar memasak. Kalau blank dengan ide masak apa hari ini, saya nanya-nanya. Beliau ini selalu berbaik hati membagi resepnya yang sangat beragam. Perkara pengalaman juga ya, jadinya tiap hari tak pernah stuck macam para emak anyaran, yang menunya tak lepas dari tumis sayur dan goreng sana sini 😄

Saya modif sedikit untuk versi minim minyak ya. Seperti biasa, takarannya serba kira-kira 😉

Continue reading Sarden Kukus

Sebuah Zona Nyaman

One day one post, hari kesepuluh 💪

Ini tahun ketiga saya berinteraksi dengan lingkaran penyandang tunarungu. Sesama orang tua, guru, juga anak-anak dari berbagai usia dan latar belakang. Rasanya nano-nano. Bagian sedih yang mulai terkelupas, semangat yang membuncah, empati yang terpahat apik, dan juga bahagia yang tak ternilai ☺

Ada yang bilang SLB itu tidak manusiawi, karena seperti mengasingkan mereka yang istimewa dari pergaulan secara umum. Justru, saya merasa sekolah di SLB di tahap awal usia anak itu membuat mereka lebih manusiawi. Proses melihat di depan cermin, siapakah mereka. Mereka memiliki keistimewaan dari orang normal. Mereka juga melihat siapa saja teman mereka yang ternyata hampir senasib ☺

Continue reading Sebuah Zona Nyaman

Kiat Hidup Sehat

One day one post, hari kesembilan 💪

Zhang Rui, CEO sekaligus pencipta sebuah aplikasi kesehatan, meninggal dunia di usia yang masih cukup muda, 44 tahun. Meski dia menjalani hidup sehat, namun dia abai mengendalikan napsu kerja kerasnya. Zhang meninggal mendadak ditengarai karena terlalu lama bekerja. Metode kerjanya dikenal dengan pola 996, 9 pagi ke 9 malam, 6 hari dalam seminggu 😨

Pola hidup sehat secara fisik saja ternyata tak cukup. Penyakit yang dulu biasa menyerang para manula, kini grafiknya bergeser ke usia produktif. Obesitas dan diabetes bisa menyerang anak-anak. Stroke, kanker, kista, asam urat, sudah mulai menyerang di puncak kejayaan usia, sekitar 30-40an. Ada memang bagian takdir yang berperan, tapi berusaha untuk hidup sehat dan berkualitas, lebih baik bukan 😉

Continue reading Kiat Hidup Sehat