Seputar Angpau

Satu
Suatu siang di Lebaran kedua, sekitar jam 1 an, beberapa anak tak dikenal, bertamu ke rumah ibu mertua. Hihihi, anjangsana kesiangan, entah mereka berasal dari kampung mana. Dengan sigap mereka bersalaman dan memutuskan siapa pemilik rumah antara saya dan ibu mertua, demi tergenggamnya selembar rupiah 😀

Continue reading Seputar Angpau

Advertisements

Normal, Isyarat, Bahagia

“Ibu harus mengajari anaknya berbicara. Jangan berikan apa yang dia minta jika dia belum bicara,” pesan ibu ketua dengan berapi-api.

Saya meringis cuek, “Iya, bu.”
Sebelum giliran saya mendaftar sekolah, ada anak implant, perempuan, menurut, dan kata-katanya lumayan jelas. Apes saya deh, Moldy dibandingkan dengannya, menyeluruh, termasuk emaknya 😑

“Lihat ibu itu,” lanjutnya sambil menunjuk pada ibu anak implant.

Continue reading Normal, Isyarat, Bahagia

Penyebab Diet Gagal

Ketahuilah kawan, saya sudah belajar melakoni diet sejak lulus sekolah dasar 😄 Penyebabnya, saya cape dan jengkel tiap ketemu siapapun selalu diejek gendut. Padahal kalau dilihat, masih ada banyak yang lebih gendut daripada saya. Bapa bilang itu perhatian. Saya bilang itu persetan 😑 Saat itu dunia terasa mau runtuh dengan bentuk tubuh yang enggak banget. Huaaa…

Eh, begitu kena masalah lain yang mesti dihadapi sendiri tanpa bantuan siapapun, saya langsung kuruuus, sampai ada yang menyarankan ke psikiater segala 😥 Menjelang menikah pun, masih agak gemuk. Namun begitu menjalani pernikahan, susaaah banget gemuknya.

Entah kenapa, semenjak menikah berat badan malah susut, susah sekali gemuk, sampai dikira penyakitan. Berat badan saya waktu kuliah, sama dengan berat badan saya waktu hamil si Moldy 😨 Itupun mentok, tak bisa naik lagi. Padahal teman dekat saya tahu, saya ini cemilannya banyak dan abot semua. Tidak bahagia? Hihihi, katanya sih begitu. Walahualam 😉

Continue reading Penyebab Diet Gagal

2018: Tak Ada Cerita

Salah satu Ramadan yang cukup kelabu. Puasa cuma dapat beberapa hari, selebihnya dilalui dengan sakit dan merawat yang sakit 😕

Baca: Pergi

Tilawah pun tak bisa jalan seperti biasanya, sungguh berat menyusun kekuatan penuh kembali dari nol 😕

Semoga masih bisa dipertemukan dengan Ramadan tahun depan dan hari-hari cemerlang lainnya. Antara lain untuk bayar utang dan bayar fidyah. Supaya nanti LPJ bisa lengkap dan sesuai argumen faktual.

Hiks, setan tak benar-benar pergi jika kau tak meniatkannya demikian 😕

Baca: Siapakah Setan Itu

Salam…

Gambar dari embunhati

Pergi (2)

Merasakan dua keguguran dalam waktu dua tahun berturut-turut. Antara sedih dan lega. Sedih karena sudah melihat bentuknya yang hampir sempurna seperti bayi, sayangnya pertumbuhan agak lambat dan tanpa detak jantung 😭 Lega karena di dua bulan pertama usianya ini, kami sekeluarga sakit bergantian, mulai dari flu berat hingga cacar air. Tak bisa dihindari kan, hanya bisa pasrah dengan nasib si calon bayi dalam perut, semua terjadi sudah atas kehendak Allah 😢

Baca: Pergi

Hidup memang penuh misteri. Saya sudah hampir menyalahkan diri kenapa tak begini dan begitu. Namun dokter menyatakan bahwa kemungkinan mengapa dia pergi, adalah karena batas takdir usianya hanya sampai sekian saja.

Continue reading Pergi (2)

Rindu Masakan Mamak

“Mak, aku pengen dimasakin Mamak,” kata saya di telepon dengan tangis tertahan.

“Masakan apa?” Tanya beliau, ada selintas nada bahagia yang melemah.

“Kare ayam, lapis daging, bihun kecambah, …”

Seraya terbayangkan sedapnya. Hmmm, sluuurp… 😊 Mamak hanya menggunakan penyedap alami berupa gula garam serta racikan bumbu rempah lainnya, dan selalu enak. Kalau Mamak memasak, bisa dipastikan hanya satu-dua kali makan selalu habis tak tersisa. Kadang bahkan anak cucunya rebutan bagian, hehehe… Sayangnya, Mamak memasaknya berdurasi lamaaa sekali 😂

Rumah klasik Mamak

“Doakan ya,” balasnya singkat, sebelum saya sempat menyebutkan deretan panjang masakan Mamak yang lain.

Baca: (Not) Into Cooking

Continue reading Rindu Masakan Mamak

Jeniper, Si Andalan

Jeruk nipis peras.

Elitnya sih, lemon 😂 Sayangnya, lemon lebih mahal dan susah didapat, jadi yah jeruk nipis paling pas. Untuk 6-7 biji jeruk nipis ukuran sedang, harga termahal tak sampai sepuluh ribu. Saat harga murah, malah cuma 3-4 ribuan.

Ini manfaatnya, berdasar pengalaman dan percobaan saya ya:

🍋 Mengurangi amisnya ikan.
Saya males goreng ikan pakai bumbu kunyit karena minyaknya makin kotor, ribet (mesti nguleg), dan lengket.
Untuk ikan segar, sehabis dibersihkan, dikucuri jeruk nipis, garam, merica. Diamkan sebentar. Kalau mau rasa lebih, tambahkan bawang putih cincang dan ketumbar bubuk. Sebelum digoreng, lumuri ikan dengan sedikit minyak supaya tidak menempel di penggorengan.
Tambahkan irisan jahe waktu digoreng, supaya minyak tak meletus-letus.
Rasanya, hmmm, saya suka makanan yang masih ada citarasa aslinya dan tak banyak penyedap. Begitu 😉

Pernah coba yang begini?

Continue reading Jeniper, Si Andalan